M O M S M O N E Y I D
Bugar

11 Cara Menurunkan Darah Tinggi dan Cara Pencegahannya

Reporter: Helvana Yulian  |  Editor: Helvana Yulian


MOMSMONEY.ID - Beberapa cara menurunkan darah tinggi ini bisa Anda lakukan dan juga bisa melakukan pencegahannya juga sebelum terlambat. 

Darah tinggi atau hipertensi adalah masalah yang bisa menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan jika dibiarkan.

Selain dengan mengonsumsi obat, terdapat beberapa cara lainnya yang bisa dimanfaatkan untuk mengatasi kondisi ini.

Gaya hidup dapat memainkan peran penting sebagai cara menurunkan darah tinggi dengan cepat dan alami.

Jika seseorang mampu mengontrol tekanan darahnya dengan menerapkan gaya hidup sehat, bisa jadi kebutuhan untuk mengonsumsi obat-obatan bisa dikurangi.

Alhasil, risiko terhadap risiko penyakit berbahaya akibat komplikasi darah tinggi juga bisa diturunkan.

Tekanan darah normal adalah sekitar 120/80 mmHg atau sedikit lebih rendah. Jika tekanan darah seseorang berada di atas ini, maka orang tersebut mengalami peningkatan tekanan darah.

Apabila tekanan darah meningkat hingga lebih dari 130/80 mmHg, maka kondisi ini disebut dengan darah tinggi atau hipertensi.

Baca Juga: 10 Manfaat Labu untuk Kesehatan, Jangan Sampai Terlewat

Dilansir dari Everyday Heatlh, berikut adalah beberapa cara menurunkan darah tinggi yang bisa Anda lakukan, antara lain: 

1. Mengurangi berat badan

Cara menurunkan darah tinggi yang pertama adalah mengurangi berat badan. Kelebihan berat badan dapat membuat jantung bekerja lebih keras dan mengakibatkan darah tinggi.

Oleh karena itu, memangkas berat tubuh adalah salah satu cara efektif untuk mengendalikan dan menurunkan tekanan darah.

Jika memiliki berat badan berlebih atau obesitas, Anda disarankan untuk menurunkan berat badan hingga mencapai berat badan ideal.

2. Menjalani pola makan sehat

Cara menurunkan darah tinggi yang kedua adalah menjalani pola makan sehat seperti biji-bijian utuh, buah-buahan, sayuran, dan produk olahan susu rendah lemak. 

Selain itu, jangan lupa juga mengonsumsi makanan yang mengandung kalium, seperti pisang, kentang, jeruk, wortel, anggur, dan bayam.

Hal ini karena kalium merupakan salah satu nutrisi yang mampu membantu menurunkan darah tinggi. Rekomendasi asupan kalium yang perlu dicukupi adalah sekitar 4500–4700 mg per hari.

3. Kurangi konsumsi gula dan karbohidrat olahan

Cara menurunkan darah tinggi yang ketiga adalah mengurangi konsumsi makanan yang kaya gula dan terbuat dari karbohidrat olahan.

Gula (terutama fruktosa) mampu meningkatkan tekanan darah lebih tinggi dibandingkan garam. Selain itu, batasi pula asupan karbohidrat olahan.

Diet rendah karbohidrat mampu menurunkan tekanan darah diastolik sekitar 5 mmHg, dan sistolik sebesar 3 mmHg setelah dilakukan selama 6 bulan.

4. Membatasi konsumsi garam

Cara menurunkan darah tinggi yang keempat adalah membatasi konsumsi garam. Jika jumlah sodium di dalam tubuh berlebihan, tekanan darah pun akan meningkat.

Sodium (natrium) banyak terkandung dalam garam, baik itu garam pada masakan, camilan, makanan kaleng, maupun minuman ringan.

Oleh karena itu, penderita darah tinggi dianjurkan mengurangi konsumsi makanan yang mengandung garam atau menjalani diet rendah garam.

