MOMSMONEY.ID - Penanganan gangguan tulang dan sendi ke depan diperkirakan semakin bergeser ke arah pendekatan yang lebih terintegrasi, tidak hanya berfokus pada tindakan operasi, tetapi juga mencakup diagnosis, terapi, hingga rehabilitasi pasien secara menyeluruh.
Gambaran perkembangan ini turut dibahas dalam Siloam Orthovolution 2026 yang digelar oleh Siloam Hospitals Mampang, sebagai forum yang mempertemukan tenaga medis untuk membahas perkembangan penanganan orthopaedi, termasuk pemanfaatan teknologi dalam tindakan medis.
Presiden Direktur Siloam International Hospitals David Utama mengatakan, perkembangan layanan orthopaedi saat ini menekankan kolaborasi multidisiplin dan inovasi teknologi untuk meningkatkan hasil penanganan pasien.
Baca Juga: 5 Manfaat Magnesium untuk Tubuh: Tulang Kuat, Diabetes Minggat, Jantung Sehat
“Fokusnya adalah memperkuat keunggulan klinis, inovasi teknologi, dan kolaborasi multidisiplin agar hasil penanganan pasien semakin optimal,” ujarnya dalam keterangan resmi Minggu (7/6).
Di sisi teknologi, penanganan orthopaedi kini didukung berbagai metode seperti bedah minimal invasif, navigasi bedah, hingga bantuan robotik, serta pengembangan terapi regeneratif seperti stem cell dan orthobiologics.
Namun, pendekatan non-operatif tetap menjadi bagian penting dalam banyak kasus. Founder Siloam Hospitals Mampang Henry Suhendra menegaskan, rehabilitasi dan terapi konservatif juga berperan besar dalam pemulihan pasien.
“Tidak semua kondisi harus diselesaikan dengan operasi. Rehabilitasi terarah, terapi konservatif, dan pemantauan berkelanjutan juga penting dalam membantu pasien kembali beraktivitas,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News