M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Suku Bunga The Fed Naik, Ini Sektor Investasi Paling Bergairah

Reporter: Danielisa Putriadita  |  Editor: Danielisa Putriadita


MOMSMONEY.ID - Yuk, simak Peluang investasi di pasar saham dan obligasi saat suku bunga The Fed naik.

Suku bunga acuan The Federal Reserve (The Fed) saat ini berada di level  5,25-5,50%. Angka ini disebut menjadi yang tertinggi sejak lebih dari dua dekade lalu.

Lalu. apa dampaknya bagi ekonomi global dan bagaimana pengaruhnya terhadap ekonomi domestik Indonesia? 

Paparan tersebut tersaji dalam diskusi Talkshow Tumbuh Makna dengan tema “Pengaruh Kenaikan Suku Bunga The Fed Terhadap Ekonomi Global dan Indonesia”, yang berlangsung di Jakarta baru-baru ini.

Dalam agenda tersebut, diskusi dihadiri narasumber Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira Adhinegara dan Co-Founder Tumbuh Makna Benny Sufami.

Bhima menjelaskan, kenaikan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat sangat jelas memiliki pengaruh bagi negara-negara berkembang. Namun, bagi Indonesia, kenaikan ini ternyata tidak memiliki pengaruh yang signifikan.

Saat ini, kenaikan suku bunga The Fed tidak diikuti oleh kenaikan suku bunga Bank Indonesia (BI). Bhima melihat, jika BI menaikkan suku bunga secara afresif seperti The Fed, maka bisa berdampak pada pinjaman konsumen yang akan jauh lebih mahal.

Baca Juga: Meneropong Arah Pasar Jelang Pemilu 2024, Ini Rekomendasi Investasi Reksadana Saham

Hal tersebut juga bisa mengganggu pemulihan konsumsi domestik. Selain itu, banyak industri yang juga akan terpengaruh dengan kenaikan suku bunga tersebut. 

Lebih jauh, Bhima bahkan menganalisis, roda ekonomi Indonesia lebih terhubung dengan pergerakan Tiongkok ketimbang Amerika, sehingga kenaikan suku bunga The Fed tidak secara otomatis mengganggu pertumbuhan ekonomi Indonesia.  

"Karena Tiongkok adalah salah satu negara asal investasi yang terbesar, dan mitra investasi Indonesia. Kedua, mereka adalah mitra dagang. Kita ekspor ke Tiongkok itu bisa seperempat dari total ekspor Indonesia, kira-kira sekitar 25% kita kirim ke Tiongkok, dan itu tentu sangat mempengaruhi,” tuturnya, dalam keterangan tertulis, Senin (14/8). 

Bhima kembali menjelaskan dengan mengambil riset sebuah studi, bahwa setiap satu persen penurunan ekonomi yang terjadi di Amerika Serikat, pengaruhnya ke Indonesia hanya 0,01%. 

Namun, jika ekonomi Tiongkok turun 1% saja dalam PDB mereka, maka imbas ke Indonesia bisa mencapai 0,3%.

"Jadi, kita lebih sensitif dengan ekonomi Tiongkok. Sehingga, kenaikan suku bunga AS belum tentu berdampak langsung ke capital market maupun surat utang di Indonesia, setidaknya dalam jangka waktu yang dekat," kata Bhima.

Meski fundamental ekonomi nasional kuat, Bhima menyatakan, pada tahun depan, Indonesia perlu mewaspadai gejolak ekonomi yang akan terjadi. Beberapa sentimen yang perlu diwaspadai:

Baca Juga: Ekonomi Global Tertekan, Ekonomi Indonesia Masih Stabil

Pertama, The Fed tetap penting untuk diperhatikan tapi mesti ditambah dengan faktor-faktor lainnya sehingga kita bisa mitigasi beberapa risiko. 

Kedua, inflasi di Indonesia saat ini masih bisa ditahan sementara, cadangan devisa masih bagus, suku bunga pun masih bisa ditahan, tapi kalau Amerika suku bunganya masih terus 5,25%, maka Indonesia harus tawarkan bunga. 

Karena, bila ada penyesuaian jangka panjang, kasihan industri karena suku bunga pinjaman juga akan menjadi mahal dan pengaruhnya juga pada penyaluran pertumbuhan kredit perbankan dan berdampak pada imbal hasil yang harus ditawarkan oleh berbagai instrumen investasi di Indonesia. 

Bhima meyakini, ekonomi kuartal III 2023 nanti akan banyak tantangan yang mesti diwaspadai, terutama mengenai ketidakseimbangan antara pendapatan dan kebutuhan. 

"Di kuartal III, ada kebutuhan yang terus meningkat, meskipun inflasi kita terbilang cukup baik dan terkendali bahkan agak sedikit menurun, tapi yang perlu diketahui di kuartal II adalah ini tidak ada momen musiman dimana masyarakat bergerak untuk berwisata secara masif, itu tantangannya," ungkap Bhima. 

Di kuartal III biasanya belanja pemerintah mulai meningkat tetapi belum setinggi di kuartal IV. Meski begitu, kemungkinan pertumbuhan pada kuartal III berada pada kisaran 4,9%.

Baca Juga: Prospek Pasar Saham yang Masih Lesu

Sementara Benny memprediksi situasi ekonomi global saat ini tidak memberikan tekanan yang signifikan bagi ekonomi domestik di Indonesia.

Hal itu didapati karena fakta bahwa ekonomi nasional pada kuartal II sangat baik, khususnya angka PDB Indonesia yang berada di atas 5% dengan tren inflasi yang relatif stabil, yang tentunya menunjukan sentimen positif.

