M O M S M O N E Y I D
Santai

Waspadai Risiko Penularan Flu Burung, Pengawasan Pintu Masuk Negara Diperkuat

Reporter: Lidya Yuniartha  |  Editor: Lidya Yuniartha


MOMSMONEY.ID - Pemerintah Indonesia meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko penularan flu burung (avian influenza) pada manusia, menyusul laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam beberapa hari terakhir mengenai kasus infeksi flu burung.

Berdasarakan laporan terbaru WHO yang terbit 11 Juni 2024, kasus infeksi virus avian influenza tipe A (H9N2) pada manusia terdeteksi pada seorang anak yang tinggal di negara bagian Benggala Barat, India. Anak tersebut memiliki riwayat kontak dengan unggas dan telah pulih serta diperbolehkan pulang dari rumahsakit.

Upaya yang dilakukan Indonesia dalam peningkatan kewaspadaan terhadap risiko penularan flu burung adalah memperkuat pengawasan di pintu masuk negara. Hal ini dilakukan terutama terhadap pelaku perjalanan dari negara-negara yang melaporkan adanya kasus infeksi flu burung.

Direktur Surveilans dan Kekarantinaan Kesehatan Kementerian Kesehatan Achmad Farchanny Tri Adryanto mengatakan, hal pertama yang dilakukan adalah meningkatkan pengawasan terhadap pelaku perjalanan luar negeri dan dalam negeri dari negara atau daerah yang melaporkan adanya kasus flu burung.

Baik pada manusia, penumpang di pelabuhan, bandar udara, maupun pos lintas barat darat negara.

"Kedua, meningkatkan pengawasan dan pemeriksaan kepada pelaku perjalanan, terutama daerah/negara yang sedang terdeteksi kasus flu burung pada manusia dan yang menunjukan gejala influenza like illness (ILI) serta memiliki risiko terpapar unggas atau produk unggas, dan pengambilan spesimen swab sesuai pedoman yang berlaku," ujar Achmad dikutip dari situs resmi Kemenkes, Jumat (21/6).

Baca Juga: Virus Flu Burung Makin Dekat Indonesia, Terdeteksi pada Manusia di Australia

Ketiga, Indonesia mengintensifkan pelaksanaan surveilans ILI di site sentinel 14 UPT Bidang Kekarantinaan Kesehatan, dan melakukan pengambilan spesimen pada pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) sesuai pedoman yang berlaku.

Keempat, melakukan koordinasi dengan dinas kesehatan, laboratorium kesehatan masyarakat, dan rumah sakit rujukan setempat untuk meningkatkan kewaspadaan dan penanganan flu burung pada manusia. 

Termasuk rujukan spesimen ke laboratorium kesehatan masyarakat regional dan laboratorium rujukan nasional, yakni Balai Besar Laboratorium Biologi Kesehatan.

Kelima, melakukan pemeriksaan dan penanganan kasus jika ditemukan pelaku perjalanan yang memiliki gejala ILI sesuai pedoman yang berlaku. Keenam, melakukan sosialisasi dan koordinasi dengan seluruh lintas sektor yang berada di wilayah kerja Balai Kekarantinaan Kesehatan.

Archmad juga mengatakan, pihaknya terus memantau avian influenza yang berpotensi menular pada manusia.

Menurutnya, sesuai komitmen global di sektor kesehatan manusia, strain yang dilakukan pemantauan adalah HPAI (Highly Pathogenic Avian Influenza), yaitu H5 di Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) tier 4 maupun LPAI (Low Pathogenic Avian Influenza) yaitu H7, H9, dan yang lainnya di Labkesmas rujukan nasional.

Baca Juga: Waspada! Virus Flu Burung yang Mematikan Makin Menyebar dan Infeksi Manusia

HPAI merupakan virus Avian Influenza yang sangat patogen dan menyebabkan penyakit serius serta mortalitas tinggi pada unggas yang terinfeksi. Sementara LPAI termasuk virus Avian Influenza patogen rendah yang tidak menyebabkan tanda-tanda penyakit atau penyakit ringan pada ayam atau unggas.

