MOMSMONEY.ID - Sinemaku Pictures merilis trailer dan poster terbaru untuk film Memburu Pemangsa garapan Umay Shahab. Film yang mengusung genre horror-crime-action ini akan tatang di bioskop Indonesia mulai 24 September.
Trailer berdurasi 2 menit 31 detik ini memperlihatkan perburuan empat jurnalis perempuan terhadap seorang predator anak yang membawa mereka pada ancaman yang jauh lebih mengerikan dari sekadar kejahatan manusia.
Trailer dibuka dengan perjalanan investigatif yang menggunakan pendekatan mockumentary, membawa penonton seolah mengikuti langsung proses liputan keempat jurnalis tersebut. Namun, semakin jauh penonton masuk ke dalam perburuannya, semakin terasa bahwa apa yang para jurnalis hadapi bukan sekadar kejahatan manusia.
Kejahatan tersebut menjadi pintu masuk menuju dunia yang lebih gelap dan mengerikan. Apa yang awalnya terlihat sebagai kasus kriminal perlahan mengarah pada praktik ritual demonologi, ketika seorang manusia bersekutu dengan iblis dan menjadikan anak-anak sebagai bagian dari tujuan brutalnya.
Trailer ini juga menampilkan para keempat jurnalis yang diperankan Laura Basuki, Prilly Latuconsina, Taskya Namya, dan Yasamin Jasem yang menjadi tim jurnalis investigasi yang akan menelusuri informasi, tapi juga harus bertarung dan mempertaruhkan nyawa demi mengungkap kebenaran.
Baca Juga: Film Laut Bercerita Terpilih Ikut Kompetisi Utama BIFF 2026
Sementara itu, official poster yang dirilis bersamaan menampilkan keempat jurnalis tersebut tengah menangkap sang predator, diperankan Teuku Rifnu Wikana. Dalam poster, sosok Rifnu tampak terikat rantai dengan wajah penuh luka, sementara kalung berwarna hijau menyala di lehernya menjadi petunjuk atas persekutuannya dengan iblis.
Dalam pengembangan cerita film ini, Sinemaku Pictures melakukan riset dan bekerja sama dengan Komnas Perlindungan Anak, akademisi kriminologi Universitas Indonesia, Divisi Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Kejahatan terhadap Anak (TPPO) Bareskrim Polri, serta redaksi media investigasi.
Umay Shabab yang menyutradarai film ini mengatakan, angka kejahatan dan kekerasan terhadap anak di Indonesia sangatlah tinggi, dengan berbagai bentuk yang sangat memprihatinkan. Bahkan menurutnya, mereka menemukan banyak kisah menyayat hati dalam proses risetnya.
“Ada kejahatan yang dilakukan dengan cara yang bahkan sulit dipercaya, termasuk praktik demonologi yang melibatkan anak-anak sebagai bagian dari ritual. Bagi saya, kejahatan terhadap anak adalah sesuatu yang tidak bisa dibenarkan dengan alasan apa pun dan tidak seharusnya pernah mendapatkan ruang untuk dimaafkan,” ujar Umay dalam keterangan tertulis.
Laura Basuki, yang memerankan Agnes, karakter jurnalis yang memiliki indra keenam dan sebagai pemimpin tim investigasi berharap kesadaran terhadap kejahatan anak tak berhenti di film Memburu Pemangsa.
“Kekerasan dan kejahatan terhadap anak masih menjadi persoalan serius di Indonesia. Film ini bukan hanya sebagai karya hiburan, tetapi juga menjadi wake-up call bagi kita untuk terus memperjuangkan perlindungan anak-anak kita ke depannya.” ujar Laura.
Di sisi lain, Taskya Namya, yang memerankan karakter Brina, seorang juru kamera yang juga turut dalam perburuan dan investigasi di Memburu Pemangsa, film ini memberinya kesempatan untuk lebih mengenal peran jurnalis, dan memahami risiko yang dihadapi para jurnalis saat bertugas.
“Dalam prosesnya, kami juga sempat bertemu dengan beberapa jurnalis. Aku cukup amazed dengan pekerjaan mereka, karena menurutku menjadi jurnalis itu bukan pekerjaan yang mudah. Apalagi ketika harus meliput dan bertemu dengan kasus yang penuh risiko. Bukan cuma memikirkan kamera dan berita yang harus didapat, tapi juga keselamatan diri saat menjalankan tugas,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
/2026/09/01/999114137p.jpg)