M O M S M O N E Y I D
Keluarga

4 Jenis Suplemen yang Sebaiknya Tidak Dikonsumsi, Salah Satunya Suplemen Diet

Penulis: Ana Risma  |  Editor: Ana Risma


MOMSMONEY.ID - Berniat untuk mencoba suplemen? Ketahui dulu 4 jenis suplemen yang sebaiknya tidak dikonsumsi berikut ini.

Suplemen bisa jadi solusi praktis saat Anda kekurangan nutrisi tertentu. Selain mudah untuk dikonsumsi, suplemen juga cenderung mudah ditemukan.

Jangan asal minum, pastikan Anda memilih suplemen yang sudah memiliki izin BPOM. Anda juga perlu tahu suplemen apa saja yang boleh dan tidak dikonsumsi.

Baca Juga: 9 Langkah Menyusun Rencana Harta Waris di 2025 agar Aset Terbagi Rapi dan Adil

Melansir EatingWell, ada 4 jenis suplemen yang sebaiknya tidak dikonsumsi. Apa saja? Berikut daftarnya.

1. Suplemen diet

Suplemen yang sebaiknya tidak dikonsumsi pertama adalah suplemen diet.

Tinjauan tahun 2021 mengamati 315 uji klinis dan menemukan bahwa suplemen diet tidak menghasilkan banyak efek penurunan berat badan di antara peserta, bahkan tidak sama sekali.

Jika suplemen diet terasa berhasil pada Anda, efeknya hanya akan bertahan selama Anda mengonsumsi suplemen tersebut.

Sebaiknya, fokuslah pada gaya hidup dan pola makan sehat serta olahraga teratur. Ini adalah pilihan yang jauh lebih baik jika Anda ingin menurunkan berat badan dalam jangka panjang.

2. Suplemen kafein

Suplemen yang sebaiknya tidak dikonsumsi kedua adalah suplemen kafein.

Jika Anda sedang mengonsumsi obat apapun, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mencoba suplemen baru. Begitu banyak nutrisi yang memengaruhi obat yang berbeda, dan hal ini sering kali tidak ditampilkan pada kemasan suplemen.

Misalnya, vitamin K dapat memengaruhi obat pengencer darah seperti Warfarin. Dan, orang yang mengonsumsi Warfarin perlu memantau asupan vitamin K mereka dengan cermat.

Dalam kasus ini, suplemen vitamin K tidak akan aman bagi seseorang yang mengonsumsi obat seperti Warfarin. Itulah mengapa penting untuk berbicara dengan dokter sebelum memulai sesuatu yang baru, meskipun itu hanya vitamin atau mineral dengan satu bahan.

Baca Juga: Pancaroba Datang, Ini Tips Jaga Kesehatan dari Halodoc

3. Suplemen dosis tinggi

Suplemen yang sebaiknya tidak dikonsumsi ketiga adalah suplemen dosis tinggi.

Kebanyakan suplemen vitamin dan mineral memiliki "batas atas yang dapat ditoleransi" (UL). Ini adalah asupan harian maksimum yang tidak mungkin menyebabkan efek samping.

Melebihi batas tersebut dapat menciptakan konsentrasi nutrisi yang terlalu tinggi dalam tubuh dan menyebabkan efek kesehatan yang merugikan. Terutama untuk vitamin yang larut dalam lemak (seperti A, D, E, dan K) atau logam berat (seperti zat besi, tembaga, dan zinc).

Inilah mengapa penting untuk melakukan sedikit riset dan memiliki gambaran spesifik tentang apa yang Anda inginkan sebelum membeli suplemen. Lewati suplemen dosis tinggi dan pilihlah suplemen yang dapat membantu Anda mengisi kekurangan nutrisi tanpa berlebihan.

4. Suplemen kafein

Suplemen yang sebaiknya tidak dikonsumsi keempat adalah suplemen kafein.

Kafein bisa dibilang sebagai obat paling populer di dunia. Jika dikonsumsi dalam jumlah sedang, kafein dapat memberikan beberapa manfaat kesehatan.

