M O M S M O N E Y I D
Keluarga

7 Warna Seprai yang Kini Terasa Usang Menurut Desainer

7 Warna Seprai yang Kini Terasa Usang Menurut Desainer
Reporter: Ramadhan Widiantoro  |  Editor: Ramadhan Widiantoro


MOMSMONEY.ID - Yuk cek warna seprai yang ternyata bikin kamar tampak ketinggalan zaman. Hindari tujuh warna ini agar ruang tidur tetap segar dan stylish!

Dalam tren dekorasi kamar tidur, memilih warna seprai tidak sekadar soal estetika, tapi juga soal suasana dan kenyamanan. 

Di tahun 2025 ini, para perancang interior menyuarakan bahwa beberapa warna seprai yang dulu populer kini mulai “jatuh tempo” dan bisa membuat kamar terasa kaku, dingin, atau terlalu formal. 

Melansir dari Southern Living, ada setidaknya tujuh warna seprai yang menurut desainer sudah dianggap usang dan disarankan untuk dihindari.  

Berikut ini akan membahas secara mendalam mengapa warna-warna tersebut mulai ditinggalkan, serta memberikan alternatif warna yang tetap stylish dan menenangkan.

Baca Juga: Waspada Penipuan Refund Belanja Online di Media Sosial, Ini Cara Aman Menghindarinya

Kenapa warna seprai bisa terasa usang?

Sebelum kita melihat daftar warna, penting memahami faktor yang membuat warna seprai terasa usang:

1. Pemakaian berlebihan di tren sebelumnya

Ketika warna netral seperti abu-abu atau putih mendominasi interior selama bertahun-tahun, konsumen dan desainer bisa merasa bosan karena kurang daya tarik emosional.

2. Kurangnya kehangatan dan kedalaman

Warna seprai yang terlalu dingin atau monoton (seperti abu-abu abu) bisa membuat ruangan terasa datar atau klinis.

3. Tren psikologi warna dalam ruang tidur

Warna yang terlalu jenuh atau gelap bisa memancing energi berlebih atau suasana berat. Padahal, kamar tidur seharusnya memberi kesan tenang.

4. Kemajuan selera dan material tekstur

Kini kombinasi warna lembut, tekstur alami, dan layering dianggap lebih bernilai daripada keseluruhan satu warna tunggal.

Setelah memahami faktor-faktor ini, kita bisa lebih bijak saat memilih seprai yang tidak hanya menarik saat ini, tetapi tetap relevan dalam waktu.

Baca Juga: Waspadai Serangan Digital, Begini Cara Cerdas Melindungi Diri dari Ancaman Online

7 Warna seprai yang mulai terasa usang dan alasan menghindarinya

Berikut daftar warna yang disebut oleh para desainer sebagai seprai yang sudah ketinggalan zaman, bersama alasan dan alternatif pengganti:

1. Abu-abu

Alasan ditinggalkan: Warna abu-abu sering dianggap terlalu monoton dan “lelah” setelah bertahun-tahun tren abu-abu di berbagai elemen ruangan. 

Alternatif: Gunakan netral hangat seperti gading, oatmeal, krem, atau beige muda yang memberi kesan inviter dan bernuansa lembut.

2. Merah terang / merah menyala

Alasan ditinggalkan: Merah terang punya efek meningkatkan getaran dalam ruangan, padahal kamar tidur lebih diinginkan untuk suasana relaks. 

Alternatif: Warna tanah liat lembut (terracotta) atau nada terakota pucat, yang memberi kekayaan warna tanpa kesan gelisah.

3. Hitam penuh

Alasan ditinggalkan: Seprai serba hitam bisa tampak elegan, tapi sering kali malah terasa datar dan “berat”, serta kurang fleksibel dalam layering. 

Alternatif: Campuran nada gelap seperti arang (charcoal), nila gelap, atau warna netral gelap lainnya yang memberi kedalaman tanpa menutup ruangan.

4. Putih murni

Alasan ditinggalkan: Putih yang terlalu terang dianggap terlalu klinis dan kurang kehangatan, terutama di kamar tidur yang idealnya terasa nyaman. 

Alternatif: Off-white hangat, krem lembut, atau linen alami tanpa pewarna yang diproses.

5. Nada permata (jewel tones): zamrud, ungu kecubung, burgundy

Alasan ditinggalkan: Warna-warna ini dipandang sebagai tren era 90-an, yang sekarang bisa memberi kesan terlalu mencolok atau “klise mewah.” 

Alternatif: Gunakan warna lembut yang menenangkan seperti dusty mauve, sage hijau lembut, atau abu lavender yang tidak terlalu pekat.

Baca Juga: Kenali 5 Tanda Kesehatan Finansial Pribadi Anak Muda Mulai Terganggu

6. Cokelat tua

Alasan ditinggalkan: Cokelat tua di sprei sering dihubungkan dengan kehangatan yang berlebihan atau bahkan tampilan “seragam” seperti seragam jasa pengiriman (UPS), menurut para desainer. 

