M O M S M O N E Y I D
AturUang

Waspada Phishing Link dan Telepon Asing, Begini Tips Melindungi Data Pribadimu

Waspada Phishing Link dan Telepon Asing, Begini Tips Melindungi Data Pribadimu
Penulis: Ramadhan Widiantoro  |  Editor: Ramadhan Widiantoro


MOMSMONEY.ID - Phishing link dan telepon mencurigakan makin sulit dikenali. Kenali tandanya dan lindungi data pribadi sebelum menjadi korban.

Pesan WhatsApp dari nomor asing, telepon yang mengaku petugas resmi, hingga tautan yang terlihat meyakinkan kini perlu disikapi lebih hati-hati. 

Modus penipuan digital berkembang dengan memanfaatkan kebiasaan masyarakat yang semakin bergantung pada layanan daring. 

Melansir dari OCBC, teknologi AI generatif turut membuat modus penipuan semakin meyakinkan, termasuk melalui manipulasi suara dan video. 

Kondisi ini membuat siapa pun, termasuk orang tua dan pengguna yang belum terbiasa dengan teknologi digital, perlu membangun kebiasaan verifikasi sebelum mengikuti instruksi.

“Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya terhadap pesan pribadi atau tautan yang tidak jelas sumbernya serta menjaga kerahasiaan data pribadi,” dikutip dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca Juga: 10 Solusi Keuangan Mendadak Tanpa Pinjol, Bisa Dicoba Saat Butuh Dana

Cara pelaku membangun kepercayaan

Penipuan digital sering kali tidak langsung meminta data perbankan. Pelaku dapat lebih dulu memperkenalkan diri sebagai petugas bank, instansi pemerintah, atau pihak lain yang dianggap terpercaya.

Setelah korban merasa yakin, percakapan diarahkan menuju tindakan tertentu, misalnya membuka tautan, mengisi formulir, mengunduh aplikasi, atau memberikan informasi pribadi.

Pola seperti ini menjadi berbahaya karena korban merasa sedang mengikuti prosedur resmi. Padahal, informasi yang diberikan dapat dimanfaatkan untuk melakukan penipuan berikutnya.

OJK sendiri mengingatkan masyarakat agar tidak memberikan data pribadi, informasi rekening, OTP, maupun kata sandi kepada pihak mana pun.

Ciri phishing link yang perlu dicurigai

Tautan phishing biasanya dibuat menyerupai situs resmi agar pengguna tidak langsung menyadari adanya kejanggalan. Karena itu, jangan hanya melihat tampilan halaman setelah tautan dibuka. Perhatikan beberapa tanda berikut:

  • Tautan dikirim oleh nomor atau akun yang tidak dikenal.
  • Pesan menggunakan nada mendesak dan meminta tindakan segera.
  • Alamat situs memiliki susunan huruf atau domain yang tidak biasa.
  • Pengguna diminta memasukkan password, PIN, OTP, atau data identitas.
  • Pengguna diarahkan mengunduh aplikasi dari sumber yang tidak jelas.
  • Pengirim mengaku sebagai pihak resmi tetapi tidak dapat diverifikasi melalui kanal resmi.

Badan Siber dan Sandi Negara menjelaskan bahwa phishing pada dasarnya berupaya memancing korban agar mengklik tautan dan memasukkan kredensial melalui email atau situs palsu yang menyerupai sumber asli.

Jangan langsung percaya suara atau video

Perkembangan AI membuat penipuan tidak hanya mengandalkan teks. Pemerintah juga menyoroti penggunaan deepfake untuk menghasilkan konten yang semakin sulit dibedakan dari materi asli.

Artinya, suara seseorang yang terdengar familiar atau video yang tampak meyakinkan belum cukup menjadi bukti bahwa komunikasi tersebut benar.

Jika muncul permintaan data, uang, akses akun, atau tindakan mendesak, lakukan konfirmasi melalui jalur lain yang sudah diketahui dan terpercaya.

Baca Juga: 4 Alasan Membeli Rumah Saat Pensiun Perlu Dipikirkan Kembali di Hari Tua

Lindungi anggota keluarga dari penipuan digital

Perlindungan digital sebaiknya dilakukan bersama. Anak atau anggota keluarga dapat membantu orang tua ketika menerima pesan yang mengatasnamakan bank atau instansi tertentu.

Biasakan untuk tidak mengambil keputusan ketika sedang panik. Periksa identitas pengirim, jangan membuka tautan mencurigakan, dan lakukan konfirmasi secara mandiri melalui kanal resmi.