Perlu diketahui bahwa orang dewasa hanya dianjurkan untuk mengonsumsi sodium sebanyak 1500–2000 mg per hari.

5. Kurangi konsumsi natrium

Cara menurunkan darah tinggi yang kelima adalah kurangi konsumsi natrium. Pastikan juga untuk mengurangi makanan yang banyak mengandung natrium.

Seseorang yang membatasi asupan garam memiliki risiko lebih kecil untuk alami darah tinggi. Maka dari itu, pastikan untuk mengurangi konsumsi garam agar tekanan darah tetap normal.

Baca Juga: Apa Itu Obesitas Morbid dan Jenis Kegemukan Lainnya

6. Rutin berolahraga

Cara menurunkan darah tinggi yang keenam adalah rutin melakukan olahraga setiap hari. 

Olahraga yang disarankan untuk mengurangi tekanan darah adalah olahraga yang dilakukan selama 30–60 menit, sebanyak 3-5 kali dalam seminggu.

Saat dilakukan secara rutin dan konsisten, olahraga mampu menurunkan tekanan darah sebanyak 5–8 mmHg.

Berapa contoh olahraga yang baik untuk menurunkan tekanan darah adalah jalan kaki, jogging, bersepeda, senam, dan berenang.

7. Tingkatkan konsumsi kalium

Kalium dapat melawan kerusakan yang disebabkan oleh natrium pada pembuluh darah.

Seseorang yang rutin mengonsumsi makanan kaya kalium cenderung memiliki tekanan darah yang rendah.

Nah, beberapa makanan tersebut adalah kacang polong, susu sapi, kentang panggang, pisang, dan bayam.

8. Mengurangi stres

Stres yang berkepanjangan atau terlalu sering bisa ikut meningkatkan tekanan darah tubuh. Oleh karena itu, Anda disarankan mengendalikan stres agar darah tinggi ikut turun.

Anda bisa mengendalikan stres dengan cara melakukan relaksasi, yoga, meditasi, atau kegiatan yang Anda sukai.

9. Berhenti merokok dan konsumsi alkohol

Cara menurunkan darah tinggi yang lain adalah berhenti merokok dan konsumsi alkohol. Kedua kebiasaan buruk ini adalah salah satu penyebab darah tinggi yang cukup sering terjadi.

Orang yang sering merokok dikatakan lebih berisiko untuk mengalami komplikasi darah tinggi, seperti penyakit jantung dan stroke.

Jadi, mari mulai hentikan kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol untuk menurunkan tekanan darah.

10. Mengurangi asupan kafein

Cara menurunkan darah tinggi yang selanjutnya adalah mengurangi asupan kafein. Bagi Anda yang tidak terbiasa mengonsumsi kafein maka Anda harus berhati-hati.

Mengapa? Karena bagi orang yang jarang mengonsumsinya, kafein berpotensi meningkatkan tekanan darah hingga 10 mmHg. 

Tetapi, jika Anda sudah terbiasa mengonsumsi kafein, misalnya minum kopi setiap pagi, maka tidak akan ada efek yang signifikan pada tekanan darah Anda.

11. Mengonsumsi obat-obatan

Cara menurunkan darah tinggi yang terkahir adalah mengonsumsi obat-obatan. Untuk menurunkan tekanan darah yang tinggi, sering kali juga dibutuhkan obat-obatan antidarah tinggi.

Terutama jika cara-cara di atas tidak berhasil menurunkan tekanan darah setelah dilakukan lebih dari 6 bulan. 

Namun, penggunaan obat ini tidak boleh sembarangan dan harus dengan resep dokter.

Dokter akan menyesuaikan jenis dan dosis obat antidarah tinggi sesuai dengan usia Anda, respon tubuh Anda terhadap obat, dan riwayat penyakit lain yang Anda derita.

Menerapkan gaya hidup sehat memang merupakan cara penting untuk dapat menurunkan darah tinggi atau darah tinggi Anda.

Namun, ada cara-cara lain yang juga dapat membantu Anda mengobati dan mengatasi darah tinggi.