Minuman berkafein seperti kopi dan teh mengandung banyak antioksidan dan senyawa anti-inflamasi, yang dapat memberikan tambahan energi dan nutrisi.

Sementara itu, suplemen kafein dosis tinggi cenderung mudah dikonsumsi dan biasanya mengandung 2-3 kali lebih banyak kafein per pil daripada secangkir kopi 8 ons. Ini mungkin lebih banyak daripada yang biasanya Anda konsumsi dalam sekali minum.

Selain gemetar, cemas, dan gelisah dalam jangka pendek, mengonsumsi kafein berlebihan secara teratur dapat mengganggu kesehatan mental. Juga, memperburuk kondisi medis tertentu seperti penyakit jantung dan diabetes serta dapat berdampak negatif pada tidur Anda.

Jika Anda merasa lelah di jalan atau dalam keadaan mendesak, pilihlah kafein dalam bentuk lain seperti kopi atau minuman berenergi dan hindari suplemen kafein karena bisa memicu gelisah.

Itulah 4 jenis suplemen yang sebaiknya tidak dikonsumsi. Selain suplemen-suplemen di atas, hindari juga suplemen yang tidak memiliki izin BPOM alias suplemen abal-abal. Semoga bermanfaat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Inovasi Cokelat Rasa Rendang Supaya Bisa Langsung Nendang ke Pasar Global

Upaya Terve Chocolate bisa menembus pasar global dengan menampilkan rasa cokelat yang punya cita rasa Nusantara.

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (22/10), Hujan Lebat Masih Turun di 4 Provinsi Ini

BMKG memberikan peringatan dini cuaca besok Kamis 22 Oktober 2026 dengan status Siaga hujan sangat lebat dan Waspada hujan lebat di provinsi ini.

Seluruh Wilayah Diprediksi Berawan, Ini Prakiraan Cuaca Jawa Barat Besok (22/7)

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Barat didominasi berawan pada Kamis (22/10) dan Jumat (23/10), dengan suhu hingga 38°C.

Melepas Penat di Pulau Dewata, Dari Mendaki Gunung Batur Hingga Melukat di Ubud

Data Airbnb yang menunjukkan, nature dan outdoor menjadi kategori Experience paling populer di Bali.  

Cerah di Semua Wilayah, Cek Cuaca Yogyakarta Besok (22/10)

BMKG memprakirakan seluruh wilayah DIY cerah pada Kamis (22/10). Suhu tertinggi mencapai 33°C di Kota Yogyakarta.  

Ebola Bundibugyo Menyebar di 5 Negara, Afrika dalam Tingkat Kesiapsiagaan Tinggi

Nigeria menjadi negara kelima yang mendeteksi Ebola Bundibugyo sejak wabah penyakit ini dinyatakan terjadi di Republik Demokratik Kongo.

Hujan Ringan Akan Turun di Wilayah Ini, Cek Cuaca Jawa Tengah Besok (22/10) dan Lusa

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Tengah didominasi berawan pada Kamis (22/10) dan Jumat (23/10), dengan suhu hingga 36°C.  

Cek Cuaca Sumatera Selatan Besok (22/10) Didominasi Udara Kabur, Suhu Mencapai 37°C

Cuaca Sumatera Selatan besok diprakirakan didominasi udara kabur. Suhu di sejumlah daerah berpotensi mencapai 37°C. Simak prakiraan lengkapnya

Waspada Hujan Petir Wilayah Ini, Cek Cuaca Sumatera Barat Besok (22/10)

BMKG memprakirakan hujan petir di Pasaman Barat pada Kamis (22/10). Sejumlah daerah lain berpotensi hujan ringan dan udara kabur.

Menekan Limbah Tekstil, Setali Indonesia Dorong Pengolahan dan Daur Ulang Pakaian

CEO Setali Indonesia, Gema Minang mengungkapkan bahwa meningkatnya daya beli masyarakat turut mendorong konsumsi pakaian.