M O M S M O N E Y I D
HOME, Santai

Wajib Tahu! Ini Cara Membedakan Peduli Lindungi Asli dan Screenshot Saat Check In

Reporter: Christ Penthatesia  |  Editor: Christ Penthatesia


MOMSMONEY.ID - Aplikasi Peduli Lindungi merupakan aplikasi wajib yang harus dimiliki oleh masyarakat Indonesia sebagai salah satu syarat untuk bisa berpergian.

Aplikasi ini membantu melacak dan merekap history kunjungan dari seseorang, menyimpan sertifikat vaksin, dan juga hasil test swab yang terintegrasi langsung.

Cara untuk menyimpan history perjalanan adalah dengan cara memindai kode QR sebelum memasuki fasilitas umum.

Baca Juga: Sudah Terintegrasi, Ini Dia Cara Melihat Hasil Tes Covid di Aplikasi PeduliLindungi

Kode QR biasanya diletakkan di pintu masuk sebuah fasilitas umum seperti peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Namun baru-baru ini banyak orang orang yang kembali tidak menaati protokol yang berlaku. Ramai di sosial media Tiktok yang menunjukkan bahwa seseorang bisa lolos masuk ke sebuah tempat fasilitas umum tanpa melakukan pindai kode QR.

Biasanya yang ditunjukkan pada petugas yang berjaga di pintu masuk adalah hasil screen shot dari aplikasi Peduli Lindungi ketika berhasil melakukan check in di suatu tempat.

Sehingga jumlah pengunjung di suatu fasilitas umum tidak tercatat secara jelas dan tidak terlacak aktivitas mengunjungi tempat tersebut.

Baca Juga: Cara Mudah Scan QR Code dari Aplikasi Peduli Lindungi

Cara mudah untuk mengetahui apakah seseorang benar-benar memindai kode QR dengan hasil screenshot juga cukup mudah.

Saat seseorang melakukan proses pindai QR pada pintu masuk maka tanda check in yang berwarna hijau akan bergerak timbul hilang dalam beberapa waktu.

Sehingga bisa diindikasi bahwa orang tersebut melakukan proses pindai yang benar dan sesuai dengan protokol kesehatan yang ditetapkan.

Sedangkan apabila tanda indikasi checkin yang berwanda hijau tidak bergerak dalam beberapa saat maka bisa dipastikan itu adalah hasil screenshot dan orang tersebut tidak melakukan protokol kesehatan sesuai dengan yang ditetapkan pemerintah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

5 Manfaat Mendaki Gunung untuk Kesehatan Mental, Rahasia Sembuh Lewat Alam

Stres kronis bisa merusak mental. Riset Stanford University ungkap mendaki gunung ampuh memulihkan pikiran. Temukan 5 manfaatnya!

Kawasan Serpong Berkembang Pesat, LippoLand Luncurkan Produk Komersial Baru

LippoLand merilis The Hive Teraza dan Soho Treetops, ruko fleksibel di Park Serpong. Temukan detail harga dan lokasi strategisnya di sini.

Hasil BAC 2026 : Ubed Terus Melaju, Adnan/Indah dan Bobby/Melati Tersingkir

Tiga wakil Indonesia memastikan diri melaju ke babak selanjutnya di hari pertama Badminton Asia Championship (BAC) 2026.​

12 Minuman Paling Sehat Selain Air Putih yang Bisa Anda Coba Konsumsi

Mari intip beberapa minuman paling sehat selain air putih yang bisa Anda coba konsumsi berikut ini!   

Digital Nomad Jadi Tren Gaya Kerja Fleksibel, Ini Cara Memulainya dengan Aman

Digital nomad jadi tren kerja fleksibel 2026, simak peluang, risiko, dan cara memulai agar tetap produktif dan finansial aman.​  

8 Minuman Tinggi Serat yang Bagus untuk Pencernaan

Ini, lho, beberapa minuman tinggi serat yang bagus untuk pencernaan. Mau coba konsumsi?                          

10 Rahasia Pola Pikir Warren Buffett Memahami Uang dan Emosi agar Finansial Kuat

Pelajari cara Warren Buffett memahami emosi dan uang agar finansial lebih stabil dan cerdas di tengah kondisi ekonomi tak pasti.​  

9 Kesalahan Desain Interior Ini yang Sering Bikin Rumah Anda Terasa Hambar

Rumah terasa hambar dan kurang hidup? Kenali kesalahan desain ini dan ubah suasana ruangan jadi lebih nyaman dan estetik!​  

7 Aturan Dekorasi Rumah yang Tidak Wajib Diikuti agar Hunian Lebih Fungsional

Ingin rumah tampil beda dan tidak monoton? Ini 7 aturan dekorasi yang bisa diabaikan agar hunian lebih estetik dan fungsional.​  

7 Makanan yang Bikin Kenyang Lebih Lama dan Tidak Gampang Lapar

Ada beberapa makanan yang bikin kenyang lebih lama dan tidak gampang lapar, lho. Apa sajakah itu?