Kebiasaan sederhana ini penting karena penipu biasanya memanfaatkan rasa takut dan terburu buru agar korban tidak sempat berpikir.

Gunakan prinsip stop, check, report

Ketika menerima komunikasi mencurigakan, gunakan tiga langkah sederhana:

  1. Stop, berhenti sebelum mengklik tautan atau memberikan informasi.
  2. Check, periksa pengirim, alamat situs, dan kebenaran informasi melalui kanal resmi.
  3. Report, laporkan jika menemukan indikasi penipuan atau sudah terlanjur mengikuti instruksi pelaku.

Jika sudah memberikan informasi sensitif, segera hubungi penyedia layanan terkait melalui kanal resmi dan lakukan pengamanan akun. 

Simpan pula bukti percakapan, nomor pengirim, tautan, serta waktu kejadian untuk membantu proses pelaporan. OJK juga menyediakan Indonesia Anti Scam Centre sebagai salah satu sarana pelaporan penipuan transaksi keuangan.

Phishing tidak selalu hadir dalam bentuk pesan yang terlihat mencurigakan. Bantuan teknologi dan teknik manipulasi sosial, pelaku dapat membuat komunikasi terasa seperti berasal dari pihak yang benar benar dikenal.

Karena itu, jangan jadikan nama, logo, suara, atau tampilan situs sebagai satu satunya patokan. Berhenti sejenak, lakukan pemeriksaan, dan jangan pernah menyerahkan data rahasia kepada pihak yang tidak dapat diverifikasi. 

Kebiasaan kecil tersebut dapat menjadi pertahanan penting untuk menjaga keamanan data pribadi dan akses keuangan di tengah meningkatnya ancaman penipuan digital.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Tak Cuma Harga, Ini yang Dipertimbangkan Konsumen Sebelum Belanja

​Temuan Ipsos menunjukkan, konsumen Indonesia masih berhati-hati mengatur pengeluaran di tengah kekhawatiran biaya hidup.

Nikmati Promo HokBen Pakai CIMB Niaga, Dapatkan Cashback hingga 71% di September Ini

Manfaatkan promo HokBen bersama CIMB Niaga untuk menikmati cashback hingga 71% lewat pembayaran QRIS OCTO selama September 2026.

IHSG Diproyeksi Terkoreksi, Simak 6 Rekomendasi Saham dari BNI Sekuritas Kamis (24/9)

IHSG diproyeksi kembali terkoreksi pada perdagangan Kamis (24/9/2026).​ Simak rekomendasi saham dari BNI Sekuritas untuk hari ini.

BRI Danareksa Sekuritas Bagikan 4 Rekomendasi Saham untuk Perdagangan Kamis (24/9)

BRI Danareksa Sekuritas membagikan sejumlah rekomendasi saham untuk perdagangan Kamis (24/9/2026).​ Simak ulasannya berikut.

Harga Emas Antam Hari Ini (24/9) Jatuh Rp 25.000, Selisih Jual-Buyback Rp 170.000

Harga emas Antam hari ini turun Rp 25.000 menjadi Rp 2.605.000 per gram. Harga buyback juga turun Rp 30.000.​

Ramalan Shio Hari Ini Kamis 24 September 2026, Banyak Peluang Kerja Menanti

Simak ramalan shio hari ini Kamis 24 September 2026, cek peruntungan 12 shio soal karier, keuangan, asmara dan kesehatan.

Ramalan Zodiak Hari Ini Kamis 24 September 2026, Tentukan Prioritasmu

Simak ramalan zodiak hari ini Kamis 24 September 2026, lengkap Aries hingga Pisces soal karier, keuangan, asmara, dan kesehatan.

Harga Emas Pegadaian Hari Ini (24/9) Bergerak Beragam, Galeri24 Turun UBS Naik

Harga emas Galeri24 di Pegadaian turun Rp 2.000, sementara harga emas UBS naik Rp 5.000 per gram hari ini​.

MNC Sekuritas Bagikan Ide Trading Hari Ini (24/9), Ada CUAN, EMAS, INDY, dan VKTR

HSG berpotensi kembali terkoreksi pada perdagangan Kamis (24/9/2026).​ Simak rekomendasi saham dari MNC Sekuritas untuk hari ini.

Alternatif Googlebook: Layar OLED 2.8K Acer Googlebook 14 Ramping nan Mewah

Lini Acer Googlebook 14 membawa layar OLED 2,8K dan bodi 0,54 inci. Desain fleksibel ini menyimpan kejutan fitur yang patut dicermati.