M O M S M O N E Y I D
Bugar

7 Kesalahan dalam Diet Mediterania yang Penting Diketahui

7 Kesalahan dalam Diet Mediterania yang Penting Diketahui
Reporter: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Tahukah bahwa ada beberapa kesalahan dalam diet Mediterania yang penting diketahui, lho. Kira-kira apa saja?

Diet Mediterania sering dianggap sebagai salah satu pola makan paling sehat di dunia. Pola makan ini dikenal mampu mendukung kesehatan jantung, menjaga berat badan, hingga menurunkan risiko penyakit kronis. Namun, tidak sedikit orang yang menjalankannya dengan cara yang kurang tepat, sehingga manfaatnya tidak maksimal.

Kesalahan dalam menerapkan diet Mediterania bisa membuat hasilnya jauh dari harapan. Bahkan, dalam beberapa kasus, justru dapat berdampak kurang baik bagi kesehatan. Agar Anda bisa mendapatkan manfaat optimal, penting untuk memahami kesalahan yang sering terjadi.

Baca Juga: 5 Sayuran untuk Membuat Kenyang Lebih Lama, Cocok untuk Diet!

Melansir dari laman Health, berikut ini beberapa kesalahan dalam diet Mediterania yang penting diketahui:

1. Terlalu Banyak Mengonsumsi Lemak Sehat

Lemak sehat seperti minyak zaitun memang menjadi bagian penting dari diet Mediterania. Namun, lemak tetap tinggi kalori, sehingga jika dikonsumsi berlebihan bisa menambah asupan kalori tanpa disadari.

Sebagai gambaran, 1 sendok makan minyak zaitun mengandung sekitar 120 kalori. Karena itu, penting untuk mengatur porsinya. Anda bisa mulai dengan menakar jumlah lemak yang digunakan agar lebih mudah mengontrol asupan kalori harian.

2. Makan Makanan Tinggi Kalori dalam Porsi Besar

Banyak makanan dalam diet Mediterania yang kaya nutrisi, tetapi juga tinggi kalori. Contohnya kacang-kacangan, biji-bijian, keju, dan minyak.

Jika dikonsumsi dalam jumlah besar, makanan ini tetap bisa menyebabkan kelebihan kalori dan menghambat penurunan berat badan. Cara menyiasatinya adalah dengan mengombinasikan makanan tinggi kalori dengan makanan rendah kalori seperti sayur dan buah.

3. Terlalu Sering Mengonsumsi Karbohidrat Olahan

Diet Mediterania sebenarnya menganjurkan konsumsi biji-bijian utuh. Namun, dalam praktiknya, banyak orang masih sering makan roti putih atau pasta dari tepung olahan.

Makanan jenis ini cenderung rendah serat dan protein, sehingga tidak membuat kenyang lebih lama. Akibatnya, Anda bisa makan lebih banyak dari yang dibutuhkan. Pilihlah karbohidrat utuh agar rasa kenyang lebih tahan lama.

Baca Juga: 7 Tips Diet agar Berat Badan Turun Cepat secara Alami

4. Terlalu Banyak Minum Anggur

Minum anggur memang sering dikaitkan dengan diet Mediterania. Namun, konsumsi yang berlebihan justru bisa berdampak negatif.

Satu gelas anggur mengandung sekitar 125 kalori. Jika diminum terlalu sering atau dalam jumlah banyak, kalori ini bisa menumpuk. Selain itu, konsumsi alkohol berlebih juga dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan seperti penyakit hati dan kanker.

Jika ingin tetap mengonsumsi, batasi jumlahnya agar tidak berlebihan.

5. Kurang Mengonsumsi Protein

Diet Mediterania mendorong konsumsi protein dari ikan, unggas, dan kacang-kacangan. Namun, sebagian orang tidak memenuhi kebutuhan protein harian mereka.

