M O M S M O N E Y I D
Santai

5 Tradisi Sambut Tahun Baru Hijriyah di Indonesia, Penuh Makna & Akulturasi Budaya

5 Tradisi Sambut Tahun Baru Hijriyah di Indonesia, Penuh Makna & Akulturasi Budaya
Penulis: Widya Oktaviana  |  Editor: Widya Oktaviana


MOMSMONEY.ID - Tahun Baru Hijriyah menjadi panggung akulturasi budaya di Indonesia. Intip 5 tradisi unik dari berbagai daerah dalam menyambut momen sakral ini.

Tahun Baru Hijriyah bukan sekadar pergantian angka dalam kalender Islam. Lebih dari itu, momen sakral setiap 1 Muharam ini menjadi pengingat akan peristiwa agung hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah, sebuah simbol perjuangan, pengorbanan, dan harapan. 

Umat Islam di seluruh dunia menyambutnya dengan suka cita, memperbanyak doa, puasa sunnah, serta merenungi perjalanan spiritual masing-masing.

Baca Juga: Mundur Sehari, PBNU Umumkan Awal Bulan Muharam Jatuh pada Rabu 17 Juni 2026

Namun, di Indonesia, kemeriahan Tahun Baru Hijriyah tidak hanya terasa di masjid dan musala melalui zikir atau pengajian saja. Tetapi juga tumbuh dalam ragam tradisi lokal yang diwariskan secara turun-temurun. 

Semua tradisi unik ini sarat akan makna. Di mana mampu membersihkan hati, mensyukuri nikmat, dan merajut kebersamaan lintas generasi.

Berikut beberapa tradisi unik menyambut Tahun Baru Hijriyah di Indonesia yang perlu Anda ketahui, dikutip dari uici.ac.id:

Baca Juga: Berlibur ke Dubai, Ini 5 Tradisi Uni Emirat Arab yang Wajib Diketahui

1. Mubeng beteng

Mubeng beteng adalah tradisi menyambut Tahun Baru Hijriyah yang dilaksanakan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Biasanya tradisi ini dilakukan pada malam 1 Suro oleh warga Kraton hingga masyarakat umum.

Dalam ritual ini, peserta akan mengelilingi Kraton Yogyakarta tanpa berbicara. Di momen ini sangat terasa keheningannya dalam tapa bisa.

Di mana mencerminkan perenungan dan refleksi diri akan awal tahun baru Hijriyah.

2. Kirab kebo bule

Tetangga dari Yogyakarta, yakni Solo juga memiliki tradisi menyambut Tahun Baru Hijriyah yang sudah turun-temurun dilakukan.

Tradisi itu adalah kirab kebo bule pada malam 1 Suro atau 1 Muharam. Di mana akan ada arak-arakan kerbau albino yang dianggap sebagai pusaka kraton.

Tradisi ini sudah ada sejak zaman Sultan Agung dengan memadukan antara dakwah Islam dan adat Jawa. Adanya kirab adalah bentuk penghormatan pada sejarah dan budaya lokal.

Baca Juga: 4 Tradisi Imlek untuk Menarik Keberuntungan yang Masih Populer

3. Bubur suro

Tradisi berikutnya adalah bubur suro yang ada di sebagian Jawa Tengah dan di daerah Jawa Barat. Tradisi ini hadir untuk menandakan datangnya Tahun Baru Islam dengan pembuatan bubur suro.

Bubur ini berwarna merah dan putih yang diolah oleh warga secara gotong royong. Kemudian, bubur akan dibawa ke masjid untuk dinikmati bersama-sama. 

Bubur suro memiliki makna yang dalam, yakni simbol rasa syukur dan menguatkan tali silaturahmi antarwarga.

4. Ngadulang

Pernahkah Anda mendengar tradisi ngadulang? Ya, tradisi ini ada di Sukabumi, Jawa Barat untuk menyambut datangnya Tahun Baru Islam. 

Ngadulang adalah sebuah pertunjukan tanah bedug yang menggema di sudut kota. Bahkan, pemerintah juga kerap melombakan tabuh bedug untuk merayakan Tahun Baru Islam. 

Suara dari tabuhan bedug inilah yang menunjukkan suasana suka cita dan panggilan spiritual.

Baca Juga: 5 Tradisi Menjelang Imlek yang Bawa Hoki Besar & Jadwal Libur Imlek 2026

5. Pawai obor

Tradisi pawai obor menjadi tradisi menyambut Tahun Baru Hijriyah yang banyak dilakukan di beberapa daerah di Indonesia.

Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa berkumpul mengenakan pakaian muslim, lalu membawa obor dan menyusuri jalan bersama-sama.

Selama berjalan, mereka juga sambil melantunkan sholawat dan pujian untuk Nabi Muhammad SAW. Tradisi ini sangat meriah dengan membawa semangat keislaman dan kebersamaan.

Tahun Baru Hijriyah di Indonesia bukanlah sekadar hari libur, melainkan panggung akulturasi Islam dan budaya lokal yang terus hidup. Sebuah perayaan iman yang tak pernah kehilangan akar buminya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Ingin Merangsang Kolagen Alami Kulit? Kenali Perawatan Berbasis PLLA

​Stimulasi kolagen menjadi salah satu pendekatan dalam perawatan estetika untuk membantu menjaga elastisitas dan kekencangan kulit.

8 Barang di Ruang Tamu yang Perlu Disingkirkan biar Rumahmu Betah Seharian

8 barang di ruang tamu ini ternyata bisa membuat rumah terasa sempit dan kurang nyaman lo. Simak apa saja yang perlu disingkirkan.

5 Target Kebebasan Finansial yang Bisa Dipersiapkan Buat Masa Depan Nanti

Bukan cuma soal banyak uang, lima target ini bisa membantu Anda membangun kebebasan finansial secara bertahap dan praktis.

Angkat Potensi Lokal ke Kelas Dunia, Roemah Koffie Hadirkan Konsep Omakase

Konsep omakase dihadirkan di Roemah Koffie berakar dari keyakinan Indonesia memiliki kekayaan komoditas kopi yang luar biasa.

Viva Cosmetics Perbarui Tampilan, Ini Produk yang Lebih Dulu Berubah

​Milk Cleanser dan Face Tonic menjadi produk pertama yang tampil dengan identitas baru Viva Cosmetics setelah rebranding.

Tren Kuliner Asyik tapi Mengancam, Kenali 5 Bahaya Mukbang bagi Kesehatan Anda

Suka menonton aksi makan porsi besar? Waspadai bahaya mukbang yang dapat memicu masalah pencernaan, obesitas, hingga gangguan fungsi otak.

Era AI, Pekerja Perlu Terus Asah Keahlian agar Tetap Relevan

​Perkembangan AI membuat kebutuhan skill pekerja ikut berubah. Kemampuan analitis, berpikir kritis, hingga literasi AI makin dibutuhkan

5 Cara Menimbang Berat Badan yang Tepat agar Hasilnya Akurat, Disarankan Pagi Hari

Hasil timbangan sering berbeda setiap hari? Pelajari cara menimbang berat badan yang benar mulai dari waktu terbaik hingga pemilihan alatnya.

Komunitas Bisa Menjadi Ajang Perkuat Ekonomi Kreatif

Mempertemukan komunitas dengan para pelaku ekonomi kreatif dan penggemar seperti Pesta Warga Duniaku bisa perkuat ekonomi kreatif.

6 Daerah di Jabodetabek Ini Hujan Lebat, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (29/9)

Peringatan dini BMKG cuaca besok Selasa (29/9), Waspada hujan lebat di daerah Jabodetabek berikut ini.