MOMSMONEY.ID - Berkendara di tengah kondisi udara yang kurang baik tentu membutuhkan perhatian ekstra. Apalagi, ketika udara tercemar oleh partikel abu vulkanik akibat aktivitas erupsi gunung.
Bagi pengendara motor maupun mobil yang harus tetap bepergian, masker menjadi salah satu perlengkapan perlindungan yang penting. Penggunaan masker dapat membantu mengurangi paparan partikel di udara yang terhirup saat berkendara.
Namun, memakai masker saat berkendara tidak cukup hanya dengan menutup hidung dan mulut. Jenis masker, cara penggunaan, hingga perlengkapan perlindungan lainnya juga perlu diperhatikan agar perlindungan lebih optimal.
Dalam kondisi terdapat abu vulkanik di udara, pengendara dianjurkan menggunakan masker dengan kemampuan filtrasi partikel yang baik. Salah satunya adalah masker KN95.
Masker sebaiknya digunakan dengan posisi yang tepat, menutupi hidung, mulut, hingga bagian bawah dagu. Pastikan masker terpasang cukup rapat sehingga tidak banyak celah di sekitar wajah.
Pengendara juga sebaiknya tidak sembarangan membuka dan memasang kembali masker selama perjalanan, terutama ketika berada di lokasi dengan kondisi udara yang terlihat berdebu atau banyak abu. Jika masker sudah kotor, basah, atau rusak, sebaiknya segera diganti.
"Dalam situasi yang dapat berubah dengan cepat, banyak masyarakat tetap perlu menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk mitra pengemudi yang melayani kebutuhan mobilitas dan pengantaran," kata Melinda Savitri, Country Marketing & Communications Head Grab Indonesia, dalam keterangan resmi, Senin (21/9).
Baca Juga: Jangan Salah Pilih! Ini Jenis Masker Paling Efektif untuk Lindungi dari Abu Vulkanik
"Karena itu, Grab berupaya memberikan dukungan dari berbagai sisi, mulai dari penyediaan masker dan edukasi keselamatan bagi mitra yang tetap beraktivitas di jalan hingga membantu masyarakat mengakses kebutuhan kesehatan, seperti masker dan vitamin, melalui GrabMart," ujarnya.
Pengendara sepeda motor menghadapi paparan udara luar secara langsung. Karena itu, penggunaan masker dapat dilengkapi dengan perlengkapan pelindung lainnya.
Grab Indonesia, misalnya, mengimbau mitra pengemudi roda dua untuk menggunakan helm full-face dengan visor tertutup saat kondisi udara kurang baik. Penggunaan jaket atau pakaian tertutup juga dianjurkan untuk mengurangi paparan abu pada kulit dan pakaian.
Grab juga mendistribusikan masker di sejumlah titik kumpul antara lain Stasiun Tanah abang, Stasiun MRT Fatmawati dan Lebak Bulus, serta Stasiun Tangerang.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah mata. Jika terkena abu, hindari mengucek mata karena gesekan dapat memperparah iritasi. Bersihkan mata dengan cara yang sesuai dan cari pertolongan medis apabila keluhan berlanjut atau semakin berat.
Abu vulkanik tidak hanya berpengaruh terhadap kualitas udara. Bagi pengendara, keberadaan abu di jalan juga dapat membuat perjalanan menjadi lebih berisiko.
Lapisan abu yang menutupi permukaan jalan dapat membuat jalan lebih licin dan marka jalan menjadi sulit terlihat. Jarak pandang pun dapat berkurang. Karena itu, pengendara perlu mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan, serta menghindari pengereman secara mendadak.
Baca Juga: Road Trip Makin Populer, Ini Risiko dan Tips Aman Berkendara Jarak Jauh
Untuk pengendara motor, pengereman secara halus dengan memperhatikan kondisi jalan menjadi penting. Hindari bagian jalan yang terlihat tertutup abu tebal atau berpotensi licin.
Bukan berarti pengemudi mobil sepenuhnya terbebas dari paparan abu vulkanik. Ketika kondisi udara di luar kendaraan kurang baik, pengemudi dapat menggunakan fitur recirculate untuk membantu mengurangi masuknya udara dari luar ke dalam kabin.
Pengemudi juga perlu memastikan kaca depan tetap bersih agar jarak pandang tidak terganggu. Dalam kondisi berdebu atau terdapat abu, gunakan cairan pembersih kaca sebelum mengaktifkan wiper agar permukaan kaca tidak semakin tergores.
Lampu dekat atau fog lamp juga dapat digunakan sesuai kondisi untuk membantu visibilitas.
Selain itu, jarak dengan kendaraan di depan sebaiknya diperlebar. Grab mengimbau pengemudi roda empat menjaga jarak aman hingga empat kali lebih jauh dibandingkan kondisi normal.
Penggunaan masker memang menjadi salah satu langkah perlindungan ketika harus berkendara di tengah kondisi udara yang kurang baik. Namun, keselamatan di jalan tetap tidak boleh diabaikan.
Pengendara sebaiknya mempertimbangkan kembali perjalanan apabila kondisi udara atau jarak pandang sudah tidak memungkinkan untuk berkendara dengan aman.
Baca Juga: Performa Maksimal, Perempuan Bisa Lakukan 5 Tips Merawat Motor Ini agar Tak Rewel
Jika harus bepergian, gunakan perlengkapan pelindung secara lengkap, berkendara dengan kecepatan yang lebih rendah, dan terus memperhatikan kondisi jalan.
Grab Indonesia sendiri memberikan edukasi keselamatan kepada mitra pengemudi melalui imbauan di aplikasi. Selain penggunaan masker KN95, pengendara juga diingatkan untuk menggunakan perlengkapan pelindung, menjaga jarak, serta menggunakan tombol SOS di aplikasi apabila menghadapi situasi darurat.
Sekadar informasi saja, data internal Grab Indonesia juga mencatat permintaan masker melalui GrabMart meningkat hingga 24 kali lipat selama periode 5–8 September 2026, dengan peningkatan terutama terjadi di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Lampung.
Peningkatan ini mencerminkan kebutuhan masyarakat untuk melindungi diri dan keluarga secara cepat, sekaligus preferensi masyarakat untuk memanfaatkan ekosistem digital guna meningkatkan kesiapsiagaan dalam melindungi kesehatan secara praktis.
GrabMart memungkinkan masyarakat memperoleh berbagai produk perlindungan kesehatan dan kebutuhan lainnya secara cepat melalui pengiriman same day/instant, yang tersedia 24 jam di berbagai merchant.
Masker bukan sekadar perlengkapan tambahan ketika udara memburuk. Bagi pengendara yang tetap harus berada di jalan, masker merupakan bagian dari upaya menjaga diri dari paparan partikel udara, sementara kewaspadaan dan cara berkendara yang aman tetap menjadi bagian penting lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News