MOMSMONEY.ID - Kumo merilis aplikasi layanan kesehatan digital yang membantu proses pencatatan dan pengelolaan data kesehatan secara lebih rapi dan terintegrasi.
Kehadiran aplikasi semacam ini memudahkan masyarakat menyimpan riwayat kesehatan sekaligus mendukung dokter dalam memberikan perawatan yang lebih tepat.
Melalui sistem rekam medis elektronik, data kesehatan pasien dicatat secara digital dan tersimpan dengan aman.
Informasi mulai dari identitas pasien, keluhan, hingga riwayat pemeriksaan dapat diakses kembali saat dibutuhkan, tanpa harus mengulang pencatatan secara manual.
Aplikasi kesehatan terintegrasi juga membantu memperlancar alur perawatan. Pasien dapat terhubung dengan tenaga medis melalui aplikasi khusus, sementara dokter dan perawat dapat berkoordinasi di setiap tahap pelayanan.
Dengan sistem ini, proses perawatan menjadi lebih terstruktur dan efisien.
Baca Juga: Bahaya Asam Urat Tinggi: Ginjal, Jantung, Stroke, dan Diabetes Mengintai!
Pendekatan digital seperti ini memungkinkan tenaga medis mengurangi beban administrasi dan lebih fokus pada kondisi pasien.
Pendiri Kumo Kevin Nair menyampaikan, teknologi kesehatan dikembangkan dengan mengutamakan kebutuhan pengguna.
“Tidak ada yang berubah sejak awal. Kumo akan terus berkembang, didorong oleh pendekatan kami yang berpusat pada pelanggan,” ujar Kevin dalam keterangan resmi Kamis (29/1).
Ia menambahkan, masukan dari pengguna menjadi bagian penting dalam pengembangan sistem.
“Dengan aktif mendengarkan masukan mereka dan melakukan penyesuaian perangkat lunak yang diperlukan, kami memastikan Kumo berada di garda terdepan dalam kemajuan teknologi untuk klinik,” jelasnya.
Selain kemudahan akses, keamanan data menjadi perhatian utama dalam penggunaan aplikasi kesehatan.
Baca Juga: Usia Emas Terancam Nyeri Sendi? Ini Cara Maia Estianty Menghindarinya
Sistem ini dirancang untuk memenuhi standar keamanan informasi, sehingga data medis yang bersifat sensitif tetap terlindungi dan digunakan sesuai kebutuhan layanan kesehatan.
Penggunaan standar diagnosis yang terintegrasi juga membantu data kesehatan dapat dipahami secara konsisten antar penyedia layanan.
Hal ini mendukung dokter dalam memberikan perawatan yang lebih akurat berdasarkan riwayat kesehatan pasien.
Ke depan, keterhubungan antar sistem kesehatan dinilai akan semakin penting dalam mendukung layanan perawatan yang berkelanjutan.
“Dekade berikutnya dari perawatan rawat jalan tidak akan ditentukan oleh lebih banyak aplikasi dan fitur, melainkan oleh ekosistem klinis yang lebih terintegrasi, interoperabel, dan cerdas dengan AI yang berbasis nilai. Perubahan kecil dapat membawa perbedaan besar,” pungkas Kevin.
Sejalan dengan itu, sistem Kumo juga terhubung dengan pelaporan layanan kesehatan ke pemerintah, termasuk integrasi dengan platform SATUSEHAT di Indonesia.
Selanjutnya: Dulu Dikuasai Institusi, Kini Hampir 40% SUN FR Dibeli Investor Individu
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News