M O M S M O N E Y I D
Bugar

8 Jenis Buah yang Bisa Meredakan Stres secara Alami

8 Jenis Buah yang Bisa Meredakan Stres secara Alami
Reporter: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Ada beberapa jenis buah yang bisa meredakan stres secara alami, lho. Penasaran? Yuk, cek di sini!

Stres menjadi bagian yang sulit dihindari dalam kehidupan modern. Tuntutan pekerjaan, tekanan sosial, hingga kurangnya waktu istirahat dapat memengaruhi kondisi mental dan fisik secara bersamaan.

Jika dibiarkan, stres tidak hanya menurunkan kualitas hidup, tetapi juga meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, mulai dari gangguan tidur hingga penyakit kronis.

Selain mengatur pola hidup dan mengelola emosi, asupan makanan juga berperan penting dalam membantu tubuh menghadapi stres.

Beberapa jenis buah mengandung vitamin, mineral, dan antioksidan yang dapat mendukung fungsi saraf, menstabilkan hormon stres, serta meningkatkan suasana hati.

Baca Juga: 9 Minuman yang Bisa Meredakan Stres dan Anxiety secara Alami

Melansir dari laman Mega We Care, berikut beberapa jenis buah yang bisa meredakan stres secara alami:

1. Alpukat

Alpukat mengandung asam lemak omega 3 yang membantu mengurangi peradangan dan menurunkan hormon stres kortisol. Buah ini juga kaya polifenol, vitamin C dan E, serta antioksidan yang melindungi tubuh dari radikal bebas.

Seratnya tinggi dan mudah ditemukan, sehingga alpukat bisa menjadi pilihan sehat untuk menjaga ketahanan tubuh terhadap stres.

2. Pisang

Pisang merupakan sumber kalium yang sangat baik untuk menjaga kesehatan otot dan saraf. Nutrisi di dalamnya mampu melindungi sel-sel otak dari kerusakan akibat stres oksidatif.

Pisang juga mengandung triptofan yang diubah tubuh menjadi serotonin, hormon yang membantu meningkatkan mood dan membuat perasaan lebih tenang. Vitamin B6 di dalamnya turut menenangkan sistem saraf.

Survei dari organisasi MIND menemukan bahwa penderita depresi merasa lebih baik setelah mengonsumsi pisang.

3. Kurma

Kurma kaya antioksidan seperti fenolik, flavonoid, dan karotenoid yang berfungsi melawan radikal bebas. Menurut penelitian, kandungan dalam kurma dapat membantu melindungi otak dari peradangan dan stres oksidatif, sekaligus meningkatkan konsentrasi energi sel otak.

Inilah alasan mengapa kurma dipercaya dapat mendukung fungsi otak dan menurunkan kecemasan.

Baca Juga: 10 Rekomendasi Teh Terbaik untuk Meredakan Anxiety dan Stres

4. Buah Citrus

Jeruk, lemon, hingga jeruk bali adalah sumber vitamin C yang penting untuk menurunkan tekanan darah dan kadar kortisol ketika Anda sedang tertekan.

Studi menunjukkan bahwa vitamin C bisa mempercepat pemulihan tubuh dari stres emosional maupun fisik. Asupan vitamin C yang cukup juga membantu menjaga daya tahan tubuh tetap optimal.

5. Apel

Apel mengandung quercetin dan katekin yang merupakan antioksidan kuat dengan efek neuroprotektif. Nutrisi ini membantu merangsang pertumbuhan otak dan meningkatkan kadar dopamin yang berkaitan dengan suasana hati.

Dengan rutin mengonsumsi apel, Anda bisa menjaga kesehatan mental sekaligus mengurangi stres yang berlebihan.

6. Buah Beri

Stroberi, blueberry, raspberry, dan blackberry tidak hanya enak tapi juga kaya antioksidan dan vitamin C. Buah beri membantu tubuh melawan stres serta menjaga sistem kekebalan tetap kuat. Karena rendah kalori, buah ini bisa menjadi camilan sehat yang menenangkan tanpa khawatir menambah berat badan.

Baca Juga: 16 Cara Menghilangkan Stres yang Sederhana Menurut Riset

Itulah beberapa jenis buah yang bisa meredakan stres secara alami. Stres memang tidak bisa dihindari sepenuhnya, tetapi dapat dikendalikan dengan langkah sederhana.

Pola makan sehat yang kaya serat, vitamin, dan antioksidan, terutama dari buah-buahan, terbukti membantu menurunkan ketegangan pikiran.

Buah seperti alpukat, pisang, kurma, jeruk, apel, dan berbagai jenis beri bisa menjadi pilihan alami untuk menjaga suasana hati tetap stabil sekaligus mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh.

 

Selanjutnya: 6 Kebiasaan Sehari-hari yang Tidak Bagus untuk Kesehatan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Update Peringatan Dini BMKG Cuaca Hari (14/4) Jabodetabek Siaga Hujan Sangat Lebat

Update peringatan dini BMKG cuaca hari Selasa (14/4) di Jabodetabek dengan status Siaga hujan sangat lebat di daerah berikut ini.

Buruan Serbu! Promo Krispy Kreme Buy 1 Get 1 Dozen Donat Lebih Hemat Hanya 4 Hari

Donat gratis dari Krispy Kreme siap meramaikan harimu! Promo Buy 1 Get 1 ini berlaku 14-17 April 2026. Jangan sampai ketinggalan!

Apa Itu ADHD? Ketahui Ciri-cirinya pada Anak, Remaja, & Dewasa yang Harus Diwaspadai

Gejala ADHD tak sama di setiap fase hidup. Dari anak sulit fokus hingga dewasa bermasalah hubungan, kenali tandanya untuk dukungan terbaik.

Serum Anti Aging Ini Kunci Glowing Tanpa Kerutan: Kulit Awet Muda

Moms, masalah mata panda hingga jerawat bisa diatasi serum anti aging. Lihat daftar 5 serum anti aging yang transformatif untuk kulit sehatmu.

Film Animasi Garuda di Dadaku Tayang Juni 2026, Indofood Ikut Ambil Bagian

​PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk terlibat dalam kolaborasi film animasi Garuda di Dadaku yang menyasar penonton anak dan keluarga.

HP Vivo Y31d Pro: Tawarkan Kamera AI, Performa Ngebut & Baterai Monster

Membeli Vivo Y31d Pro pekan ini, Anda akan dapat baterai 7000mAh yang awet 6 tahun. Charger 90W siap mengisi daya super cepat. 

Harga Emas Antam Hari Ini Selasa (14/4) Melonjak Rp 45.000, Cek Daftar Selengkapnya

Harga emas Antam di Logam Mulia hari ini Selasa (14/4) melonjak Rp 45.000 dari perdagangan sebelumnya.

BMKG Peringatkan Kemarau Panjang, Masyarakat Diimbau Lakukan 4 Hal Ini

Puncak kemarau panjang El Nino diprediksi Agustus 2026. BMKG berikan strategi mitigasi yang harus Anda lakukan sekarang.

Menu Baru Pizza Hut: Sourdough Pizza Hadir dengan Topping Pilihan Terbaik

Pizza Hut berinovasi dengan Sourdough Pizza, tersedia dalam Authentic & Specialty Toppings. Temukan menu favorit Anda sekarang!

Kemarau Mulai Meluas, Ini Wilayah di Indonesia yang Sudah Alami Musim Kering

Musim kemarau mulai meluas di wilayah Indonesia. BMKG mencatat, per 13 April 2026, 7,8% wilayah Indonesia sudah memasuki musim kemarau.