MOMSMONEY.ID - Olahraga secara teratur merupakan salah satu pilar utama untuk menjaga kebugaran, memperkuat sistem imun, serta menjaga kesehatan mental dari tekanan aktivitas sehari-hari.
Banyak dari kita yang berusaha menyelipkan jadwal olahraga di sela-sela kesibukan, baik itu di pagi buta, saat istirahat makan siang, hingga larut malam sebelum tidur. Namun, dalam dunia kebugaran dan medis, olahraga tidak bisa dilakukan sembarangan tanpa memperhatikan waktu biologis tubuh.
Melakukan aktivitas fisik dengan intensitas tinggi pada waktu yang tidak tepat justru dapat berbalik merusak tubuh, memicu cedera, hingga mengganggu sistem metabolisme.
Baca Juga: Risiko Rambut Rontok, Mengapa Cat Rambut Permanen Bikin Batang Rambut Rapuh?
Efektivitas olahraga sangat dipengaruhi oleh suhu inti tubuh, kadar hormon, dan sistem pencernaan yang fluktuatif sepanjang hari. Memahami waktu-waktu kritis ini sangat penting agar niat baik Anda untuk hidup sehat tidak berubah menjadi petaka.
Jangan lupa dicatat, inilah 4 waktu terburuk untuk olahraga yang wajib Anda hindari sebagaimana dilansir dari Mayo Clinic dan Healthline.
1. Sesaat Setelah Mengonsumsi Makanan Berat dalam Porsi Besar
Salah satu kesalahan yang paling sering dilakukan adalah memaksakan diri berolahraga sesaat setelah menyantap makanan berat, seperti nasi lengkap dengan lauk-pauknya.
Secara biologis, setelah Anda makan, tubuh akan mengarahkan sebagian besar volume aliran darah ke organ pencernaan (lambung dan usus) untuk membantu memecah nutrisi.
Jika Anda langsung berolahraga, otot-otot tubuh akan menuntut pasokan darah dan oksigen secara instan. Akibatnya, terjadi perebutan aliran darah yang memicu gangguan pencernaan parah seperti kram perut yang menyiksa, mual, muntah, hingga refluks asam lambung (GERD).
Para pakar menyarankan untuk memberikan jeda minimal 2 hingga 3 jam setelah makan berat, sebelum Anda mulai melakukan aktivitas fisik intens.
2. Menjelang Waktu Tidur (Di Atas Jam 9 Malam)
Bagi masyarakat perkotaan yang sibuk, berolahraga di gym atau berlari di malam hari sering kali menjadi pilihan terakhir.
Namun, berolahraga dengan intensitas tinggi di atas jam 9 malam atau kurang dari 2 jam sebelum tidur adalah waktu yang sangat buruk bagi sistem saraf Anda.
Aktivitas fisik yang berat akan memicu lonjakan hormon kortisol dan adrenalin, meningkatkan detak jantung, serta menaikkan suhu inti tubuh secara drastis.
Kondisi ini bertentangan dengan siklus alami tubuh yang seharusnya mulai menurunkan suhu dan memproduksi melatonin (hormon tidur) di malam hari. Akibatnya, Anda akan mengalami kesulitan untuk terpejam, kualitas tidur terganggu, dan terbangun dalam kondisi lelah keesokan harinya.
Baca Juga: 4 Tips Clean Makeup ala Korea Anti Dempul, Cocok buat Ngantor dan Hangout
3. Saat Tubuh Kurang Tidur atau Kelelahan Kronis
Ketika Anda hanya tidur selama 3 atau 4 jam karena tuntutan pekerjaan atau begadang, maka memaksakan diri untuk tetap berolahraga keesokan harinya bukanlah tindakan yang bijak.
Saat tubuh kekurangan tidur, tingkat fokus, koordinasi motorik, dan kekuatan otot Anda berada pada titik terendah.
Memaksakan diri mengangkat beban atau berlari dalam kondisi mengantuk akan secara drastis meningkatkan risiko cedera otot, keseleo, hingga kecelakaan fatal akibat hilangnya konsentrasi.
Selain itu, kurang tidur dapat meningkatkan kadar hormon stres di dalam tubuh. Menambah beban fisik berupa olahraga berat di saat tubuh belum pulih justru akan menurunkan sistem kekebalan tubuh dan membuat Anda jadi lebih mudah sakit.
4. Siang Hari Saat Matahari Bersinar Terik
Melakukan olahraga di luar ruangan seperti berlari atau bersepeda di antara jam 11 siang hingga jam 2 siang (saat matahari berada di titik tertinggi) adalah waktu yang harus dihindari.
Di waktu ini, indeks sinar ultraviolet (UV) berada pada level berbahaya yang dapat merusak kulit Anda.
Selain itu, suhu lingkungan yang sangat panas akan memaksa tubuh bekerja berkali-kali lipat lebih keras untuk mendinginkan diri.
Olahraga di tengah cuaca panas ekstrem tanpa hidrasi yang sangat ketat dapat memicu dehidrasi instan, kram panas (heat cramps), kelelahan karena panas, hingga kondisi fatal yang mengancam nyawa yaitu serangan panas (heat stroke) di mana tubuh kehilangan kemampuan untuk mengatur suhunya sendiri.
Itulah 4 waktu terburuk untuk olahraga. Guna mendapatkan manfaat optimal dari olahraga tanpa merusak tubuh, pilihlah waktu di mana suhu tubuh dan energi Anda berada di titik ideal. Ini meliputi pagi hari (jam 6 hingga jam 8) setelah tubuh terhidrasi atau sore hari (jam 4 hingga jam 6) ketika kekuatan otot berada di puncaknya.
Jika Anda terpaksa harus berolahraga di malam hari, batasi hanya pada latihan intensitas rendah seperti yoga, peregangan ringan, atau jalan santai yang justru dapat membantu merilekskan otot-otot yang tegang dan mempermudah Anda untuk tidur nyenyak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News