MOMSMONEY.ID - Tahun Baru Imlek bukan sekadar perayaan pergantian kalender lunar, melainkan momen sakral yang dipenuhi dengan simbolisme dan harapan akan nasib baik.
Bagi masyarakat Tionghoa, hari-hari awal di Tahun Baru Imlek adalah waktu yang sangat krusial untuk menentukan warna keberuntungan mereka selama 12 bulan ke depan.
Tak heran, banyak tradisi dilakukan dengan penuh ketelitian demi mengusir nasib buruk dan menyambut energi positif.
Baca Juga: Memilih Cat yang Tepat Jadi Tantangan, WarnaGo Buka Gerai di Tangerang
Melansir Britannica, National Geographic, dan The University of Sydney, berikut adalah 4 tradisi Imlek untuk menarik keberuntungan yang paling esensial dan sarat akan makna.
1. Membersihkan rumah
Tradisi membersihkan rumah secara total dilakukan beberapa hari sebelum malam Tahun Baru Imlek. Mengutip dari Britannica, masyarakat Tionghoa percaya bahwa debu dan kotoran adalah simbol dari nasib buruk atau kegagalan yang menumpuk dari tahun sebelumnya.
Dengan menyapu dan mengepel seluruh sudut rumah, Anda dianggap telah membuang kemalangan dan memberikan ruang kosong bagi keberuntungan baru untuk masuk.
Namun, satu hal yang sangat penting adalah larangan menyapu tepat di hari pertama Imlek. Pasalnya, hal ini dipercaya dapat menyapu keluar keberuntungan yang baru saja tiba.
2. Menghias rumah dengan ornamen serba merah
Warna merah mendominasi setiap sudut perayaan Imlek bukan tanpa alasan. Dalam mitologi Tiongkok, merah adalah warna yang paling ditakuti oleh Nian, monster legendaris yang muncul di awal tahun.
Selain sebagai penolak bala, warna merah juga melambangkan vitalitas, kebahagiaan, dan kemakmuran.
Memasang Chun Lian (puisi keberuntungan di pintu), lampion, dan potongan kertas dekoratif berwarna merah dipercaya dapat menarik energi positif (Qi) serta memastikan rumah tersebut dipenuhi dengan berkah sepanjang tahun.
Baca Juga: Bukan Sembarang Profesi! Hanya 99 Jenis Pekerjaan Ini yang Resmi Tercatat di KTP
3. Menyajikan makanan simbolis pembawa hoki
Makan malam keluarga di malam Imlek adalah momen terpenting, di mana hidangan yang disajikan dipilih berdasarkan maknanya.
Beberapa makanan wajib memiliki filosofi khusus. Ikan (Yu) wajib ada karena pelafalannya mirip dengan kata "surplus" atau "sisa lebih", yang melambangkan harapan agar rezeki selalu berlebih.
Selain ikan, pangsit (Jiaozi) yang bentuknya menyerupai batangan emas kuno disajikan sebagai simbol kekayaan. Dan, mi panjang umur yang tidak boleh diputus saat dimakan sebagai doa untuk kesehatan yang abadi.
4. Membagikan angpao untuk kelancaran rezeki
Tradisi memberikan amplop merah berisi uang atau Angpao adalah salah satu cara untuk menyebarkan keberuntungan di hari Imlek.
Praktik ini biasanya dilakukan oleh mereka yang sudah menikah kepada anak-anak atau kerabat yang lebih muda. Secara filosofis, bukan jumlah uangnya yang paling penting, melainkan warna merah pada amplopnya yang dipercaya membawa energi perlindungan dan keberuntungan.
Dengan memberi, si pemberi dipercaya akan mendapatkan kelancaran rezeki. Sementara itu, si penerima didoakan agar tumbuh sehat dan sukses dalam studinya.
Keempat tradisi di atas membuktikan bahwa Imlek adalah perpaduan harmonis antara harapan, rasa syukur, dan penghormatan terhadap leluhur. Melakukan tradisi ini bukan hanya tentang mengikuti kebiasaan kuno, tetapi tentang memperkuat ikatan keluarga dan membangun optimisme untuk menghadapi tahun yang baru.
Selanjutnya: Mensos Ungkap 54 Juta Warga Miskin Belum Terima Bantuan BPJS Kesehatan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News