Menurut informasi Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, strain virus avian influenza kategori HPAI dan LPAI Tipe A dapat menyebabkan infeksi penyakit ringan hingga parah pada manusia yang terinfeksi.

Di Indonesia, pemantauan strain HPAI strain H5 dilakukan dengan meningkatkan surveilans sentinel Influenza Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Illnesses (SARI) dari adanya faktor risiko kontak langsung dengan unggas sakit atau mati mendadak dan lingkungan yang terkontaminasi.

"Kemudian meningkatkan surveilans infeksi pernapasan akut berat dengan faktor risiko untuk deteksi dini suspek flu burung," kata Achmad.

Lebih lanjut, Achmad juga mengimbau para peternak ayam, itik, sapi atau hewan lainnya untuk menerapkan pengelolaan ternak dan kandang ternak dengan menerapkan higiene dan sanitasi yang benar selalu melakukan desinfeksi dan cuci tangan.

Lalu, dia pun meminta eternak ayam, itik, sapi atau hewan lainnya tidak menjual hewan sakit dan segera laporkan kematian ternak mendadak dan dalam jumlah besar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Aston Villa vs Bologna (17/4): Prediksi Skor, Jadwal Tayang dan Link Live Streaming

Simak Aston Villa vs Bologna yang bertanding pada 17 April 2026, cek prediksi skor, jadwal, susunan pemain, dan link live streaming Liga Europa.​

AC Anda Cepat Rusak? 5 Trik Ini Bikin Dingin Maksimal & Hemat Listrik

Nyalakan AC tanpa persiapan bisa bikin boros listrik dan cepat rusak, simak 5 langkah penting ini agar kamar tetap dingin maksimal.

Jangan Salah Beli Furnitur! Ini 7 Pertanyaan Wajib Sebelum Ubah Dekorasi Rumah

Sebelum ubah dekorasi rumah Anda, jawab 7 pertanyaan ini agar tidak salah beli furnitur dan tetap hemat biaya. Yuk, catat pertanyaan ini.​

6 Alasan Buah dan Sayuran Beku Tetap Sehat Seperti Versi Segarnya

Ternyata ini, lo, beberapa alasan buah dan sayuran beku tetap sehat seperti versi segarnya!            

Tips Praktis Atur Notifikasi Email myBCA biar Transaksi Aman dan Enggak Ribet

Begini cara mudah atur notifikasi email myBCA agar transaksi lebih aman, rapi, dan sesuai kebutuhan finansial harian kamu.

Latte Factor: Kebiasaan Sepele yang Bisa Menguras Keuangan Tanpa Disadari

Latte factor bikin keuangan bocor? Pahami cara mengontrol pengeluaran kecil agar tabungan tetap aman dan masa depan terjaga.​

5 Kebiasaan Finansial yang Bikin Uang Cepat Habis dan Cara Mengubahnya

Sering kehabisan uang tiap bulan? Kenali 5 kebiasaan finansial yang merusak dan cara cerdas memperbaikinya mulai sekarang.​

Wajah Terlihat 10 Tahun Lebih Tua? Ternyata 5 Kebiasaan Sepele Ini Biang Keroknya!

Melihat cermin dan kaget wajah terlihat lebih tua? Ternyata 5 kebiasaan ini penyebabnya. Cari tahu apa saja dan mulai hindari sekarang!

Prakiraan Cuaca Banten Besok (17/4) dan Lusa, Hujan Turun di Semua Wilayah

​BMKG memperkirakan, cuaca besok di wilayah Banten didominasi hujan ringan, sedangkan untuk lusa cuaca berawan yang mendominasi.

Provinsi Ini Siaga Hujan Sangat Lebat, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (17/4)

BMKG merilis peringatan dini cuaca besok Jumat 17 April 2026 dengan status Siaga hujan sangat lebat dan Waspada hujan lebat di provinsi ini.