MOMSMONEY.ID - PT Kereta Api Indonesia mencatat, sebanyak 748.855 pelanggan memanfaatkan fasilitas face recognition selama masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) pada periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan, face recognition selain mempermudah dan mempercepat proses boarding, juga memberikan dampak positif terhadap efisiensi operasional serta aspek keberlanjutan lingkungan.
“Face recognition memungkinkan pelanggan melakukan boarding tanpa tiket fisik dan tidak perlu report menunjukan identitas,” ujar Anne dalam keterangan tertulis, Selasa (6/1).
Selain meningkatkan kenyamanan dan kelancaran perjalanan, inovasi ini juga mendukung komitmen KAI terhadap keberlanjutan karena mengurangi penggunaan kertas yang bahan bakunya berasal dari pohon.
Dengan penggunaan penggunaan face recognition oleh 748.855 pelanggan pada nataru ini pun setara dengan penghematan sekitar 1.872 rol kertas tiket dengan efisiensi biaya pembelian kertas sekitar Rp 27,6 juta selama periode tersebut.
Penghematan ini sekaligus berkontribusi pada pengurangan konsumsi sumber daya alam dan limbah kertas, sejalan dengan prinsip keberlanjutan yang terus diperkuat KAI.
Baca Juga: Padel Makin Menjadi Tren, Indonesia Sedang Memasuki Era Social Fitness Boom
Adapun, lima stasiun dengan jumlah pengguna face recognition tertinggi selama Nataru 2025/2026 adalah:
- Gambir: 145.025 pelanggan
- Yogyakarta: 91.064 pelanggan
- Pasarsenen: 68.303 pelanggan
- Semarang Tawang: 51.805 pelanggan
- Purwokerto: 43.485 pelanggan
Saat ini, fasilitas face recognition telah tersedia di 22 stasiun, yakni Bandung, Bekasi, Cirebon, Cirebon Prujakan, Gambir, Jember, Kiaracondong, Kutoarjo, Lempuyangan, Medan, Malang, Madiun.
Lalu, Pekalongan, Pasarsenen, Purwokerto, Surabaya Pasar Turi, Surabaya Gubeng, Solo Balapan, Semarang Poncol, Semarang Tawang, Tegal, dan Yogyakarta.
Sepanjang masa Angkutan Nataru 2025/2026, KAI melayani 4.179.095 pelanggan, tumbuh 12,02% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Kinerja operasional tetap terjaga dengan on time performance keberangkatan mencapai 99,68% dan ketepatan waktu kedatangan 96,13%.
Selanjutnya: Inilah 7 Obat yang Tidak Boleh Dikonsumsi dengan Teh Herbal
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News