MOMSMONEY.ID - Yuk, pahami beberapa efek samping botox yang penting diketahui sebelum melakukannya berikut ini!
Perawatan kecantikan kini tidak lagi sebatas krim atau skincare harian. Botox menjadi salah satu prosedur populer yang dipilih banyak orang untuk membantu menyamarkan kerutan dan membuat wajah tampak lebih segar.
Meski hasilnya terlihat instan dan praktis, prosedur ini tetap memiliki risiko yang perlu dipahami dengan baik. Mengetahui efek samping botox sebelum menjalaninya dapat membantu Anda mengambil keputusan secara lebih bijak dan aman.
Botox bekerja dengan cara melemahkan atau melumpuhkan sementara otot tertentu agar kerutan di wajah tampak lebih halus. Namun, karena melibatkan zat yang disuntikkan ke dalam tubuh, reaksi tertentu dapat muncul.
Baca Juga: 6 Buah yang Meredakan Kram Perut saat Menstruasi secara Alami, Konsumsi yuk
Melansir dari laman Verywell Health, berikut ini beberapa efek samping botox yang penting diketahui sebelum melakukannya:
1. Reaksi di Area Suntikan
Setelah suntikan botox, sebagian orang mengalami reaksi ringan di area kulit yang disuntik. Gejala yang sering muncul antara lain kemerahan, pembengkakan, rasa nyeri saat disentuh, dan memar.
Umumnya, kondisi ini bersifat sementara dan akan membaik dalam 1 hingga 2 hari. Namun, jika area suntikan terasa sangat nyeri atau menunjukkan tanda infeksi seperti keluar nanah, sebaiknya segera konsultasikan ke tenaga medis.
2. Otot Terasa Lemah
Botox bekerja dengan cara menghambat sinyal saraf sehingga otot menjadi lebih rileks. Akibatnya, Anda bisa merasakan kelemahan sementara pada otot di sekitar area suntikan.
Jika botox disuntikkan di sekitar mata, kelopak mata dapat tampak turun untuk sementara waktu. Untuk mencegah zat botox menyebar ke area lain, hindari menggosok atau memijat area suntikan setelah prosedur.
3. Gejala Mirip Flu
Beberapa orang melaporkan munculnya gejala yang menyerupai flu setelah melakukan botox. Keluhan yang dapat muncul meliputi demam ringan, nyeri badan, mual, batuk, sakit kepala, atau pilek.
Pada anak-anak yang mendapatkan botox untuk mengatasi kekakuan otot kaki, risiko terkena infeksi saluran pernapasan atas bisa lebih tinggi.
Baca Juga: 10 Kebiasaan Sederhana yang Menjaga Gula Darah Tetap Stabil
4. Sakit Kepala
Sakit kepala merupakan efek samping yang cukup sering terjadi, terutama jika botox disuntikkan di area wajah, kepala, atau leher. Pada pasien dengan migrain kronis, suntikan botox justru dapat memicu sakit kepala atau nyeri leher sesaat setelah prosedur.
Anda dapat menanyakan kepada tenaga medis mengenai cara meredakan keluhan ini, termasuk penggunaan obat pereda nyeri yang dijual bebas.
5. Berkeringat Berlebihan di Area Lain
Botox sering digunakan untuk mengatasi keringat berlebih di ketiak. Namun, setelah suntikan, sebagian orang justru mengalami peningkatan keringat di bagian tubuh lain.
Selain itu, rasa nyeri atau perdarahan ringan di area suntikan juga dapat terjadi, meskipun biasanya tidak berlangsung lama.
6. Gangguan pada Mata
Jika botox digunakan untuk mengatasi kedutan mata atau mata juling, perubahan pada penglihatan bisa terjadi setelah perawatan.
Efek samping yang mungkin muncul meliputi kelopak mata turun, mata terasa kering atau iritasi, mata berair, sensitif terhadap cahaya, pembengkakan, hingga penglihatan ganda. Kondisi ini umumnya bersifat sementara, tetapi tetap perlu dipantau.
Baca Juga: 9 Hal yang Terjadi pada Tubuh jika Jarang Olahraga, Apa Saja?
7. Masalah pada Saluran Kemih
Dalam pengobatan kandung kemih yang terlalu aktif, botox disuntikkan di area panggul dan kandung kemih. Efek samping yang dapat terjadi meliputi infeksi saluran kemih, sulit buang air kecil, atau nyeri saat buang air kecil.
Pada kebanyakan kasus, keluhan ini bersifat ringan dan sementara. Namun, jika Anda tidak dapat buang air kecil sama sekali setelah suntikan, segera hubungi tenaga medis untuk mendapatkan penanganan.
Itulah beberapa efek samping botox yang penting diketahui sebelum melakukannya. Semoga membantu.
Selanjutnya: Tekanan Ekspor Bisa Menekan Surplus Neraca Dagang Indonesia di 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News