MOMSMONEY.ID - Gaya hidup sehat kini makin populer di kalangan pekerja urban, mulai dari diet viral hingga workout challenge.
Namun, di balik tren tersebut, risiko kesehatan justru meningkat akibat maraknya informasi yang tidak akurat atau menyesatkan.
Dalam momentum World Health Day, Allianz Indonesia mendorong gaya hidup sehat berbasis sains dan kebiasaan sederhana yang konsisten.
“Hidup sehat bukan sesuatu yang menunggu waktu luang, tapi harus dibangun dari kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari. Ini bukan soal tren sementara, tapi investasi jangka panjang,” ujar Nina Hatumena, Chief People & Culture Allianz Life Indonesia dalam keterangan resmi Rabu (8/4).
Public figure sekaligus wellness enthusiast, Melanie Putria, menyoroti kesalahpahaman soal aktivitas fisik.
Baca Juga: 7 Kunci Hidup Sehat Ala Gen Z, Cara Simpel Atasi Stres & Jaga Imun
Menurutnya, aktivitas harian seperti berjalan atau naik tangga termasuk Non-Exercise Physical Activity (NEPA) dan belum bisa menggantikan olahraga terstruktur. Ia menekankan empat pilar gaya hidup sehat yaitu olahraga, nutrisi, istirahat & pemulihan, serta manajemen stres.
Sementara itu, Nutritionist Rinta Agustiani Dwiputra mengingatkan bahwa banyak orang terjebak tren diet instan tanpa pemahaman yang tepat.
"Banyak orang ingin hidup sehat, tapi terjebak pada tren atau solusi instan yang belum tentu sesuai dengan kebutuhan tubuhnya. Akibatnya, hasilnya tidak bertahan lama, bahkan bisa berdampak sebaliknya,” jelasnya.
Beberapa tren seperti very low-calorie diet hingga keto diet dinilai berisiko jika tidak dilakukan dengan pengawasan.
Misalnya, diet ekstrem dapat memicu efek yoyo, sementara konsumsi lemak berlebih pada diet keto berpotensi meningkatkan risiko gangguan jantung.
Sebagai solusi, pendekatan sederhana dinilai lebih efektif, seperti menjaga pola makan seimbang, rutin berolahraga, tidur cukup, hingga mengambil jeda singkat saat bekerja.
Pendekatan berbasis sains juga mencakup upaya pencegahan seperti imunisasi, yang menurut WHO telah menyelamatkan 154 juta nyawa dalam 50 tahun terakhir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News