M O M S M O N E Y I D
Bugar

7 Penyebab Sakit Perut Setelah Makan, Jadi Tanda Masalah Pencernaan

7 Penyebab Sakit Perut Setelah Makan, Jadi Tanda Masalah Pencernaan
Reporter: Bimo Adi Kresnomurti  |  Editor: Bimo Kresnomurti


MOMSMONEY.ID. Intip penyebab sakit perut setelah makan yang berkaitan dengan penyakit tertentu. Kondisi nyeri hingga rasa tidak nyaman bisa dengan mudah muncul setelah aktivitas makan.

Sakit perut dan ketidaknyamanan setelah makan bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk pola makan yang tidak tepat, intoleransi makanan, gangguan pencernaan, atau masalah kesehatan tertentu.

Namun, penting untuk diingat bahwa saya bukan dokter, jadi sebaiknya Anda berkonsultasi dengan tenaga medis yang memahami riwayat kesehatan secara menyeluruh.

Infeksi bakteri, virus, atau parasit bisa saja menjadi salah satu hal yang masuk ke dalam sistem pencernaan melalui makanan atau minuman terkontaminasi dapat menyebabkan peradangan dan nyeri perut setelah makan.

Baca Juga: 7 Cara Mengatasi Cacingan pada Anak dan Langkah Pencegahan Penularan

Perut kram
Perut kram

Penceranaan yang tidak sehat bisa saja menimbulkan masalah seperti sistem ekskresi maupun kondisi lainnya. Ada beberapa penyakit terkait yang bisa saja timbul dari kemunculan ketidaknormalan sistem pada usus hingga lambung.

Sehingga, saat kondisi sakit perut setelah makan muncul, Anda tidak menyimpulkan langsung pada penyakit tertentu.

Melansir dari Gastro Health Partners, survei dari 54.000 orang yang disurvei, 13% wanita dan 9% pria sering melaporkan ketidaknyamanan gastrointestinal setelah makan. Individu melaporkan kembung, perut bengkak, cepat kenyang, sembelit, dan diare.

Orang-orang ini memiliki tingkat kecemasan dan depresi dua kali lipat dibandingkan orang-orang yang tidak melaporkan gejala.

Studi ini menjelaskan hubungan antara makanan dan pola makan, kesehatan pencernaan, kesehatan mental, dan kondisi pencernaan kronis, seperti sindrom iritasi usus besar atau kolitis ulserativa.

Hal ini menunjukkan pentingnya pendekatan individual dan multidisiplin untuk mengobati gangguan pencernaan. Simak beberapa penyebab sakit perut setelah makan yang perlu Anda kenali dilansir dari Gastro Health Partners.

Baca Juga: 9 Minuman yang Bekerja Efektif untuk Obati Asam Lambung

Penyebab sakit perut setelah makan

1. Alergi atau Intoleransi Makanan

Salah satu kemunculan rasa tidak nyaman setelah makan adalah adanya alergi pada makanan. Orang mengalami alergi dan intoleransi makanan yang mengakibatkan gejala gastrointestinal yang menetap, seperti gas, kembung, kram, dan diare.

Alergen yang umum termasuk telur, kacang pohon, kacang tanah, kerang, susu, kedelai, gandum, dan banyak lagi. Saat gejalanya ringan, kondisi ini bisa tidak terdiagnosis selama bertahun-tahun! 

2. Sindrom usus besar

Irritable Bowel Syndrome (IBS) adalah kelainan umum yang menyerang usus besar (kolon). IBS dapat menyebabkan kembung, kram perut, diare, sembelit, gas, dan gejala gastrointestinal negatif lainnya.

IBS bisa saja bersifat kronis dan memerlukan penanganan gejala, seringkali melalui perubahan pola makan.

3. Radang perut

Gastritis adalah istilah luas untuk peradangan/pembengkakan pada lapisan lambung. Hal ini dapat disebabkan oleh infeksi, penggunaan obat pereda nyeri (NSAID) yang berlebihan, cedera, makanan tertentu, dan konsumsi alkohol yang berlebihan.

Gastritis dapat menyebabkan sakit perut, mual, muntah, dan lemas. 

4. Penyakit Celiac

Penyakit Celiac adalah penyakit kekebalan kronis yang ditandai dengan ketidakmampuan mengonsumsi gluten. Konsumsi makanan yang mengandung gluten merusak usus kecil dan sistem kekebalan tubuh penderita Celiac.

Gejalanya meliputi sakit perut, diare, penurunan berat badan, kembung, dan perubahan mood. Seringkali penyakit ini bersifat genetik dan dapat didiagnosis melalui tes darah. 

