MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global naik setelah AS dan Iran mengumumkan kesepakatan sementara untuk mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz. Ini meredakan kekhawatiran inflasi global dan berpotensi meredam ekspektasi kenaikan suku bunga.
Mengutip Bloomberg, Senin (15/6), harga emas spot diperdagangkan naik 2,76% menjadi US$ 4.335,97 per troi ons pada pukul 15.56 WIB. Harga emas memantul naik setelah pekan lalu terpangkas sebesar 2,50%.
Presiden AS Donald Trump mengatakan di media sosial bahwa kesepakatan dengan Iran kini telah selesai. Wakil Menteri Luar Negeri Iran mengonfirmasi perpanjian tersebut, yang akan ditandatangani pada Jumat di Swiss.
AS dan Iran sepakat untuk tidak saling menyerang dan menjalani masa gencatan senjata selama 60 hari. Akan dilakukan negosiasi untuk membongkar program nuklir Teheran, sementara Iran juga akan mendapatkan keringanan dari sanksi yang menargetkan penjualan minyaknya ke luar negeri.
Harga minyak mentah Brent turun lebih dari 4% didorong ekspektasi bahwa aliran energi melalui Hormuz akan kembali normal setelah Iran dan AS mengakhiri blokade mereka terhadap jalur perairan penting tersebut. Trump mengatakan jalur tersebut akan dibuka setelah kesepakatan diteken.
Baca Juga: Harga Buyback Emas Hari Ini 15 Juni 2026: Pegadaian Melejit Rp 46.000, Antam Stagnan
Christopher Wong, Ahli Strategi FX di Oversea-Chinese Banking Corp., mengatakan hal ini membuat kondisi makroekonomi menjadi sedikit menguntungkan bagi emas. Meskipun demikian, kesepakatan tersebut perlu diformalkan, karena itu kita mungkin masih akan melihat perdagangan yang bergejolak dalam waktu sementara.
"Agar emas kembali mendapatkan momentum kenaikan yang lebih kuat, mungkin butuh perbaikan yang lebih berkelanjutan dalam lingkungan eksternal, yang mencakup imbal hasil yang lebih rendah, harga minyak lebih rendah, dan bukti lebih jelas bahwa penyesuaian bunga yang agresif dari The Fed telah mencapai puncaknya," imbuh Wong mengutip Bloomberg, hari ini.
Harga emas sebagian besar bergerak berlawanan arah dengan harga minyak sejak perang dimulai pada akhir Februari, karena kekhawatiran bahwa kenaikan harga energi akan memicu inflasi dan mendorong bank sentral untuk mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama. Ini mengurangi daya tarik logam mulia, yang tidak menghasilkan bunga. Harga emas telah turun 18% sejak konflik pecah.
The Fed dijadwalkan mengadakan pertemuan di bawah Ketua baru Kevin Warsh untuk pertama kali pada minggu ini. Ekspektasi pasar mengarah pada kenaikan suku bunga di akhir tahun ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News