M O M S M O N E Y I D
Bugar

13 Bahaya Terlalu Banyak Makan Gula bagi Tubuh, Cek di Sini

Penulis: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Jangan berlebihan! Ini, lho, bahaya terlalu banyak makan gula bagi tubuh. Apa saja, ya?

Gula memang memberikan rasa manis yang membuat banyak orang menyukainya. Dari kue, minuman, hingga camilan, gula hampir selalu hadir. Namun, terlalu banyak gula dalam jangka panjang bisa memberikan dampak serius bagi kesehatan.

Tubuh memiliki batas toleransi terhadap asupan gula, dan jika melampauinya, berbagai gangguan mulai bermunculan. Mengendalikan konsumsi gula tambahan adalah salah satu kunci untuk menjaga tubuh tetap sehat.

Baca Juga: 4 Minuman Penurun Gula Darah yang Paling Efektif Menurut Ahli

Melansir dari laman Web MD, berikut ini beberapa bahaya terlalu banyak makan gula bagi tubuh:

1. Penambahan berat badan

Minuman manis adalah salah satu sumber gula tambahan terbesar. Menurut penelitian, jika Anda minum satu kaleng soda setiap hari tanpa mengurangi asupan kalori lain, dalam tiga tahun berat badan Anda bisa naik hingga 7 kilogram. Kenaikan berat badan berlebih ini berisiko memicu penyakit serius seperti diabetes dan beberapa jenis kanker.

2. Penyakit jantung

Satu dari sepuluh orang Amerika mendapatkan seperempat atau lebih dari total kalori hariannya hanya dari gula tambahan.

Sebuah studi menemukan bahwa orang dengan pola makan seperti itu memiliki risiko dua kali lipat meninggal akibat penyakit jantung dibandingkan mereka yang mengonsumsi gula lebih sedikit.

Para ahli menduga gula berlebih dapat meningkatkan tekanan darah serta kadar lemak dalam darah, yang kemudian memicu serangan jantung dan stroke.

3. Diabetes

Konsumsi makanan atau minuman manis secara rutin bisa meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Hal ini terjadi karena kadar gula yang tinggi dalam darah membuat tubuh memproduksi insulin lebih sedikit atau membuat insulin tidak bekerja optimal.

Menurut para ahli, menurunkan berat badan sekitar 5 hingga 7 kilogram dapat membantu tubuh mengendalikan gula darah dengan lebih baik.

4. Tekanan darah tinggi

Selama ini garam sering dituding sebagai penyebab hipertensi. Namun beberapa peneliti menilai gula justru bisa menjadi faktor yang lebih berbahaya.

Lonjakan insulin akibat gula berlebih dapat membuat pembuluh darah menjadi kaku serta menyebabkan ginjal menahan air dan natrium, yang akhirnya meningkatkan tekanan darah.

5. Kolesterol tinggi

Pola makan tinggi gula terbukti merugikan kesehatan jantung, bahkan pada orang dengan berat badan normal.

Konsumsi gula berlebih bisa meningkatkan kolesterol jahat atau LDL, menurunkan kolesterol baik atau HDL, serta menaikkan kadar trigliserida dalam darah. Kondisi ini jelas memperbesar risiko penyakit kardiovaskular.

Baca Juga: 12 Daftar Buah Rendah Gula Rekomendasi dari Ahli

6. Penyakit hati

Banyak makanan dan minuman kemasan dimaniskan dengan fruktosa, sejenis gula sederhana. Hati akan mengubah fruktosa menjadi lemak. Jika dikonsumsi berlebihan, lemak akan menumpuk di organ ini dan memicu penyakit hati berlemak non-alkohol.

Pada tahap awal, kondisi ini bisa diatasi dengan perubahan pola makan, tetapi dalam jangka panjang dapat menyebabkan peradangan dan kerusakan hati permanen.

7. Gigi berlubang

Gula adalah sumber makanan utama bagi bakteri di mulut. Bakteri ini menghasilkan asam yang merusak lapisan pelindung gigi atau enamel.

Minuman manis, permen, cokelat, hingga buah kering bisa memperburuk kondisi ini. Untuk mencegah kerusakan, sebaiknya bilas mulut dengan air setelah mengonsumsi camilan manis.

8. Gangguan tidur

Terlalu banyak gula dapat membuat kadar glukosa dalam darah naik turun drastis. Hal ini memicu rasa lelah di siang hari dan dapat mengganggu tidur di malam hari.

Mengonsumsi makanan manis seperti es krim atau kue sebelum tidur bisa membuat Anda sulit mendapatkan tidur nyenyak sehingga tubuh tidak segar saat bangun.

9. ADHD

Ada anggapan bahwa gula bisa memperburuk gejala ADHD atau gangguan hiperaktif defisit perhatian. Namun menurut para peneliti, hubungan tersebut belum terbukti secara ilmiah.