5. Penyakit Radang Usus (IBD)

Sakit ini mengacu pada kondisi seperti Penyakit Crohn dan Kolitis Ulseratif, yang merupakan akibat peradangan pada saluran usus.

Dipercaya sebagai akibat dari respons imun yang tidak normal, kondisi ini dapat mengakibatkan gejala seperti kram, kehilangan nafsu makan, sakit perut, diare terus-menerus, kelelahan, dan tinja berdarah.

6 . GERD

Apabila Anda mengalami nyeri setelah makan yang letaknya lebih tinggi dari perut dan lebih banyak di perut bagian atas atau tenggorokan, mungkin sudah menderita penyakit asam lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).

Gejalanya juga bisa berupa mulas, mual, sensasi terbakar di tenggorokan, atau nyeri saat menelan.

7. Makan terlalu banyak

Sebelum mendiagnosis diri Anda menderita alergi makanan atau penyakit kronis, pertimbangkan apa yang Anda makan.

Apakah Anda makan dengan porsi yang sangat besar atau makan makanan asam, pedas, atau gorengan. Mungkin makan sesuatu yang tinggi gula buatan.

Jenis makanan ini, terutama dalam porsi besar, sulit dicerna dan dapat menimbulkan gejala negatif bagi siapa pun. 

Apabila mengalami sakit perut dan ketidaknyamanan setelah makan secara terus-menerus atau gejalanya parah, segera konsultasikan dengan dokter.

Nantinya, dokter akan melakukan pemeriksaan, mungkin melakukan tes tambahan, dan memberikan diagnosis serta rekomendasi perawatan yang sesuai dengan kondisi.

Demikian informasi terkait penyebab sakit perut setelah makan yang berkaitan dengan penyakit tertentu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Prakiraan BMKG Cuaca Besok (20/1) di Jakarta Hujan Petir di Daerah Ini

Simak prakiraan BMKG cuaca besok Selasa (20/1) di Jakarta berawan tebal hingga hujan petir.                  

Awas Hujan Ekstrem di Provinsi Ini, Cek Peringatan Dini Cuaca Besok (20/1) dari BMKG

BMKG merilis peringatan dini cuaca besok Selasa 20 Januari 2026 dan Rabu 21 Januari 2026 dengan status Awas hujan ekstrem di provinsi berikut ini.

5 Ciri-Ciri Tas Charles & Keith Palsu, Jangan Tergiur Harga Murah!

Kali ini MomsMoney akan membagikan informasi tentang 5 ciri-ciri tas Charles & Keith palsu. Simak sampai akhir.  

Paylater Vs Kartu Kredit: Bunganya Jauh Beda, Kok Banyak yang Salah Pilih?

Moms pilih paylater atau kartu kredit? ini panduan santai memahami perbedaan, risiko, dan cara memilihnya agar keuangan tetap aman.  

6 Trik Cerdas Ini Bisa Maksimalkan Ruang, Rumah Moms Auto Rapi dan Nyaman

Yuk, cek trik santai menambah ruang penyimpanan rumah agar lebih rapi dan lega tanpa renovasi mahal, cocok untuk hunian modern.  

Aksesori Ruang Tamu Ini Jangan Dibeli Baru, Simak Kata Desainer Interior!

Cek yuk, alasan desainer interior menyarankan beberapa aksesori ruang tamu tidak dibeli baru agar rumah terasa lebih hidup.  

Terapkan Pola 50/30/20: Cara Simpel Buat Keuangan Moms Rapi dan Anti-Boros

Yuk simak, cara menabung yang simpel dan realistis agar keuangan lebih rapi, tidak boros, dan cocok dengan gaya hidup Moms sekarang.  

Moms Sudah Kerja Keras Tapi Uang Cepat Habis? Ini Cara Menghentikannya

Yuk simak, cara reset keuangan 2026 agar pengeluaran Moms lebih rapi, utang terkendali, dan tabungan makin aman untuk masa depan nyaman.  

Jonatan Christie Mundur dari Indonesia Masters 2026, Ginting Masuk dari Kualifikasi

Mundurnya Jonatan Christie memberi ruang untuk tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting untuk masuk di ajang Daihatsu Indonesia Masters 2026.

5 Fungsi Color Corrector untuk Wajah, Mulai dari Warna Hijau hingga Ungu

Sering terlupakan, banyak yang belum tahu color corrector sepenting itu. Cari tahu 5 fungsi color corrector di sini.