"Berdasarkan data riset yang Tumbuh Makna peroleh, ekonomi kuartal II 2023 Indonesia 5,17%. Sementara, IMF menyatakan bahwa maksimal pertumbuhan ekonomi dunia hanya akan bertumbuh maksimal 3%, itu sudah cukup baik di tengah kondisi tekanan ekonomi global," katanya.

Kemudian, data inflasi harga konsumen lebih rendah dari kuartal sebelumnya yakni dari 3,52% ke 3,08% (yoy).

Untuk itu, pada kondisi seperti ini, Benny melihat masih terdapat peluang investasi yang sangat menarik. Terutama di pasar saham dan pasar obligasi karena valuasi masih menarik. 

Tantangannya adalah investor hanya perlu lebih bersabar. Sebab kita lihat di semester I 2023, Indeks Harga Saham Gabungan  stagnan, sementara di semester kedua ini lah Benny melihat akan sangat menarik.

Lalu, mengapa IHSG bisa menarik dan perlu ditunggu investor? Benny melihat peluang IHSG akan naik kembali terbuka.

Baca Juga: Investor Reksadana Wajib Simak 4 Strategi Investasi Ini

Faktor pertama, karena penurunan harga komoditas sudah terbatas. Kedua, karena adanya kegiatan domestik yang disinyalir akan meningkat, sebab KPU dan DPR hingga pemerintah sendiri sudah menyetujui budget Pemilu sekitar Rp 76 triliun.

"Itu tentunya memiliki dampak positif bagi ekonomi kita, sehingga akan mengerek positif di dalam IHSG. Ketiga, tingkat inflasi kita cukup terkendali. Dan keempat, kenaikan suku bunga diperkirakan sudah mencapai puncaknya," ujarnya.

Benny optimistis, IHSG akan menguat. Analisa ini diperkuat berdasarkan riwayat data IHSG jelang pemilu di tahun politik. Biasanya 6 bulan sebelum pemilu, IHSG itu mengalami kenaikan.

Ini pernah terjadi misalnya di tahun 2014 dan 2019. Dimana pada tahun 2014, 6 bulan sebelum pemilu, IHSG mengalami kenaikan 19,6%, lalu pada tahun 2019 pun IHSG mengalami kenaikan 11,7%.

"Memang tidak ada jaminan ini akan berulang, tapi polanya selalu seperti itu. Untuk itu, kami optimistis di semester II ini, IHSG bisa mengalami kenaikan," sebutnya.

Ia pun meyakini bahwa pasar obligasi akan naik dan itu merupakan kesempatan yang mesti dimanfaatkan oleh para investor. Tumbuh Makna melihat ada ruang untuk Bank Indonesia di awal tahun 2024 untuk menurunkan tingkat suku bunga. 

Untuk surat utang negara (SUN) Seri 10 tahun, saat ini yield-nya berada pada posisi 6,3% dan Benny melihat tahun depan itu bisa di posisi 6,1%. Jadi ada potensi kenaikan harga obligasi. Ada kesempatan dan peluang untuk dimanfaatkan menjadi keuntungan. 

"Ke depan dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup terjaga di atas 5%, bahkan walaupun turun di angka 4,8% atau 4,9%, kami masih melihat peluang investasi, khususnya di equity dan obligasi," kata Benny. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (27/9), Hujan Lebat Siram 21 Provinsi Berikut

BMKG memberikan peringatan dini cuaca besok Minggu 27 September 2026 dengan status Siaga hujan sangat lebat di provinsi berikut ini.

Bukan Cuma Medali Emas Asian Games 2026, Rahmat Erwin Abdullah Pecahkan Rekor Dunia

Rahmat Erwin Abdullah mempersembahkan medali emas kedua Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. 

Ramalan Shio Besok Minggu 27 September 2026, Perhatikan Langkah dan Komunikasi

Simak ramalan shio besok Minggu 27 September 2026 untuk karier, keuangan, cinta, dan kesehatan yang lengkap untuk 12 shio.

Ramalan Zodiak Besok Minggu 27 September 2026, Simak Prediksinya

Ramalan zodiak besok, Minggu 27 September 2026, membahas asmara, karier, keuangan, dan gambaran astrologi masing-masing zodiak.

Tanpa KB, Ini 4 Cara Mencegah Kehamilan Jika Belum Siap Punya Anak

Mencegah kehamilan tanpa KB berfokus pada pemahaman tanda-tanda biologis tubuh wanita. Berikut 4 cara mencegah kehamilan tanpa KB.

Makan Hemat Berdua dan Rame-Rame Lewat Promo Wingstop Gratis Sprite Nipis Mint

Manfaatkan promo Wingstop terbaru untuk menikmati paket ayam lezat berdua atau keluarga lengkap dengan gratis Sprite Nipis Mint segar.

Serbu Promo Es Teler 77 Mega Deals! Nikmati Diskon Nampol hingga 65% Pakai Qpon

Cek promo Es Teler 77 sekarang dan dapatkan berbagai paket bundle serta menu segar favoritmu dengan harga diskon yang bikin hemat.

Makan Nanas Tiap Hari Bisa Atasi Arthritis, Cek Semua Manfaatnya di Sini

Merupakan buah yang kaya nutrisi, mari ketahui apa saja manfaat buah nanas jika rutin dikonsumsi buat kesehatan.​

Punya Riwayat Asam Lambung, Hindari Makan Sayuran Ini Secara Berlebihan

Anda punya riwayat asam lambung? Ketahui sayuran yang tidak boleh dimakan penderita asam lambung secara berlebihan di sini.

7 Pilihan Makanan yang Banyak Mengandung Kolagen untuk Kulit Kencang dan Sehat

Temukan daftar makanan yang banyak mengandung kolagen mulai dari kaldu tulang, daging ayam hingga wortel untuk menjaga kesehatan sendi dan kulit.