Alternatif: Pilih warna flax (linen) atau tanah alami terang dengan tekstur menarik agar tetap terasa hangat tapi tidak membosankan.

7. Biru navy (biru tua)

Alasan ditinggalkan: Biru tua dikenal sebagai warna yang menyerap cahaya dan memberikan kesan formal, sehingga kamar tidur bisa terasa sempit atau berat. 

Alternatif: Jika ingin biru, pilih biru muda, biru abu, atau biru pastel lembut yang memberi kesan lapang dan tenang.

Tips memilih warna seprai yang tetap relevan & menenangkan

Berikut panduan praktis agar Anda tidak salah memilih:

  • Gunakan kombinasi warna (layering): Kombinasikan satu warna dasar netral dengan satu atau dua warna aksen lembut agar tidak monoton.
  • Perhatikan tekstur: Seprai dengan tekstur seperti linen, rajutan halus, slub atau anyaman ringan bisa memberi efek visual yang menarik tanpa mengandalkan warna kuat.
  • Gunakan warna akromatik hangat: Nada seperti krem hangat, gading, atau greige (abu + beige) sering menjadi pilihan awet.
  • Pantau skema pencahayaan kamar: Jika ruang cenderung sedikit cahaya, hindari warna gelap penuh karena akan semakin menyerap cahaya.
  • Sesuaikan dengan tema kamar: Pastikan seprai harmonis dengan elemen lain (cat dinding, furnitur, karpet) agar terlihat menyatu.
  • Ganti secara berkala: Bahkan seprai warna yang bagus pun bisa terasa usang jika sudah lama dipakai. Memperbarui warna setiap 3–5 tahun bisa menjaga kesan segar.

Tidak ada warna seprai yang absolut “haram” untuk dipakai, selera pribadi tetap penting. Namun, kebijaksanaan memilih warna yang memiliki kedalaman, kehangatan, dan fleksibilitas akan membuat kamar tidur Anda terasa lebih nyaman dan tahan tren. 

Melalui menghindari 7 warna yang mulai dianggap usang menurut para desainer dan memilih alternatif yang lebih lembut dan menenangkan, Anda bisa menciptakan suasana tempat tidur yang tidak hanya indah pada masa kini, tapi tetap relevan di masa mendatang.

Semoga artikel ini membantu Anda memilih sprei yang tidak hanya cantik di mata tapi juga membawa kenyamanan sejati di kamar tidur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

6 Makanan yang Bikin Risiko Kanker Meningkat jika Dikonsumsi

Hati-hati! Rupanya ini, lho, makanan yang bikin risiko kanker meningkat jika dikonsumsi. Apa saja?    

Promo A&W Sharing Meal Januari 2026, Paket Aroma Chicken Hemat untuk Rame-Rame

A&W hadirkan promo Sharing Meal selama Januari 2026. Ada paket Aroma Chicken favorit yang hemat untuk santap nikmat bersama keluarga tercinta. 

Bukan Cuma Skincare, Ini 7 Buah Anti Penuaan Dini yang Kaya Antioksidan

Sederet buah-buahan ini memiliki kandungan bermanfaat bagi kulit, salah satunya antioksidan. Dapatkan kulit sehat dengan rutin mengonsumsinya.

Samsung A16 HP untuk Jangka Panjang, Ada Update OS 6 kali & Keamanan 6 Tahun

Samsung A16 adalah penerus Samsung A15. HP untuk jangka panjang ini tawarkan update OS selama 6 kali & update keamanan hingga 6 tahun lamanya.

Awal Tahun Hemat Pakai Promo HokBen & SeaBank, Beli Menu Favorit Free Hoka Hemat

HokBen hadirkan promo Exclusive Deals dengan SeaBank selama Januari 2026. Tiap beli menu apa saja, bisa dapat Hoka Hemat gratis.

Waspada! Akun WhatsApp Bisa Diretas Tanpa Perlu OTP, Ini Solusi yang Bisa Dicoba

Akun WhatsApp bisa diretas tanpa perlu OTP. Modus penipuan bernama GhostPairing memungkinkan peretas untuk memata-matai obrolan tanpa OTP. 

Promo JSM Alfamidi Periode 2-4 Januari 2026, Bimoli 5 Liter Harga Spesial!

Cek dan manfaatkan promo JSM Alfamidi periode 2-4 Januari 2026 untuk belanja hemat selama akhir pekan ini.  

Jadwal KRL Jogja–Solo untuk 3-4 Januari 2026, Cek Akhir Jam Tambahannya

Bagi kamu yang ingin bepergian dari Yogyakarta ke Solo, ini jadwal KRL Jogja–Solo untuk 3-4 Januari 2026, cek akhir jam tambahannya.  

7 Cara Menjaga Kesehatan Otak saat Usia Lanjut

Ada beberapa cara menjaga kesehatan otak saat usia lanjut, lho. Mari intip beberapa caranya di sini!​

Fenomena Flamingo Era: Saat Bunda Kehilangan Jati Diri demi Keluarga

Menjalani peran besar dalam sebuah keluarga, rupanya bunda merindukan kegiatan me time dalam keseharian