MOMSMONEY.ID - Ternyata ada beberapa makanan sehari-hari yang bisa bikin gampang stres lo. Apa sajakah itu?
Stres sering dianggap hanya berkaitan dengan tekanan pekerjaan, masalah pribadi, atau kurangnya waktu istirahat. Padahal, apa yang Anda konsumsi setiap hari juga dapat memengaruhi kondisi mental dan emosional.
Beberapa jenis makanan ternyata dapat memicu perubahan hormon, meningkatkan peradangan dalam tubuh, hingga memengaruhi kerja sistem saraf yang berhubungan dengan suasana hati.
Ketika tubuh mengonsumsi makanan tertentu secara berlebihan, kadar gula darah dapat naik dan turun dengan cepat. Kondisi ini dapat membuat energi tubuh tidak stabil dan memengaruhi mood.
Selain itu, beberapa makanan juga dapat meningkatkan produksi hormon stres seperti kortisol. Jika terjadi terus-menerus, hal ini dapat membuat seseorang lebih mudah merasa cemas, lelah, atau emosional.
Baca Juga: 7 Penyebab Umum Ingin Makan Manis, Salah Satunya Stres!
Bersumber dari laman Health, di bawah ini beberapa makanan sehari-hari yang bisa bikin gampang stres:
1. Alkohol
Minuman beralkohol dapat memengaruhi sistem saraf pusat, yaitu sistem yang terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang. Sistem ini berperan dalam mengatur pikiran, emosi, gerakan, serta berbagai fungsi organ tubuh.
Konsumsi alkohol dapat meningkatkan kadar kortisol dalam tubuh untuk sementara waktu. Minum dalam jumlah kecil atau sesekali biasanya tidak menimbulkan masalah besar. Namun, konsumsi alkohol secara berlebihan dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon stres yang lebih serius.
Sebuah penelitian pada tahun 2021 yang melibatkan sekitar 9.000 orang menemukan, ada hubungan antara konsumsi alkohol dan kadar kortisol yang lebih tinggi. Meski demikian, beberapa penelitian lain menunjukkan hasil yang berbeda sehingga masih diperlukan penelitian lebih lanjut.
Selain alkohol, faktor gaya hidup lain seperti merokok, pola makan yang kurang sehat, dan kurang tidur juga dapat memengaruhi sistem saraf pusat serta meningkatkan kadar kortisol.
2. Makanan ultra olahan
Banyak makanan yang kita konsumsi sebenarnya telah melalui proses pengolahan. Namun, ada perbedaan besar antara makanan yang diproses secara sederhana dan makanan yang mengalami pengolahan sangat intensif.
Contohnya, kacang almond yang digiling menjadi tepung almond masih tergolong makanan olahan sederhana. Sebaliknya, makanan seperti permen batangan termasuk dalam kategori makanan ultra olahan.
Makanan ultra olahan biasanya dibuat dari gula, pati, dan lemak yang telah dimurnikan. Proses pemurnian ini sering kali mengurangi nutrisi penting seperti serat. Selain itu, makanan tersebut juga sering ditambahkan perasa buatan dan berbagai bahan tambahan yang nilai gizinya rendah.
Jika dikonsumsi terlalu sering, makanan ultra olahan dapat meningkatkan kadar kortisol dan memberi tekanan tambahan pada tubuh. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung.
Baca Juga: 16 Cara Sederhana Mengusir Stres yang Dapat Anda Coba
3. Makanan tinggi gula dan lemak
Makanan manis sering dianggap sebagai “comfort food” karena dapat memberikan rasa nyaman untuk sementara waktu. Hal ini terjadi karena makanan manis dapat menurunkan respons stres tubuh dalam jangka pendek.
Namun, beberapa penelitian menunjukkan, pola makan yang tinggi gula tambahan dan lemak justru dapat meningkatkan kadar kortisol dan memperburuk stres dalam jangka panjang.
Selain itu, konsumsi makanan tinggi gula dan lemak secara terus-menerus juga dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan mental.
4. Makanan gorengan
Makanan yang digoreng biasanya mengandung lebih banyak lemak jenuh, terutama jika dimasak menggunakan lemak babi atau minyak kelapa.
Bahkan ketika menggunakan minyak yang dianggap lebih sehat, seperti minyak alpukat, proses menggoreng dengan suhu tinggi tetap dapat mengubah sebagian lemak menjadi lemak trans. Lemak trans diketahui dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes.
Jumlah lemak trans yang terbentuk dapat berbeda-beda tergantung jenis minyak, suhu penggorengan, serta lamanya proses memasak. Semakin tinggi suhu dan semakin lama makanan digoreng, kemungkinan terbentuknya lemak trans juga bisa meningkat.
Penelitian menunjukkan bahwa lemak trans dapat memicu peradangan tingkat rendah dalam tubuh. Peradangan jenis ini sering kali tidak terlihat, tetapi dapat merusak kesehatan secara perlahan dalam jangka panjang.
Baca Juga: 8 Jenis Buah yang Bisa Meredakan Stres secara Alami
5. Makanan tinggi natrium
Makanan yang mengandung natrium tinggi juga dapat memengaruhi cara tubuh merespons stres. Sama seperti gula tambahan, konsumsi natrium yang berlebihan dapat mengganggu keseimbangan hormon dalam tubuh.
Dalam kondisi normal, peningkatan kadar kortisol dapat membantu memperlambat aktivitas hormon stres lainnya. Namun, sistem ini dapat terganggu jika asupan natrium terlalu tinggi secara terus-menerus.
Akibatnya, tubuh bisa mengalami kesulitan dalam mengatur respons stres dengan baik.
6. Makanan dengan pemanis buatan
Pemanis buatan sering digunakan sebagai pengganti gula dalam berbagai produk makanan dan minuman. Meskipun rendah kalori, konsumsi pemanis buatan secara berlebihan dapat memengaruhi kesehatan usus.
Kesehatan usus memiliki hubungan yang sangat erat dengan sistem saraf dan sistem kekebalan tubuh. Ketika keseimbangan bakteri baik dalam usus terganggu, kondisi ini dapat memicu peradangan dalam tubuh.
Peradangan tersebut juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko gangguan suasana hati, termasuk depresi. Oleh karena itu, menjaga keseimbangan mikrobiota usus menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung kesehatan mental dan kemampuan tubuh dalam menghadapi stres.
Itulah beberapa makanan sehari-hari yang bisa bikin gampang stres. Semoga bermanfaat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News