MOMSMONEY.ID - Ketika ingin melamar suatu pekerjaan, pastikan data diri Anda tetap aman. Berikut waspadai ciri-ciri lowongan kerja palsu yang harus Anda waspadai.
Di era digital saat ini, pencarian kerja menjadi semakin mudah dengan banyaknya lowongan yang beredar di berbagai platform seperti situs pencari kerja, media sosial, hingga pesan berantai di aplikasi chat.
Namun, di balik kemudahan ini, ada risiko besar yang mengintai. Menurut sumber dari BCA, lowongan kerja palsu ini salah satu tujuannya untuk mencuri data pribadi Anda.
Kenali Ciri-Ciri Lowongan Kerja Palsu
Agar tidak terjebak dalam modus penipuan, penting untuk mengenali tanda-tanda lowongan kerja palsu. Berikut beberapa indikasi yang harus Anda waspadai:
Baca Juga: Simak Tips Cara Menghemat Uang Saat Belanja Bulanan yuk!
1. Persyaratan yang Terlalu Mudah
Perusahaan profesional biasanya memiliki proses seleksi yang jelas dan ketat. Jika Anda menemukan lowongan dengan persyaratan yang terlalu sederhana atau langsung diterima tanpa proses wawancara, patut dicurigai.
2. Gaji Tidak Masuk Akal
Jika tawaran gaji jauh lebih tinggi dari standar industri tanpa pengalaman yang memadai, itu bisa jadi tanda adanya penipuan. Penipu sering menggunakan angka besar untuk menarik korban.
3. Informasi yang Tidak Jelas dan Format Berantakan
Perhatikan bagaimana lowongan tersebut ditulis. Jika terdapat banyak kesalahan tata bahasa, penggunaan kata-kata bombastis, dan tidak mencantumkan informasi perusahaan dengan jelas, kemungkinan besar itu palsu.
Baca Juga: 7 Tips Efektif Memotong Pengeluaran dan Mengelola Keuangan Keluarga
4. Meminta Data Pribadi yang Sensitif
Lowongan kerja palsu sering kali meminta data pribadi yang tidak relevan dengan proses rekrutmen, seperti nomor kartu ATM, kode OTP, CVV/CVC, dan password internet banking. Jika diminta informasi seperti ini, segera hentikan komunikasi.
Tips Menghindari Lowongan Kerja Palsu
Agar tetap aman dalam mencari pekerjaan, ikuti langkah-langkah berikut:
1. Verifikasi Kredibilitas Perusahaan
Selalu lakukan pengecekan terhadap perusahaan yang membuka lowongan. Cari informasi melalui situs resminya, alamat kantor, serta reputasi perusahaan tersebut di internet.
2. Hati-Hati dalam Berkomunikasi
Rekrutmen profesional biasanya menggunakan email resmi perusahaan. Jika komunikasi dilakukan melalui chat pribadi atau media sosial tanpa identitas yang jelas, waspadalah terhadap potensi penipuan.
Baca Juga: Ini Cara Mencairkan Kripto ke Rekening Bank dengan Mudah
3. Jangan Berikan Informasi Perbankan
Data pribadi seperti nomor rekening dan informasi keamanan perbankan tidak pernah menjadi syarat resmi dalam melamar kerja. Jika ada permintaan semacam ini, segera laporkan dan hindari.
4. Laporkan Lowongan Mencurigakan
Jika menemukan lowongan kerja yang mencurigakan, laporkan kepada pihak berwenang atau platform tempat lowongan tersebut dipublikasikan. Ini akan membantu mencegah orang lain menjadi korban.
Mencari pekerjaan memang membutuhkan usaha, namun selalu pastikan Anda melakukannya dengan aman.
Jangan mudah tergiur dengan tawaran yang terlalu menggiurkan, dan selalu lakukan verifikasi sebelum melamar. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda!
Selanjutnya: Bocoran dari Hashim, BI Beri Dukungan Dana Rp 130 Triliun untuk Program 3 Juta Rumah
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News