M O M S M O N E Y I D
Santai

12 Obat Alergi Alami dari Tanaman Herbal yang Cukup Ampuh, Rasakan Khasiatnya!

12 Obat Alergi Alami dari Tanaman Herbal yang Cukup Ampuh, Rasakan Khasiatnya!
Reporter: Pinky Annisa  |  Editor: Pinky Annisa


MOMSMONEY.ID - Obat alergi alami dari tanaman herbal diklaim lebih aman untuk jangka panjang. Tanaman herbal jelatang bisa meringankan gejala alergi. 

Dr. Joanna Foley, seorang dokter umum memaparkan bahwa herbal ini bekerja dengan menghambat pelepasan histamin atau mengurangi peradangan. Alergi bisa disebabkan oleh pergantian musim, tanaman, seafood dan debu yang dapat menimbulkan gejala seperti pilek, mata gatal, dan bersin. 

Simak penjelasan detail mengenai daftar obat alergi alami dari tanaman herbal yang bersumber dari Goodrx.com di bawah ini:

Baca Juga: Cara Mencerahkan Wajah ​dengan 9 Tanaman Herbal Ini, Emangnya Bisa? Cek Infonya

1.Kunyit

Kunyit berasal dari sejenis sayuran akar yang digunakan sebagai rempah untuk membumbui makanan. Senyawa aktifnya bernama kurkumin dan bertanggung jawab memberi warna kuning pada kunyit. 

Terdapat bukti kuat bahwa kunyit dapat membantu mengatasi kondisi peradangan seperti artritis. Sebuah studi pada manusia mengamati penderita rinitis alergi. 

Studi tersebut menemukan bahwa mengonsumsi suplemen kurkumin secara oral selama 2 bulan menghasilkan pengurangan frekuensi bersin dan pilek. 

2.Jelatang

Jelatang adalah tanaman yang telah digunakan di seluruh dunia sebagai obat. Jelatang memiliki sifat anti alergi. 

Tanaman ini dapat bekerja dengan memblokir reseptor histamin dan menurunkan sel mast, yang dapat menyebabkan peradangan. Ekstrak jelatang ini memiliki efek samping yang minim, meliputi sakit kepala, mual, atau perubahan kebiasaan buang air besar. 

3. Spirulina

Spirulina atau arthrospira platensis adalah sejenis alga. Spirulina telah menjadi salah satu suplemen alga paling terkenal karena senyawa bioaktifnya yang telah dilaporkan bermanfaat bagi kesehatan. 

Spirulina memiliki efek antioksidan dan antiinflamasi. Dalam sebuah studi terhadap 65 orang dengan alergi musiman menunjukkan bahwa spirulina bisa dijadikan sebagai obat antialergi yang bekerja mirip dengan cetirizine. 

Separuh peserta mengonsumsi 2 g spirulina setiap hari, sementara separuh lainnya mengonsumsi 10 mg cetirizine selama 2 bulan. Studi tersebut menemukan bahwa spirulina bekerja lebih baik daripada cetirizine dalam mengurangi gejala seperti pilek, hidung tersumbat, dan gangguan penciuman. 

Penelitian lain juga melaporkan bahwa spirulina dapat memperbaiki gejala alergi secara signifikan dibandingkan dengan plasebo. 

3.Bromelain

Bromelain adalah enzim alami yang ditemukan dalam nanas. Enzim ini dipromosikan sebagai suplemen makanan untuk berbagai masalah kesehatan seperti gangguan pencernaan, nyeri, dan luka.

Sebuah studii menunjukkan bahwa bromelain dapat membantu mengurangi peradangan pada saluran pernapasan atau alergi.

4.Teh jahe

The jahe dapat membantu mengurangi peradangan pada selaput lendir mulut dan tenggorokan. Jahe akan membantu meredakan sakit tenggorokan, batuk, serta melegakan sinus yang tersumbat.

Jika Anda tidak menyukai rasanya, Anda juga bisa berkumur dengan teh tersebut alih-alih meminumnya.

5.Teh timi

Timi adalah tanaman antimikroba, antibakteri, dan antivirus alami, yang membuatnya ampuh untuk mengobati alergi. Timi juga merupakan ekspektoran alami yang mampu membantu membersihkan paru-paru lebih cepat.

6.Teh peppermin

Peppermin membantu mengeluarkan lendir yang biasanya tersangkut di paru-paru, bronkus, dan trakea saat mengalami alergi. Sehingga, meredakan sakit tenggorokan dengan efek menyegarkan. 

7.Lidah buaya 

Gel lidah buaya mengurangi peradangan kulit akibat alergi. Kehadiran enzim, sterol, dan karbohidrat berkontribusi pada sifat gel lidah buaya yang dapat mengurangi peradangan. 

Gel ini dapat digunakan secara topikal untuk alergi kulit ringan dan gangguan peradangan.Anda dapat menggunakan lidah buaya segar untuk mendapatkan gel dan mengoleskannya pada ruam  sebagai obat rumahan alami. 

Gel ini dapat membantu menenangkan alergi kulit Anda. 