Padahal, protein membantu Anda merasa kenyang lebih lama dan dapat mengurangi keinginan makan berlebih. Selain itu, protein juga penting untuk menjaga massa otot, terutama saat sedang menurunkan berat badan.

Pastikan setiap kali makan mengandung sumber protein, seperti ikan, ayam, yogurt, atau kacang-kacangan.

6. Ngemil Tanpa Kontrol

Camilan sehat seperti kacang, roti pita, atau hummus memang termasuk dalam diet Mediterania. Namun, makanan ini mudah dikonsumsi berlebihan jika tidak diperhatikan porsinya.

Tanpa disadari, ngemil berlebihan bisa menambah asupan kalori harian secara signifikan. Untuk menghindarinya, sebaiknya siapkan camilan dalam porsi kecil agar lebih terkontrol.

Baca Juga: 15 Menu Diet untuk Sarapan agar Berat Badan Turun

7. Tidak Menyusun Menu yang Seimbang

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah tidak menyeimbangkan isi piring. Misalnya, terlalu banyak karbohidrat tetapi kurang protein dan serat.

Padahal, kombinasi protein dan serat sangat penting untuk menjaga rasa kenyang dan kestabilan energi. Cara mudahnya, mulai dengan menambahkan sumber protein, lalu lengkapi dengan sayur atau buah, dan tambahkan lemak sehat secukupnya.

Menu yang seimbang dapat membantu mengontrol nafsu makan dan mencegah makan berlebihan di kemudian hari.

Itulah beberapa kesalahan dalam diet Mediterania yang penting diketahui. Semoga bermanfaat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Pameran TATAH Tampilkan Seni Ukir Jepara Khas Indonesia

Dorong seni ukir Jepara agar tembus mancanegara, Pameran TATAH tampilkan lebih dari 30 karya ukir Jepara

5 Tanda-Tanda Hormon Kortisol yang Tinggi pada Tubuh

Ternyata ini tanda-tanda hormon kortisol yang tinggi pada tubuh. Perhatikan, ya!                    

Jadwal Piala Uber 2026, Ini Line Up Tim Uber Indonesia Kontra Denmark

Jadwal Babak Perempat Final Piala Uber 2026 pada Jumat (30/4), berikut ini line up Tim Uber Indonesia kontra Denmark.

6 Camilan Sehat yang Bikin Panjang Umur jika Dikonsumsi

Yuk, coba beberapa camilan sehat yang bikin panjang umur jika dikonsumsi berikut ini! Apa saja, ya? 

Awas! Ini 5 Makanan yang Bisa Bikin Cepat Tua lo, Batasi Konsumsinya

Tahukah Anda, ternyata ada beberapa makanan yang bisa bikin cepat tua lo. Batasi konsumsinya, ya!          

Kisah Dua Atlet Lari Indonesia Temukan Arti di Setiap Langkah

Tak sekedar sampai di garis akhir, ini makna berlari dari dua atlet kebanggaan Indonesia Yad dan Irma.

12 Rekomendasi Makanan yang Bikin Kenyang Lebih Lama

Intip beberapa rekomendasi makanan yang bikin kenyang lebih lama berikut ini. Apa saja, ya?​            

5 Makanan yang Bantu Tidur Lebih Nyenyak dan Berkualitas

Intip beberapa makanan yang bantu tidur lebih nyenyak dan berkualitas berikut ini, yuk! Mau coba konsumsi?

6 Manfaat Minum Cuka Sari Apel Sebelum Tidur yang Tak Banyak Orang Tahu, Cek di Sini

Ada sejumlah manfaat minum cuka apel sebelum tidur yang tak banyak orang tahu. Cek di sini, yuk!     

Tren Warna Cat Eksterior Rumah yang Estetik, Adem, dan Bikin Nilai Properti Naik

Tren warna cat rumah 2026 makin natural dan estetik, simak panduan memilih warna eksterior untuk hunian Anda yang adem dan tahan lama.