M O M S M O N E Y I D
Santai

YLKI Catat Lonjakan Pengaduan Konsumen Sepanjang 2025, Jasa Keuangan Terbanyak

YLKI Catat Lonjakan Pengaduan Konsumen Sepanjang 2025, Jasa Keuangan Terbanyak
Reporter: Shintia Rahma Islamiati  |  Editor: shintia rahma


MOMSMONEY.ID - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia atau YLKI mencatat menerima 1.977 pengaduan konsumen sepanjang 2025, terdiri dari 1.011 laporan individu dan 966 laporan kelompok.

Jumlah tersebut melanjutkan tren kenaikan pengaduan dalam lima tahun terakhir, dengan puncak laporan terjadi pada 2025.

Ketua YLKI Niti Emiliana mengungkapkan, sektor jasa keuangan kembali menjadi penyumbang pengaduan tertinggi sepanjang tahun lalu dengan total 325 laporan.

“Dari tahun ke tahun pun ini belum bergeser,” ujar Niti dalam Konferensi Pers Bedah Pengaduan Konsumen: 365 Hari Pengaduan Konsumen, Menulis Ulang Regulasi dan Kebijakan Korporasi yang Inklusif dan Berkeadilan di Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Menurut Niti, aduan di sektor jasa keuangan secara konsisten menempati posisi teratas setidaknya sejak 2020. Kondisi ini dinilai perlu menjadi perhatian serius, terutama dalam penguatan pengawasan serta peran mediasi oleh pemerintah. 

“Banyak sekali pengaduan yang berkaitan dengan jasa layanan keuangan,” ujarnya.

Selain jasa keuangan, pengaduan juga banyak berasal dari sektor belanja online dengan 133 laporan, disusul telekomunikasi 106 laporan, jasa paket 61 laporan, serta perumahan 57 laporan. 

Baca Juga: Konsumen Indonesia Kini Lebih Fokus ke Barang Tahan Lama, Ini Temuan Lazada

Sektor lain yang masuk dalam sepuluh besar pengaduan meliputi transportasi, listrik, elektronik, pariwisata, dan otomotif. 

Adapun data pengaduan individu menunjukkan konsumen laki-laki tercatat lebih banyak mengajukan laporan dibandingkan konsumen perempuan.

Di sektor jasa keuangan, YLKI menemukan berbagai persoalan, mulai dari praktik penagihan yang tidak beretika, dugaan penipuan, hingga perjanjian pembiayaan yang tidak transparan dan memuat klausula baku yang merugikan konsumen. 

Maraknya pinjaman daring bermasalah, baik legal maupun ilegal, mencerminkan lemahnya pengawasan dan perlindungan konsumen di tengah pesatnya ekspansi industri keuangan digital.

Sementara itu, pengaduan di sektor belanja online dan ekonomi digital masih didominasi persoalan barang tidak sesuai, barang tidak dikirim, proses pengembalian dana yang berbelit, hingga penipuan. 

Dalam banyak kasus, YLKI menilai beban risiko justru dialihkan kepada konsumen dan kurir, sementara platform digital belum sepenuhnya bertanggung jawab atas ekosistem bisnis yang dibangun.

Pada sektor telekomunikasi, YLKI menyoroti kualitas layanan yang dinilai belum berkeadilan, seperti jaringan internet yang tidak stabil, sulitnya penghentian layanan pascabayar, serta ketidakjelasan standar mutu layanan. 

Praktik tersebut merugikan konsumen karena manfaat layanan yang diterima tidak sebanding dengan biaya yang telah dibayarkan.

Baca Juga: Menurut Riset YouGov : Konsumen Belanja Online Tapi Paling Doyan Promo

Sengketa di sektor perumahan juga masih menjadi persoalan krusial. Pengaduan muncul sejak tahap pra-pembangunan hingga pasca pembangunan, mulai dari keterlambatan serah terima, ketidakjelasan dokumen kepemilikan, hingga proyek mangkrak. 

