MOMSMONEY.ID - Di tengah kondisi ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian, emas semakin banyak dipilih masyarakat sebagai salah satu instrumen untuk menjaga nilai aset.
Selain karena sifatnya yang relatif stabil, emas juga dinilai lebih mudah dipahami sebagai bentuk tabungan jangka panjang.
Data Populix Januari 2026 menunjukkan, 80% responden di Indonesia masih menempatkan emas sebagai aset paling dipercaya di tengah situasi ekonomi yang tidak menentu.
Melihat tren tersebut, Public Gold Indonesia menegaskan, fokus perusahaan tidak hanya pada penjualan emas, tetapi juga pada peningkatan literasi masyarakat mengenai fungsi emas sebagai lindung nilai.
Baca Juga: Harga Emas Bullish, Merdeka Copper Gold Percepat Pengembangan Tambang Emas Pani
“Emas tidak hanya untuk dimiliki, tetapi juga dipahami sebagai bagian dari strategi keuangan jangka panjang,” kata Founder dan Executive Chairman Public Gold Group Dato’ Seri Louis Ng yang dikutip dari keterangan resmi Sabtu (6/7) dalam momentum perayaan satu dekade Public Gold Indonesia.
Selama 10 tahun beroperasi di Indonesia, Public Gold mencatat, sekitar 50.000 pelanggan serta ribuan komunitas yang aktif mengedukasi masyarakat tentang emas, mulai dari cara kerja hingga fungsinya sebagai aset proteksi nilai.
Head of Operations Public Gold Indonesia, Febrina Amalia, mengatakan ke depan perusahaan menargetkan perluasan edukasi yang lebih luas seiring meningkatnya minat masyarakat, terutama generasi muda.
“Target kami bukan hanya pertumbuhan pelanggan, tapi membangun pemahaman yang lebih kuat tentang emas sebagai aset jangka panjang,” ujarnya.
Sejalan dengan itu, emas juga mulai dipandang bukan hanya sebagai aset investasi, tetapi juga bagian dari perencanaan keuangan rumah tangga untuk menjaga nilai kekayaan di tengah inflasi dan ketidakpastian ekonomi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News