MOMSMONEY.ID - Phishing link dan telepon mencurigakan makin sulit dikenali. Kenali tandanya dan lindungi data pribadi sebelum menjadi korban.
Pesan WhatsApp dari nomor asing, telepon yang mengaku petugas resmi, hingga tautan yang terlihat meyakinkan kini perlu disikapi lebih hati-hati.
Modus penipuan digital berkembang dengan memanfaatkan kebiasaan masyarakat yang semakin bergantung pada layanan daring.
Melansir dari OCBC, teknologi AI generatif turut membuat modus penipuan semakin meyakinkan, termasuk melalui manipulasi suara dan video.
Kondisi ini membuat siapa pun, termasuk orang tua dan pengguna yang belum terbiasa dengan teknologi digital, perlu membangun kebiasaan verifikasi sebelum mengikuti instruksi.
“Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya terhadap pesan pribadi atau tautan yang tidak jelas sumbernya serta menjaga kerahasiaan data pribadi,” dikutip dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Baca Juga: 10 Solusi Keuangan Mendadak Tanpa Pinjol, Bisa Dicoba Saat Butuh Dana
Cara pelaku membangun kepercayaan
Penipuan digital sering kali tidak langsung meminta data perbankan. Pelaku dapat lebih dulu memperkenalkan diri sebagai petugas bank, instansi pemerintah, atau pihak lain yang dianggap terpercaya.
Setelah korban merasa yakin, percakapan diarahkan menuju tindakan tertentu, misalnya membuka tautan, mengisi formulir, mengunduh aplikasi, atau memberikan informasi pribadi.
Pola seperti ini menjadi berbahaya karena korban merasa sedang mengikuti prosedur resmi. Padahal, informasi yang diberikan dapat dimanfaatkan untuk melakukan penipuan berikutnya.
OJK sendiri mengingatkan masyarakat agar tidak memberikan data pribadi, informasi rekening, OTP, maupun kata sandi kepada pihak mana pun.
Ciri phishing link yang perlu dicurigai
Tautan phishing biasanya dibuat menyerupai situs resmi agar pengguna tidak langsung menyadari adanya kejanggalan. Karena itu, jangan hanya melihat tampilan halaman setelah tautan dibuka. Perhatikan beberapa tanda berikut:
- Tautan dikirim oleh nomor atau akun yang tidak dikenal.
- Pesan menggunakan nada mendesak dan meminta tindakan segera.
- Alamat situs memiliki susunan huruf atau domain yang tidak biasa.
- Pengguna diminta memasukkan password, PIN, OTP, atau data identitas.
- Pengguna diarahkan mengunduh aplikasi dari sumber yang tidak jelas.
- Pengirim mengaku sebagai pihak resmi tetapi tidak dapat diverifikasi melalui kanal resmi.
Badan Siber dan Sandi Negara menjelaskan bahwa phishing pada dasarnya berupaya memancing korban agar mengklik tautan dan memasukkan kredensial melalui email atau situs palsu yang menyerupai sumber asli.
Jangan langsung percaya suara atau video
Perkembangan AI membuat penipuan tidak hanya mengandalkan teks. Pemerintah juga menyoroti penggunaan deepfake untuk menghasilkan konten yang semakin sulit dibedakan dari materi asli.
Artinya, suara seseorang yang terdengar familiar atau video yang tampak meyakinkan belum cukup menjadi bukti bahwa komunikasi tersebut benar.
Jika muncul permintaan data, uang, akses akun, atau tindakan mendesak, lakukan konfirmasi melalui jalur lain yang sudah diketahui dan terpercaya.
Baca Juga: 4 Alasan Membeli Rumah Saat Pensiun Perlu Dipikirkan Kembali di Hari Tua
Lindungi anggota keluarga dari penipuan digital
Perlindungan digital sebaiknya dilakukan bersama. Anak atau anggota keluarga dapat membantu orang tua ketika menerima pesan yang mengatasnamakan bank atau instansi tertentu.
Biasakan untuk tidak mengambil keputusan ketika sedang panik. Periksa identitas pengirim, jangan membuka tautan mencurigakan, dan lakukan konfirmasi secara mandiri melalui kanal resmi.
Kebiasaan sederhana ini penting karena penipu biasanya memanfaatkan rasa takut dan terburu buru agar korban tidak sempat berpikir.
Gunakan prinsip stop, check, report
Ketika menerima komunikasi mencurigakan, gunakan tiga langkah sederhana:
- Stop, berhenti sebelum mengklik tautan atau memberikan informasi.
- Check, periksa pengirim, alamat situs, dan kebenaran informasi melalui kanal resmi.
- Report, laporkan jika menemukan indikasi penipuan atau sudah terlanjur mengikuti instruksi pelaku.
Jika sudah memberikan informasi sensitif, segera hubungi penyedia layanan terkait melalui kanal resmi dan lakukan pengamanan akun.
Simpan pula bukti percakapan, nomor pengirim, tautan, serta waktu kejadian untuk membantu proses pelaporan. OJK juga menyediakan Indonesia Anti Scam Centre sebagai salah satu sarana pelaporan penipuan transaksi keuangan.
Phishing tidak selalu hadir dalam bentuk pesan yang terlihat mencurigakan. Bantuan teknologi dan teknik manipulasi sosial, pelaku dapat membuat komunikasi terasa seperti berasal dari pihak yang benar benar dikenal.
Karena itu, jangan jadikan nama, logo, suara, atau tampilan situs sebagai satu satunya patokan. Berhenti sejenak, lakukan pemeriksaan, dan jangan pernah menyerahkan data rahasia kepada pihak yang tidak dapat diverifikasi.
Kebiasaan kecil tersebut dapat menjadi pertahanan penting untuk menjaga keamanan data pribadi dan akses keuangan di tengah meningkatnya ancaman penipuan digital.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News