Sejauh ini, faktor genetik lebih berperan besar dalam menyebabkan ADHD. Meski begitu, menjaga pola makan tetap penting untuk kesehatan otak secara umum.

10. Masalah suasana hati

Asupan gula yang tinggi juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko gangguan kesehatan mental. Salah satu studi menunjukkan pria yang mengonsumsi lebih dari 66 gram gula per hari lebih rentan mengalami depresi atau kecemasan dibanding mereka yang makan kurang dari 40 gram.

Para ahli menduga gula berlebih memicu peradangan di otak, yang sering ditemukan pada penderita depresi.

Baca Juga: 9 Tanda-Tanda Gula Darah Terlalu Tinggi Menurut Ahli, Perhatikan ya!

11. Asam urat

Tidak hanya daging merah dan makanan laut, fruktosa juga bisa memicu asam urat. Gula ini membuat kadar asam urat dalam darah meningkat, lalu membentuk kristal di persendian.

Kondisi ini menimbulkan rasa sakit yang hebat terutama pada jempol kaki, lutut, atau pergelangan.

12. Batu ginjal

Batu ginjal terbentuk ketika zat kimia dalam urine mengeras menjadi kristal. Konsumsi fruktosa berlebih dari gula meja, sirup jagung, atau makanan olahan meningkatkan risiko kondisi ini. Sebagian batu bisa keluar sendiri, tetapi ada juga yang menyumbat saluran kemih dan menyebabkan rasa sakit luar biasa.

13. Penuaan sel

Kebiasaan minum minuman manis dapat mempercepat penuaan biologis. Hal ini berhubungan dengan telomer, yaitu pelindung ujung kromosom dalam sel. Semakin pendek telomer, semakin besar risiko penyakit terkait usia seperti diabetes.

Penelitian menemukan orang yang rutin minum soda memiliki telomer lebih pendek, seolah-olah usia sel mereka bertambah beberapa tahun lebih cepat.

Itulah beberapa bahaya terlalu banyak makan gula bagi tubuh. Semoga membantu.

Baca Juga: 8 Manfaat Makan Buah Melon bagi Kesehatan Tubuh, Bantu Kontrol Gula Darah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Kris+ Rayakan Ulang Tahun, Tebar Promo dan Reward

Pengguna Kris+ berkesempatan mendapatkan hingga delapan miles per dolar Singapura, voucher diskon 50%, serta hadiah  selama Oktober 2026.

Rupiah Bertahan di Rp 18.000 atau Tembus Rp 18.200, Ini 5 Indikator Penentu

Analis EBC Financial Group mencermati lima indikator penentu arah rupiah, mulai dari harga minyak, arus modal asing hingga intervensi BI.  

Ini Tip Pengobatan dan Pencegahan Agar Suara Yang Hilang Kembali Bergema

Suara hilang bagi pekerja yang mengandalkan pita suara tentu menjadi persoalan, berikut ini langkah pengobatan dan pencegahannya.

5 Cara Mengatasi Badan Lemas saat Diet agar Tetap Bertenaga Sepanjang Hari

Ingin diet berhasil tanpa tersiksa rasa lemas? Terapkan cara mengatasi badan lemas berikut ini agar tubuh tetap bugar dan berenergi.

Kenali Amylophagia: Ini 5 Dampak Buruk Makan Tepung Terigu Mentah untuk Kesehatan

Ketahui alasan medis mengapa makan tepung terigu dalam kondisi mentah sangat berbahaya bagi saluran pencernaan dan kesehatan secara keseluruhan.

Ada 6 Tokenized Stocks Baru dari Tokocrypto, Cek yuk

Tokenized stocks memberikan eksposur terhadap underlying asset dan bukan merupakan kepemilikan langsung atas saham atau ETF yang mendasarinya.

Rekomendasi Pilihan Obat Influenza Tipe A yang Efektif Percepat Proses Penyembuhan

Kenali berbagai rekomendasi obat influenza tipe A mulai dari antivirus hingga pereda gejala untuk bantu tubuh pulih lebih cepat.

IHSG Berbalik Naik ke 6.036 pada Jumat (2/10), Cek Saham Top Gainers

IHSG pada Jumat ditutup menguat meskipun asing mencatat jual bersih alias net sell Rp 1,17 triliun. 

Update Harga Buyback Emas Hari Ini: UBS Naik, Antam Masih Tertinggi Rp 2.38 Juta

Emas UBS mencatat kenaikan harga buyback paling besar hari ini, sementara Antam turun, tetapi masih yang tertinggi.

Bank Indonesia Kurangi Intervensi Spot, Efektif Menjaga Rupiah?

Bank Indonesia menggeser strategi intervensi di pasar untuk menjaga nilai tukar rupiah terhadap dollar, sekaligus menghemat cadangan devisa.