MOMSMONEY.ID - Ini dia beberapa cara menjaga kesehatan otak agar tetap prima di usia lanjut. Tertarik mencobanya?
Seiring bertambahnya usia, menjaga kesehatan otak menjadi hal yang sama pentingnya dengan merawat kesehatan fisik. Otak berperan besar dalam mengatur ingatan, emosi, kemampuan berpikir, hingga kualitas hidup secara keseluruhan.
Kabar baiknya, penurunan fungsi otak bukanlah sesuatu yang sepenuhnya tak terhindarkan. Gaya hidup dan kebiasaan sehari-hari memiliki pengaruh besar terhadap ketajaman mental di usia lanjut. Dengan langkah yang tepat, otak dapat tetap aktif, fokus, dan berfungsi optimal hingga usia senja.
Baca Juga: 10 Kebiasaan Tidak Sehat yang Harus Dihentikan jika Ingin Panjang Umur
Melansir dari laman Brown Health, di bawah ini beberapa cara menjaga kesehatan otak agar tetap prima di usia lanjut:
1. Konsumsi makanan yang baik untuk otak
Apa yang Anda makan sangat berpengaruh pada kinerja dan kesehatan otak secara keseluruhan. Untuk mendukung fungsi otak, pilih pola makan yang seimbang dan bernutrisi. Masukkan sayur, buah, rempah, kacang-kacangan, serta biji-bijian utuh ke dalam menu harian Anda.
Sebaiknya makanan didominasi oleh bahan nabati, namun tetap boleh mengonsumsi susu, unggas, telur, dan makanan laut dalam jumlah wajar. Daging merah sebaiknya dikonsumsi hanya sesekali.
Kurangi makanan manis dan olahan, lalu pilih makanan yang tinggi protein serta rendah lemak jenuh agar otak tetap sehat dan fokus terjaga.
2. Lakukan olahraga secara rutin
Otak Anda juga membutuhkan olahraga. Berolahraga secara teratur membantu melancarkan aliran darah kaya oksigen ke bagian otak yang berperan dalam proses berpikir. Selain itu, olahraga membantu memperkuat hubungan antar sel otak (sinapsis) yang membuat otak lebih efisien dan mudah beradaptasi.
Anda tidak perlu melakukan olahraga berat. Cukup dengan berjalan kaki 30 menit, mengikuti kelas menari, atau berenang secara rutin sudah sangat bermanfaat. Yang penting, pilih olahraga yang aman dan Anda sukai. Bila perlu, konsultasikan dulu dengan dokter sebelum memulai program latihan baru.
3. Kurangi stres dan kecemasan
Tubuh mampu menangani stres dalam kadar normal, tetapi jika terlalu lama dan berlebihan, stres bisa berdampak buruk pada otak. Stres kronis, kecemasan, dan depresi dapat meningkatkan kadar hormon kortisol dalam tubuh. Jika dibiarkan, hormon ini bisa menumpuk di otak dan mengganggu fungsi kognitif, menyebabkan kabut otak, bahkan merusak sel-sel otak.
Untuk mengatasinya, coba praktikkan meditasi atau mindfulness. Meluangkan waktu sekitar 10 menit setiap hari untuk bermeditasi dapat membantu menurunkan kadar kortisol, membuat pikiran lebih tenang, dan menjaga keseimbangan mental.
Baca Juga: Apakah Membaca Bikin Panjang Umur atau Tidak? Ini Kata Sains
4. Tidur cukup dan berkualitas
Tidur memiliki peran penting dalam menjaga daya ingat, konsentrasi, dan kemampuan berpikir. Saat tidur, otak memproses informasi baru dan menyimpannya dari memori jangka pendek ke jangka panjang.
Selain itu, tidur juga menjadi waktu bagi otak untuk membersihkan diri dari racun seperti beta-amyloid, yaitu protein yang sering ditemukan pada penderita Alzheimer. Jika Anda sering merasa lelah meski sudah tidur atau bergantung pada obat tidur, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mencari solusinya.
5. Kelola kondisi kesehatan dan obat-obatan dengan baik
Penyakit kronis seperti tekanan darah tinggi, jantung, atau diabetes bisa memengaruhi kesehatan otak. Karena itu, penting untuk rutin memeriksakan diri dan mengikuti saran dokter.
Jika Anda perlu mengonsumsi obat, pastikan sesuai dengan petunjuk. Jangan menghentikan obat tanpa berdiskusi dengan dokter, terutama jika merasa tidak cocok atau mengalami efek samping.
Sebelum menambah suplemen atau vitamin baru, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau apoteker agar tidak terjadi interaksi obat yang merugikan.
6. Latih otak dengan hal baru
Mempelajari hal baru adalah salah satu cara terbaik untuk menjaga ketajaman otak. Kegiatan ini membantu membangun koneksi antar sel saraf dan merangsang pertumbuhan sel otak baru.
Anda bisa mencoba belajar bahasa baru, memainkan alat musik, atau menekuni hobi yang belum pernah dilakukan sebelumnya.
Aktivitas seperti membaca buku, bermain teka-teki silang, atau menyelesaikan Sudoku juga bisa membantu melatih daya pikir. Kuncinya adalah melakukan sesuatu yang Anda nikmati agar bisa bertahan dalam jangka panjang.
Baca Juga: 7 Cara agar Panjang Umur Menurut Pakar, Mau Terapkan?
7. Jaga hubungan sosial
Berinteraksi dengan orang lain juga berperan besar dalam menjaga kesehatan otak. Penelitian menunjukkan bahwa hubungan sosial yang kuat dapat menurunkan risiko depresi, menjaga tekanan darah tetap stabil, dan mengurangi kemungkinan terkena demensia.
Luangkan waktu untuk bertemu teman lama, berbicara lewat telepon, atau bergabung dengan komunitas baru. Anda juga bisa ikut kegiatan sukarela atau klub yang sesuai minat untuk menambah koneksi sosial.
Nah, itu tadi beberapa cara menjaga kesehatan otak agar tetap prima di usia lanjut. Semoga bermanfaat.
Selanjutnya: IHSG Fluktuatif, Pasar Waran Terstruktur Tetap Tumbuh Subur
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News