Baca Juga: Daftar 12 Makanan yang Banyak Mengandung Kolesterol

Dilansir dari Mayo Clinic, berikut adalah cara pencegahan darah tinggi yang bisa Anda lakukan, antara lain: 

1. Pertahankan berat badan ideal.

2. Lakukan olahraga secara rutin minimal 30 menit setiap hari.

3. Cukupi waktu tidur dan istirahat.

4. Kelola stres dengan baik.

5. Konsumsi makanan rendah lemak dan kaya serat, seperti buah dan sayuran.

6. Batasi jumlah garam dalam makanan, tidak lebih dari satu sendok teh per hari.

7. Hindari konsumsi minuman beralkohol.

8. Batasi konsumsi minuman berkafein.

9. Hentikan kebiasaan merokok.

10. Lakukan pemeriksaan kesehatan dan skrining darah tinggi secara rutin.

Deteksi dini darah tinggi dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan tekanan darah secara mandiri dengan menggunakan tensimeter yang tepat.

Selain itu, konsultasikan dengan dokter mengenai pemilihan tensimeter yang tepat untuk di rumah.

Itula beberapa cara menurunkan darah tinggi ini bisa Anda lakukan dan juga bisa melakukan pencegahannya juga sebelum terlambat. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Tidak Boleh Asal, Ini 5 Cara Merawat Botol Parfum agar Aromanya Tahan Lama

Membeli parfum mahal ternyata belum tentu menjamin aroma awet. Simpan botol parfum di tempat gelap dan stabil suhunya.

Pilih Bra Biasa atau Sport Bra? Ketahui 4 Perbedaannya Sebelum Beli

Bingung mau beli bra biasa atau sport bra? Sebelum beli, ketahui dulu 4 perbedaan sport bra dan bra biasa ini.

Prediksi Belanda vs Swedia Piala Dunia 2026: Duel Sengit Dua Tim Serang

Minggu, 21 Juni 2026, dini hari WIB. Pertandingan krusial Belanda vs Swedia akan sajikan duel taktik dan kualitas pemain. Jangan sapai terlewat.

Prediksi Jerman vs Pantai Gading (21/6): Perebutan Puncak Grup E

Pantai Gading punya kecepatan, Jerman punya lini serang mematikan. Siapa yang akan menang di Toronto Stadium? Cek prediksinya!  

Fitur Baru WhatsApp Android Tingkatkan Interaksi, Tak Perlu Repot Lagi

Jangan lewatkan update WhatsApp Android yang paling ditunggu. Menu pesan baru ini hadirkan tampilan segar dan interaksi lebih intuitif. 

HP Samsung Terbaru: Fitur Kamera S25 Ultra Unggul Jauh dari Seri Lain

Mencari HP Samsung terbaik? Galaxy S25 Ultra hadir dengan Snapdragon 8 Elite, namun ada kejutan di seri S25 & A35. Simak perbandingannya!

Kesehatan Anak Optimal: 7 Manfaat Labu Siam untuk MPASI, Kunci Tingkatkan Imun

Penting memberikan MPASI dengan nutrisi penting. Labu siam murah meriah ini bisa jadi solusi cegah obesitas dan tingkatkan imunitas anak.

Tablet Mini Terbaik: Ukuran Kecil, Performa Juara di 2026

Jangan salah pilih tablet mini. Huawei MatePad Mini dirilis dengan M-Pencil Pro dan layar OLED tajam. Lihat perbandingannya dengan tablet lain!

DBD Bukan Hanya Urusan Anak, Dokter Internist Desak Orang Dewasa Segera Vaksinasi

PAPDI desak vaksinasi DBD untuk dewasa 18–60 tahun karena komorbiditas perbesar risiko komplikasi hingga 7 kali lipat  

12 Daftar Makanan dan Minuman yang Mengandung Kalori Tinggi

Intip beberapa daftar makanan dan minuman yang mengandung kalori tinggi berikut ini, yuk!