MOMSMONEY.ID - Ternyata ini, lho, beberapa alasan berat badan bisa berubah dari hari ke hari. Apa sajakah itu?
Berat badan sering kali dianggap sebagai angka pasti yang mencerminkan kondisi tubuh seseorang. Namun, kenyataannya angka di timbangan bisa berubah dari hari ke hari, bahkan ketika pola makan dan aktivitas terasa sama.
Perubahan ini kerap membuat sebagian orang merasa khawatir atau frustrasi, terutama saat sedang menjalani program diet. Padahal, fluktuasi berat badan harian adalah hal yang sangat umum dan tidak selalu menandakan kegagalan menurunkan berat badan.
Baca Juga: 15 Makanan Diet yang Mengenyangkan untuk Mengganti Nasi
Melansir dari laman Verywell Health, berikut ini beberapa alasan berat badan bisa berubah dari hari ke hari:
1. Berat Air
Sekitar 60% tubuh orang dewasa terdiri dari air. Jumlah cairan ini bisa berubah hingga 5% dalam sehari. Konsumsi makanan asin, asupan karbohidrat lebih tinggi, atau perubahan hormon seperti saat menstruasi dapat membuat tubuh menahan lebih banyak air.
Sebaliknya, beberapa makanan dan herbal bersifat diuretik alami sehingga membantu tubuh membuang cairan dan menurunkan berat badan sementara.
2. Asupan dan Proses Pencernaan
Setelah makan, berat badan dapat meningkat karena makanan dan minuman masih berada di dalam sistem pencernaan. Konsumsi karbohidrat dan natrium juga dapat memperkuat retensi air.
Seiring pencernaan berjalan dan cairan dikeluarkan, berat badan biasanya kembali turun. Kondisi seperti sembelit dapat membuat berat badan naik karena penumpukan sisa makanan.
3. Aktivitas Fisik
Saat berolahraga dan berkeringat, tubuh kehilangan cairan sehingga berat badan bisa turun sementara. Setelah latihan intens, otot dapat menahan air tambahan selama proses pemulihan, yang membuat berat badan sedikit naik.
Pada awal diet atau program olahraga, tubuh membakar simpanan glikogen dan melepaskan air yang terikat, sehingga penurunan berat badan awal sering terjadi dengan cepat.
4. Suhu Lingkungan
Cuaca panas membuat tubuh lebih banyak berkeringat dan kehilangan cairan, yang dapat menurunkan berat badan sementara. Di suhu dingin, tubuh cenderung menahan lebih banyak air karena produksi keringat berkurang, sehingga berat badan bisa sedikit meningkat.
Baca Juga: 10 Rekomendasi Snack untuk Diet yang Kalorinya Rendah
5. Perubahan Hormon
Pada perempuan, berat badan sering naik sebelum atau selama menstruasi akibat perubahan hormon. Masa perimenopause dan menopause juga dapat memicu peningkatan lemak tubuh dan perlambatan metabolisme.
Kondisi seperti endometriosis, PCOS, dan fibroid rahim turut memengaruhi keseimbangan hormon. Pada laki-laki, penurunan testosteron seiring bertambahnya usia dapat meningkatkan lemak perut dan mengurangi massa otot, sementara kadar testosteron yang tinggi juga dapat berkaitan dengan perubahan berat badan.
6. Stres
Stres meningkatkan hormon kortisol yang mendorong tubuh menahan air dan meningkatkan nafsu makan. Stres berkepanjangan juga dapat menurunkan energi dan membuat seseorang lebih pasif, yang berkontribusi pada perubahan berat badan.
7. Kurang Tidur
Tidur yang tidak cukup dapat meningkatkan hormon pemicu rasa lapar dan mendorong keinginan makan lebih tinggi. Tidur berkualitas membantu menyeimbangkan hormon, menurunkan stres, dan mencegah penumpukan berat air berlebih.
8. Konsumsi Alkohol
Alkohol dapat menyebabkan dehidrasi sehingga berat badan turun sementara. Namun, alkohol juga dapat memicu retensi air, terutama jika dikonsumsi bersama makanan asin. Kandungan kalorinya yang tinggi dan efeknya pada nafsu makan sering menyebabkan fluktuasi berat badan jangka pendek.
Baca Juga: 8 Manfaat Konsumsi Beras Porang untuk Kesehatan, Bisa untuk Diet Turun Berat Badan
9. Penggunaan Obat
Beberapa obat memengaruhi berat badan. Steroid seperti prednison dapat meningkatkan nafsu makan dan retensi cairan. Diuretik bekerja dengan membuang cairan berlebih melalui urin, sehingga berat badan turun sementara.
10. Kondisi Penyakit
Demam, muntah, atau diare dapat menyebabkan dehidrasi dan penurunan berat badan. Sebaliknya, penyakit jantung atau ginjal dapat menyebabkan penumpukan cairan dan kenaikan berat badan. Kenaikan berat badan yang cepat dalam waktu singkat perlu diperhatikan secara medis.
11. Akhir Pekan dan Acara Khusus
Akhir pekan dan hari libur sering diikuti peningkatan makan dan minum serta penurunan aktivitas fisik. Hal ini dapat menyebabkan kenaikan berat badan sementara. Setelah kembali ke rutinitas harian, berat badan umumnya berangsur turun kembali.
Itu dia beberapa alasan berat badan bisa berubah dari hari ke hari. Semoga bermanfaat.
Baca Juga: 17 Makanan Mengenyangkan untuk Diet agar Berat Badan Turun
Selanjutnya: 16 Makanan dan Minuman yang Mempercepat Penyembuhan Flu
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News