8.Chamomile

Kamomil ini dapat digunakan untuk mengelola alergi kulit, ruam, dan eksim. Studi pada manusia menunjukkan bahwa kamomil lebih efektif daripada hidrokortison (komponen krim yang digunakan untuk mengobati ruam) dalam mengelola dermatitis toksik yang diinduksi bahan kimia. 

Anda dapat menggunakan beberapa sendok kamomil dan meminumnya. Kamomil juga merupakan komponen dari berbagai salep yang tersedia di pasaran. 

Anda juga dapat menggunakan ekstrak bunga kamomil dengan membuat pasta dari bunga dan mengoleskannya secara lembut pada ruam.  

9.Bunga lavender

Bunga lavender dicintai karena aromanya yang menenangkan dan khasiat penyembuhannya. Lavender mampu menjadi antiseptik yang bekerja sangat baik pada kulit.

Lavender akan membantu mengurangi iritasi, kemerahan, serta membantu penyembuhan luka bakar. 

10.Rosemary

Rosemary adalah bahan yang luar biasa untuk mengurangi iritasi kulit secara alami sekaligus meningkatkan kesehatan dan vitalitas kulit. Terkenal karena sifat antioksidannya yang kuat, Rosemary efektif menenangkan kulit, mengurangi kemerahan, dan meredakan ketidaknyamanan. 

11.Tea tree

Tea Tree adalah obat alami yang luar biasa, terutama untuk mengatasi alergi kulit. Khasiat antiinflamasinya ampuh untuk mengurangi kemerahan dan pembengkakan dengan cepat. 

Sifat antimikrobanya juga sangat baik untuk mencegah infeksi yang sering terjadi akibat menggaruk area yang iritasi. Senyawa dalam tea tree akan mengurangi peradangan dan berpotensi melawan bakteri.

12.Biji rami 

Biji rami secara ilmiah dikenal sebagai linum usitatissimum. Biji rami mengandung banyak komponen bioaktif dan mungkin memiliki sifat menghaluskan kulit, meredakan iritasi dan meredakan peradangan yang semuanya bermanfaat untuk alergi dan ruam kulit. 

Biji rami bisa digunakan sebagai kompres hangat dengan membungkus biji rami dengan kain dan mengoleskannya pada kulit. Anda juga bisa mendapatkan manfaatnya dengan menambahkannya ke dalam makanan.

Baca Juga: Cara Menghilangkan Bekas Jerawat​ dengan Tanaman Herbal yang Bisa Anda Coba

Itulah informasi detail yang mengulas tentang obat alergi alami dari tanaman herbal yang sangat bermanfaat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Perempuan UMKM Perlu Perisai Hukum dan Finansial untuk Naik Kelas

Potensi UMKM perempuan di Indonesia sangat besar. Legalitas dan inovasi jadi fondasi agar usaha bisa melesat jadi penggerak ekonomi nasional.

Fokus Anda Mudah Hilang? Ini 5 Pemicu Tak Terduga Konsentrasi Menurun

Sering kehilangan fokus saat bekerja atau belajar? Ternyata, 5 hal ini diam-diam menguras konsentrasi Anda. Kenali pemicunya di sini.  

Generasi Muda Perlu Melek Investasi, Bisa Mulai dari Reksadana

Generasi muda perlu melek investasi yang bisa mereka mulai lewat investasi reksadana dengan Rp 10.000 saja.

5 Pilihan Susu Kolesterol yang Aman, Turunkan Lemak Jahat Tanpa Was-Was

Jangan lagi khawatir minum susu! Pahami 5 jenis susu yang aman dikonsumsi penderita kolesterol tinggi, demi jantung sehat dan hidup lebih baik.

Harga Emas Antam Hari Ini Jumat (24/4) Tidak Berubah

Harga emas Antam di Logam Mulia hari ini Jumat (24/4) tidak mengalami perubahan dari perdagangan sebelumnya.

Promo Solaria Baru, Makan Enak Cuma Rp 12.000 & Diskon Rp 50.000 Pakai Kartu Ini

Pengguna Maybank dan KB Bank wajib tahu! Solaria tawarkan harga Bowl Ayam Rp 12 ribu & diskon Rp 50 ribu. Buruan cek!

Nobel Run 2026 Ajak Masyarakat Gaungkan Setara Satu Lintasan

Dukung anak berkebutuhan khusus dalam beraktivitas, Nobel Run 2026 gaungkan setara satu lintasan di pagelaran lari.

Bukan Cuma Sawit, Ini Penyebab Harga Minyak Goreng Ikut Naik

​Harga minyak goreng naik perlahan sejak awal tahun. Salah satu faktor utamanya adalah mahalnya kemasan plastik imbas konflik Timur Tengah.

Kata CEO SAP soal Masa Depan AI, Software Tak Tergantikan

​CEO SAP Christian Klein mengungkap masa depan AI yang ternyata sangat bergantung pada software, bukan menggantikannya dalam bisnis modern.

7 Pola Hidup Ini Jadi Biang Keladi Penyebab Kanker Ginjal, Segera Ubah Sekarang

Mengonsumsi gula dan garam berlebih adalah penyebab kanker ginjal yang jarang disadari. Temukan 7 pemicu lainnya untuk perlindungan optimal.