MOMSMONEY.ID - Banyak orang tanpa sadar mengalami defisiensi magnesium. Sebagai panduan, berikut 4 tanda Anda butuh suplemen magnesium ya.
Magnesium merupakan salah satu mineral esensial yang memegang peranan krusial dalam mendukung lebih dari 300 reaksi enzim di dalam tubuh manusia, mulai dari fungsi otot, transmisi saraf, regulasi tekanan darah, hingga produksi energi seluler.
Sayangnya, akibat pola makan tinggi makanan olahan dan menurunnya kandungan nutrisi dalam tanah pertanian modern, banyak orang tanpa sadar mengalami kekurangan atau defisiensi magnesium tingkat ringan hingga sedang.
Tubuh sebenarnya memberikan berbagai sinyal saat kadar magnesium mulai menipis. Memahami gejala awal ini sangat penting untuk membantu kita mengambil tindakan pencegahan sebelum timbul komplikasi kesehatan yang lebih serius.
Baca Juga: 4 Jenis Suplemen yang Tidak Boleh Dikonsumsi Malam Hari, Bikin Susah Tidur
Mengenali sinyal-sinyal alami yang dikirimkan oleh tubuh dapat menjadi indikator awal apakah Anda memerlukan suplemen magnesium sebagai asupan tambahan atau tidak.
Sebagai panduan, berikut 4 tanda Anda butuh suplemen magnesium, bersumber dari National Institutes of Health, Cleveland Clinic, dan Medical News Today.
1. Sering kram otot dan kedutan
Salah satu gejala paling khas dan umum ketika tubuh kekurangan magnesium adalah timbulnya kejang, kram otot berulang, atau kedutan tak terkontrol terutama di area betis, kaki, atau kelopak mata.
Magnesium berperan penting dalam mengatur kontraksi dan relaksasi otot dengan cara mengontrol aliran kalsium ke dalam sel otot dan saraf.
Ketika kadar magnesium terlalu rendah, kalsium akan membanjiri sel-sel saraf secara berlebihan, sehingga membuat sistem saraf otot menjadi sangat peka dan terstimulasi secara berlebih. Akibatnya, otot menjadi tegang, sulit relaks, dan mengalami kram mendadak yang mengganggu kenyamanan.
2. Kualitas tidur buruk dan muncul gejala insomnia
Jika Anda sering kesulitan untuk tidur nyenyak, terbangun di tengah malam, atau merasa gelisah saat berada di atas kasur, hal tersebut bisa jadi tanda bahwa tubuh Anda kekurangan magnesium.
Magnesium bertanggung jawab membantu mengaktifkan sistem saraf parasimpatis, yaitu sistem yang bertugas membuat tubuh merasa tenang, relaks, dan siap untuk beristirahat. Selain itu, mineral ini mengatur neurotransmiter GABA (gamma-aminobutyric acid) yang menenangkan aktivitas otak serta membantu regulasi hormon tidur (melatonin).
Asupan magnesium yang cukup dapat membantu meredakan ketegangan fisik dan pikiran, sehingga memudahkan tubuh untuk tertidur lelap.
Baca Juga: 4 Kesalahan Makeup Natural yang Bikin Hasilnya Kurang Menyatu, Catat Ya!
3. Kelelahan kronis dan kelemahan otot
Kelelahan merupakan kondisi di mana tubuh merasa kehabisan energi secara terus-menerus meskipun sudah cukup beristirahat.
Magnesium adalah komponen kunci dalam proses pembentukan molekul ATP (adenosine triphosphate), yang merupakan sumber energi utama bagi seluruh sel tubuh. Tanpa magnesium yang memadai, proses pembentukan energi seluler tidak dapat berjalan optimal, sehingga tubuh merasa cepat lelah, lemas, dan kurang bertenaga.
Selain itu, defisiensi magnesium sering kali disertai dengan penurunan kadar kalium di dalam sel otot (hypokalemia), yang semakin memperparah kondisi kelemahan fisik dan daya tahan tubuh.
4. Mengalami stres, kecemasan, dan mood swings
Magnesium sering kali dijuluki sebagai "mineral penenang" karena perannya yang sangat vital dalam kesehatan otak dan regulasi suasana hati. Kekurangan magnesium dapat mengganggu fungsi sumbu HPA (hypothalamic-pituitary-adrenal axis), yaitu sistem utama tubuh yang mengatur respons terhadap stres emosional dan fisik.
Ketika kadar magnesium di dalam darah rendah, tubuh menjadi lebih rentan mengalami kecemasan yang meningkat, rasa gelisah, mudah marah, hingga perubahan suasana hati (mood swings).
Beberapa studi klinis menunjukkan, mencukupi kebutuhan magnesium dapat membantu menurunkan tingkat stres harian dan menjaga keseimbangan emosional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News