M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Tekanan Global Masih Bayangi Pasar, Investor Disarankan Tetap Selektif

Tekanan Global Masih Bayangi Pasar, Investor Disarankan Tetap Selektif
Reporter: Danielisa Putriadita  |  Editor: Danielisa Putriadita


MOMSMONEY.ID - PT Mirae Asset Sekuritas melihat pasar keuangan domestik masih menghadapi tekanan dari sentimen global yang belum sepenuhnya mereda. Kamis, (10/9), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 1,33% ke level 6.589, disertai aksi jual bersih investor asing sebesar Rp748 miliar di pasar reguler. 

Di tengah kondisi tersebut, investor dinilai perlu tetap selektif dengan mencermati fundamental dan perkembangan likuiditas domestik.

Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, mengatakan tekanan terlihat pada saham perbankan, khususnya BBCA dan BBRI, yang sebelumnya menjadi salah satu penopang pasar. 

Sementara itu, investor asing masih mengakumulasi sejumlah saham seperti ANTM, AADI, CUAN, dan PTBA, mengindikasikan adanya rotasi parsial menuju saham komoditas dan sektor tertentu.

“Sentimen global masih menantang seiring US10YT mendekati 5%, kenaikan drastis ECB menjadi 2,5%, serta harga minyak yang bertahan tinggi. Namun, transmisi ke pasar domestik sejauh ini relatif terbatas,” ujar Rully dalam keterangan tertulis, Jumat (11/9). 

Menurut Rully, rupiah saat ini berada di sekitar Rp 17.547 per dolar AS dengan yield SBN 10 tahun sebesar 7,11%. Tidak adanya lelang SRBI sepanjang September turut mendorong realokasi likuiditas perbankan ke SBN. 

Baca Juga: Ini Reksadana yang Menarik saat Rupiah dan Foreign Flow Menguat

Penguatan rupiah memberi ruang bagi Bank Indonesia untuk mengurangi stance defensif dan melonggarkan kondisi likuiditas dalam jangka pendek, meski tekanan harga minyak dan global yields masih membatasi ruang pengelolaan melalui BI-Rate.

Di tengah dinamika pasar tersebut, perkembangan konsumsi domestik juga menjadi perhatian. Novani Karina Saputri, Research Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, mengatakan keyakinan konsumen mulai menunjukkan perbaikan, meski pemulihannya masih belum merata.

Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Agustus 2026 meningkat menjadi 118,5 dari 116,8 pada Juli. Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini juga naik menjadi 109,4, sementara Indeks Ekspektasi Konsumen meningkat menjadi 127,6. Namun, masih terdapat selisih 18,2 poin antara persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi ke depan, menunjukkan bahwa konsumen masih melihat kondisi saat ini dengan lebih hati-hati.

“Perbaikan belum terjadi secara menyeluruh. Kelompok pengeluaran Rp 4,1 juta-Rp 5 juta justru menjadi satu-satunya kelompok yang mencatat penurunan keyakinan, sementara persepsi pasar tenaga kerja melemah pada responden berpendidikan universitas dan pascasarjana,” jelas Novani.

Novani juga menyoroti perubahan pola pengelolaan keuangan rumah tangga. Porsi tabungan turun paling besar pada rumah tangga dengan pengeluaran Rp 1 juta-Rp 4 juta, sementara konsumsi meningkat di hampir seluruh kelompok. Kondisi ini dapat menopang permintaan jangka pendek, tetapi penurunan tabungan juga menunjukkan bahwa buffer keuangan rumah tangga pada segmen tertentu semakin tipis.

Baca Juga: Analisis 5 Aplikasi Investasi Emas Terpercaya untuk Investor Digital

Dengan inflasi sebesar 3,19% secara tahunan, perkembangan tersebut perlu diperhatikan karena daya beli rumah tangga akan semakin bergantung pada kemampuan pendapatan untuk mengimbangi kenaikan harga.

Meski demikian, peningkatan keyakinan konsumen tetap menjadi sinyal positif bagi prospek konsumsi. Menurut Novani, pemulihan konsumsi yang berkelanjutan masih membutuhkan penguatan pendapatan riil, prospek ketenagakerjaan, dan stabilitas inflasi.

“Karena itu, kami mempertahankan strategi portofolio yang selektif dengan preferensi pada saham berfundamental kuat dan arus kas solid. RDPU tetap menjadi pilihan likuiditas anchor, sementara RDPT tetap favorable untuk akumulasi bertahap seiring membaiknya peluang di pasar obligasi,” tutup Novani.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Promo Hypermart Daily Fresh 11-17 September 2026, Cake-Frozen Food Beli 1 Gratis 1

Cek dan manfaatkan katalog promo Hypermart Daily Fresh periode 11-17 September 2026 untuk belanja aneka frozen food.

Promo Alfamart Serba Gratis Weekend 11-13 September 2026, Oronamin C Beli 2 Gratis 1

Manfaatkan Promo Alfamart Serba Gratis Weekend Periode 11-13 September 2026 untuk belanja produk favorit lebih hemat.

Promo Indomaret Weekend Treats 11-13 September 2026, Belfoods Safari Beli 1 Gratis 1

Promo Indomaret Weekend Treats Periode 11-13 September 2026. Cek dan manfaatkan untuk belanja hemat di akhir pekan.

Butter Baby Hadirkan Menu Spesial Bertema Dangdut dan Dessert Run 6K

Dari panggung dangdut hingga rute lari pagi, Butter Baby mengajak Jakarta merayakan dessert culture dengan cara yang lebih ekspresif.

Tekanan Global Masih Bayangi Pasar, Investor Disarankan Tetap Selektif

Investor dinilai perlu tetap selektif dengan mencermati fundamental dan perkembangan likuiditas domestik. 

Katalog Promo JSM Alfamidi Periode 11-13 September 2026, Cheetos Beli 2 Gratis 1

Cek dan manfaatkan promo JSM Alfamidi periode 11-13 September 2026 untuk belanja hemat selama akhir pekan ini.

Pasar Saham Membaik, tapi Belum Saatnya Bertindak Agresif

Pasar saham Indonesia mulai menunjukkan perbaikan. Namun, Manulife Aset Manajemen Indonesia ungkap sinyal yang ditunggu sebelum bersikap agresif.

Beberapa Langkah Supaya Koperasi Bisa Naik Kelas

Salah satu langkah agar koperasi bisa go internasional adalah dengan mengikuti pameran internasional untuk membuka akses pasar.

Akhir Pekan di Yogyakarta? Intip Prakiraan Cuaca Besok (12/9) dan Lusa

Seluruh wilayah DIY diprediksi berawan pada Sabtu. Kondisi lebih cerah pada Minggu, simak rincian cuacanya.

Pendaftaran MAF Impact Leaders Program Cohort IV Diperpanjang hingga 18 September

Mahasiswa muda masih bisa mendapatkan kesempatan beasiswa dari MAF hingga 18 September 2026.