MOMSMONEY.ID - Moms, kesibukan bekerja, mengurus rumah hingga aktivitas sekolah anak sering membuat waktu bersama keluarga terasa terbatas. Tak sedikit orang tua yang akhirnya merasa perlu merencanakan kegiatan khusus agar bisa menciptakan kenangan berkesan bersama buah hati.
Padahal, kedekatan orang tua dan anak tidak selalu harus dibangun lewat liburan keluarga, berkunjung ke tempat wisata atau aktivitas yang membutuhkan banyak biaya, lo, Moms.
Rutinitas sederhana seperti mengantar anak ke sekolah, berbincang dalam perjalanan pulang hingga menikmati camilan bersama juga bisa menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan.
Psikolog Anak dan Certified Play Therapist Anastasia Satriyo menjelaskan, hubungan yang hangat terbentuk melalui interaksi kecil yang dilakukan secara konsisten. Anak tidak selalu membutuhkan pengalaman besar atau momen yang sempurna untuk merasa disayangi oleh orang tuanya.
"Anak tidak membutuhkan setiap momen bersama orang tua menjadi besar atau sempurna. Hal yang lebih penting adalah pengalaman merasa dilihat, didengar, dan direspons secara konsisten," kata Anastasia, Rabu (28/10).
Menurut dia, interaksi sederhana yang dilakukan berulang dapat membantu anak merasa bahwa cerita, emosi, dan keberadaannya dihargai. Karena itu, orang tua tidak perlu menambah banyak agenda baru hanya demi menciptakan waktu berkualitas bersama anak.
Baca Juga: Cari Aktivitas Bersama Anak? Ada Mothercare Museum of Moments di Jakarta
Manfaatkan rutinitas sehari-hari
Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah memanfaatkan rutinitas yang sudah menjadi bagian dari kehidupan keluarga. Misalnya, orang tua bisa menyempatkan diri berbincang ketika menjemput anak dari sekolah atau mengajaknya bercerita saat bersantai di rumah.
Orang tua juga bisa menciptakan kebersamaan melalui aktivitas sederhana, seperti menyiapkan perlengkapan sekolah untuk esok hari, membereskan barang bersama, atau mengobrol santai sebelum tidur.
Hal yang perlu diperhatikan adalah bagaimana orang tua hadir dalam momen tersebut. Alih-alih sekadar menjalankan rutinitas, orang tua bisa mencoba memberikan perhatian penuh kepada anak, mendengarkan ceritanya, dan merespons hal-hal yang menarik baginya.
Misalnya, ketika anak pulang sekolah, orang tua mungkin ingin segera mengetahui kegiatan yang dijalaninya sepanjang hari. Namun, jika anak masih terlihat lelah, tidak ada salahnya memberikan waktu untuk beristirahat terlebih dahulu sebelum mengajaknya berbicara.
Anak yang baru menyelesaikan aktivitas sekolah juga membutuhkan waktu untuk melepas penat. Dengan suasana yang lebih santai, percakapan dapat muncul secara alami tanpa membuat anak merasa sedang diinterogasi.
Baca Juga: 4 Jenis Parenting yang Harus Dihindari oleh Orang Tua, Bisa Merusak Mental Anak!
Ngemil bersama bisa menjadi waktu untuk bercerita
Momen menikmati camilan bersama juga bisa dimanfaatkan untuk membangun kedekatan. Setelah menjalani aktivitas sekolah atau bermain, anak dapat diajak duduk bersama orang tua untuk menikmati makanan ringan sambil berbincang santai.
Menurut Anastasia, waktu makan atau menikmati camilan dapat menjadi kesempatan bagi keluarga untuk berinteraksi dalam suasana yang lebih rileks. Dalam kondisi tersebut, percakapan bisa muncul secara lebih natural karena anak tidak merasa sedang dituntut untuk menjawab pertanyaan atau menyelesaikan tugas tertentu.
Meski demikian, bukan camilan yang secara otomatis menciptakan kedekatan. Hal yang lebih penting adalah suasana ketika orang tua dan anak menghabiskan waktu bersama, tanpa terburu-buru atau dibebani tuntutan lain.
Karena itu, orang tua bisa menyediakan waktu sekitar 10–15 menit untuk menikmati momen tersebut. Durasi ini tidak harus selalu diisi dengan percakapan panjang. Duduk bersama, bercanda, atau sekadar menikmati waktu dengan tenang juga bisa menjadi bentuk kebersamaan.
Orang tua pun perlu menahan keinginan untuk langsung menasihati atau mengoreksi perilaku anak ketika sedang bersantai. Jika ada hal yang perlu dibicarakan, orang tua dapat memilih waktu yang lebih tepat agar anak tetap memiliki ruang untuk menikmati momen bersama keluarganya.
Baca Juga: Moms, Ini 6 Sinyal Bahaya yang Menunjukkan Kesehatan Mental Anak sedang Terganggu
Tak perlu menunggu akhir pekan
Kesempatan untuk membangun kedekatan juga tidak harus menunggu akhir pekan tiba. Di tengah jadwal keluarga yang padat, orang tua dapat mencari jeda-jeda kecil yang memungkinkan mereka hadir secara penuh bersama anak.
Saat menunggu kakak selesai beraktivitas, misalnya, orang tua bisa memanfaatkan waktu untuk mengobrol dengan adiknya. Begitu pula ketika perjalanan pulang terhambat kemacetan, waktu di kendaraan dapat diisi dengan percakapan ringan atau menikmati camilan bersama jika situasinya memungkinkan.
Kebiasaan tersebut dapat dibangun secara bertahap. Ketika anak terbiasa mendapatkan perhatian dalam keseharian, momen kebersamaan bisa menjadi bagian yang dinantikan tanpa harus selalu disertai kegiatan istimewa.
Survei online Lexus pada Juli 2026 menemukan bahwa sembilan dari 10 ibu merasa masih perlu menciptakan pengalaman istimewa agar anak merasa disayangi. Padahal, responden sepakat bahwa waktu 10–15 menit pun dapat bermakna ketika dijalani dengan perhatian penuh.
Temuan tersebut menjadi pengingat bahwa waktu berkualitas tidak selalu berkaitan dengan lamanya kegiatan atau besarnya biaya yang dikeluarkan. Orang tua dapat memulainya dari aktivitas yang sudah ada, kemudian menjadikan rutinitas tersebut sebagai kesempatan untuk saling terhubung.
Semangat memanfaatkan momen sederhana tersebut juga diangkat oleh biskuit Lexus melalui kampanye That's A Lexus Moment. Tahun ini, Lexus berkolaborasi dengan karakter ilustrasi kucing Mofusand melalui kemasan edisi spesial 190 gram yang dilengkapi satu stiker koleksi secara acak dari empat desain.
Marketing Director URC Indonesia Rachmawati Sutarto mengatakan, kebersamaan sederhana dapat menjadi awal dari momen yang berarti antara orang tua dan anak.
Melalui kolaborasi tersebut, Lexus ingin menambah keseruan dalam rutinitas keluarga, termasuk ketika orang tua dan anak berbagi camilan sambil bertukar cerita. Kemasan edisi spesial Lexus bersama Mofusand tersedia di minimarket dan supermarket di Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News