YLKI menilai lemahnya pengawasan negara membuat konsumen kerap menanggung risiko terbesar tanpa perlindungan yang memadai.

Selain persoalan sektoral, YLKI turut menyoroti belum kuatnya regulasi dan kelembagaan perlindungan konsumen. Hingga kini, amandemen Undang-Undang Perlindungan Konsumen belum juga disahkan. 

Di sisi lain, konsumen dan lembaga perlindungan konsumen masih menghadapi ancaman gugatan balik serta tekanan hukum saat memperjuangkan kepentingan publik.

Berdasarkan temuan Bedah Pengaduan Konsumen 2025, YLKI mendorong perubahan mendasar dalam sistem perlindungan konsumen.

Negara diminta mempercepat penguatan regulasi, membangun mekanisme penyelesaian sengketa yang mudah diakses seperti Online Dispute Resolution (ODR), serta memastikan kebijakan publik disusun dengan mempertimbangkan dampaknya bagi konsumen.

“Peningkatan pengaduan konsumen adalah alarm keras. Tanpa perlindungan yang kuat, keadilan bagi konsumen akan terus menjadi janji kosong,” tegas Niti. 

Ia menambahkan, perlindungan konsumen bukan hambatan bagi pertumbuhan ekonomi, melainkan fondasi penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap negara dan pelaku usaha.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Halaman Depan Rumah Sering Diabaikan, Ini 6 Kesalahan Bikin Tampilan Berantakan

Kesalahan kecil di halaman depan bisa bikin rumah terlihat kusam dan tak terawat, ini 6 hal yang wajib segera Anda perbaiki.​

Warna Mauve Jadi Tren Interior 2026, Pengganti Dinding Putih yang Lebih Cozy

Tren warna mauve 2026 hadir sebagai pengganti putih, ciptakan rumah lebih hangat, estetik, dan nyaman untuk berbagai gaya interior.​

Pendapatan Orang Tua Tunggal Naik 45%, Bisakah Hidup Tenang?

Keuangan orang tunggal membaik dalam 30 tahun, namun tantangannya masih nyata. Ini fakta penting yang perlu Anda ketahui.​

Tips Bangun Kekayaan Ala Warren Buffett dengan Strategi Jembatan Tol yang Stabil

Strategi jembatan tol Warren Buffett terbukti ampuh bangun kekayaan stabil, tahan inflasi, dan cocok diterapkan investor Indonesia.​  

Pensiun Tenang Tanpa Rasa Bersalah: Ini Cara Menikmati Tabungan di Usia Tua

Cara pensiun tenang dengan nikmati tabungan tanpa rasa bersalah pakai strategi keuangan bijak yang pas untuk keadaanmu.​

Vietjet Perluas Jaringan Penerbangan ke China

Vietjet memperluas jaringan penerbangan ke China dan menjalin kerjasama strategis di pembiayaan pesawat   

ZTE Jalankan Bisnis Berkelanjutan Lewat Program Ini

ZTE berupaya menjalankan bisnis berkelanjutan lewat program ZTE United for Good. Berikut selengkapnya.

Promo Guardian Periode 16-29 April 2026, Tambah Rp 1.000 Dapat 2 Lip Gloss Judydoll

Cek dan manfaatkan promo Guardian Super Hemat periode 16-29 April 2026 untuk belanja produk kecantikan.

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (18/4), Siaga Hujan Sangat Lebat di Provinsi Ini

BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca besok Sabtu 18 April 2026 dengan status Siaga hujan sangat lebat di provinsi berikut ini.

Promo Hypermart Beli Banyak Lebih Hemat 17-23 April 2026, Royco Opor Beli 2 Gratis 1

Cek dan manfaatkan katalog promo Hypermart Beli Banyak Lebih Hemat periode 17-23 April 2026. Ada Beli 1 Gratis 1 hingga Beli 2 Gratis 1.