MOMSMONEY.ID - Tren warna sprei 2026 mulai berubah. Simak lima pilihan warna yang dinilai sudah ketinggalan zaman dan alternatif yang lebih modern.
Memilih sprei kini bukan hanya soal bahan yang nyaman, tetapi juga menentukan suasana kamar tidur secara keseluruhan. Di Indonesia, tren interior rumah minimalis masih berkembang, namun pilihan warna mulai bergeser mengikuti selera yang lebih hangat dan personal.
Melansir dari The Spruce, sejumlah desainer interior menilai beberapa warna dan motif sprei yang dulu populer kini mulai kehilangan pesonanya memasuki 2026.
Pergeseran tren ini bisa menjadi inspirasi bagi siapa saja yang ingin menyegarkan tampilan kamar tanpa harus mengeluarkan banyak biaya.
"Orang kini lebih menyukai tampilan yang terasa santai dengan memadukan warna dan motif yang saling melengkapi," ujar Meghan Jay, pendiri Meghan Jay Design.
Baca Juga: 4 Tren Renovasi Rumah yang Mulai Ditinggalkan, Pilih Konsep yang Tahan Lama
Mengapa warna sprei ikut memengaruhi suasana kamar?
Sprei merupakan salah satu elemen yang paling mencuri perhatian di dalam kamar tidur. Karena ukurannya cukup besar, pilihan warna dapat membuat ruangan terasa lebih terang, hangat, luas, atau justru terlihat suram.
Tren desain interior sepanjang 2026 menunjukkan bahwa kamar tidur semakin mengarah pada konsep yang nyaman, sederhana, dan memiliki karakter. Oleh karena itu, beberapa warna yang sebelumnya menjadi favorit kini mulai ditinggalkan.
Warna sprei yang mulai dianggap ketinggalan zaman
1. Abu abu dan putih polos
Warna abu abu dan putih memang identik dengan gaya minimalis. Namun, menurut para desainer, kombinasi ini kini terasa terlalu dingin dan kurang memberikan kesan hidup pada kamar.
Sebagai gantinya, nuansa hangat seperti terakota, oranye bata, atau krem lembut mulai banyak dipilih karena mampu menciptakan suasana yang lebih nyaman.
2. Set perlengkapan tidur yang serba sama
Menggunakan sprei, bantal, dan selimut dengan warna yang benar benar identik tidak lagi menjadi tren utama.
Kini, memadukan beberapa warna yang masih senada justru membuat tampilan kamar terlihat lebih alami dan memiliki karakter.
3. Warna gelap yang mendominasi
Hijau tua, merah bata, hingga biru gelap memang memberi kesan elegan. Namun jika digunakan sebagai warna utama sprei, tampilannya bisa terasa berat dan membuat kamar terlihat lebih redup.
Warna seperti ini lebih cocok dijadikan aksen pada dinding atau dekorasi, sementara sprei menggunakan warna yang lebih lembut agar ruangan tetap seimbang.
4. Motif yang terlalu ramai
Sprei dengan corak besar dan memenuhi seluruh permukaan kain mulai jarang dipilih karena membuat kamar terlihat penuh.
Sebaliknya, motif sederhana dengan sentuhan klasik yang lebih halus diprediksi menjadi pilihan favorit sepanjang 2026.
Baca Juga: Tips Menjaga Loteng Tetap Sejuk saat Cuaca Panas biar Rumahmu Nyaman
5. Motif klasik yang terlalu formal
Motif bunga atau kotak kotak sebenarnya tidak pernah benar benar hilang. Namun, tampilannya perlu disesuaikan dengan gaya masa kini agar tidak memberi kesan kuno.
Desain yang lebih ringan, simpel, dan modern membuat motif klasik tetap relevan digunakan di berbagai konsep kamar tidur.
Tips memilih sprei agar kamar terasa lebih modern
- Berikut beberapa cara sederhana yang bisa diterapkan.
- Pilih warna netral dengan sentuhan warna hangat.
- Padukan beberapa warna yang masih serasi.
- Gunakan motif sederhana agar kamar terlihat lebih lega.
- Tambahkan bantal dekorasi sebagai pemanis ruangan.
- Sesuaikan warna sprei dengan pencahayaan alami di kamar.
Tren warna sprei pada 2026 menunjukkan bahwa kenyamanan dan estetika kini berjalan beriringan. Kamar tidur tidak lagi mengandalkan warna yang terlalu polos atau gelap, melainkan mengutamakan kombinasi warna yang terasa hangat, segar, dan lebih personal.
Memilih sprei yang sesuai tren sekaligus selaras dengan karakter ruangan, suasana kamar dapat berubah menjadi lebih nyaman tanpa perlu melakukan renovasi besar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News