MOMSMONEY.ID - Catat panduan ini ya, Moms agar memahami cara menghitung bunga pinjaman bank agar cicilan tidak membebani keuangan di masa depan.
Pinjaman bank masih menjadi pilihan banyak masyarakat Indonesia untuk memenuhi kebutuhan finansial, mulai dari pembelian rumah hingga kebutuhan mendesak lainnya.
Namun, tidak sedikit orang yang mengajukan kredit tanpa benar-benar memahami cara kerja bunga pinjaman. Padahal, bunga adalah faktor utama yang menentukan besar kecilnya cicilan dan total dana yang harus dibayarkan.
Di tengah kondisi ekonomi yang dinamis, pemahaman soal bunga pinjaman menjadi bekal penting agar keuangan tetap terkendali.
Melansir dari OCBC, bunga pinjaman berfungsi sebagai penyesuaian nilai uang saat ini dengan nilai uang di masa mendatang.
“Memahami struktur bunga sejak awal membantu masyarakat mengambil keputusan kredit yang lebih sehat dan terencana,” mengutip dari laman OCBC.
Baca Juga: Cek Dampak Hapus Cicilan Kendaraan pada Kesehatan Finansial Jangka Panjang
Alasan bunga pinjaman bank perlu dipahami
Bunga pinjaman bukan sekadar tambahan biaya, melainkan komponen inti dalam sistem kredit perbankan. Setiap bank menerapkan kebijakan bunga yang berbeda tergantung jenis produk dan profil nasabah.
Jika tidak dipahami sejak awal, cicilan yang terlihat ringan bisa berubah menjadi beban jangka panjang. Dari sisi perencanaan keuangan, memahami bunga pinjaman adalah bagian dari literasi finansial dasar yang sangat relevan bagi masyarakat dewasa. Pengetahuan yang cukup, risiko salah memilih produk kredit dapat diminimalkan.
Jenis bunga pinjaman yang umum digunakan bank
Dalam praktik perbankan, terdapat beberapa jenis bunga pinjaman yang sering diterapkan. Perbedaan jenis bunga ini berpengaruh langsung pada jumlah cicilan bulanan dan total pembayaran.
Tiga jenis bunga yang paling sering digunakan adalah bunga flat, bunga efektif, dan bunga anuitas. Masing-masing memiliki cara hitung dan karakteristik yang berbeda. Mengetahui perbedaannya membantu calon debitur menyesuaikan pinjaman dengan kondisi keuangan pribadi.
Cara menghitung bunga flat dan cirinya
Bunga flat dihitung berdasarkan jumlah pokok pinjaman awal dan nilainya tetap selama masa kredit. Artinya, bunga yang dibayarkan setiap bulan tidak berubah hingga tenor berakhir.
Sebagai contoh, pinjaman Rp100.000.000 dengan bunga 10% per tahun dan tenor 12 bulan. Pokok pinjaman per bulan sebesar Rp8.333.333, sementara bunga per bulan Rp833.333. Total cicilan yang dibayarkan setiap bulan menjadi Rp9.166.666.
Kelebihan bunga flat terletak pada perhitungan yang sederhana dan cicilan yang stabil. Namun, secara total, bunga yang dibayarkan biasanya lebih besar dibanding jenis bunga lainnya.
Baca Juga: 5 Kebiasaan Menuju Finansial yang Lebih Sehat di 2026, Evaluasi Sebelum Membeli
Cara menghitung bunga efektif yang menurun
Bunga efektif dihitung berdasarkan sisa pokok pinjaman setiap bulan. Semakin besar cicilan pokok yang sudah dibayarkan, semakin kecil bunga yang dikenakan pada bulan berikutnya.
Misalnya, pinjaman Rp120.000.000 dengan bunga 10% per tahun dan tenor 12 bulan. Pokok cicilan per bulan sebesar Rp10.000.000.
Pada bulan pertama, bunga yang dibayarkan Rp1.000.000 sehingga total cicilan Rp11.000.000. Di bulan berikutnya, bunga akan menurun seiring berkurangnya sisa pokok pinjaman.
Jenis bunga ini dinilai lebih transparan karena mencerminkan kondisi utang yang sebenarnya, meskipun cicilan awal terasa lebih besar.
Cara kerja bunga anuitas dalam cicilan tetap
Bunga anuitas membuat jumlah cicilan bulanan relatif sama dari awal hingga akhir masa pinjaman. Namun, komposisinya berubah setiap bulan.
Pada awal tenor, porsi bunga lebih besar dibanding pokok. Seiring waktu, porsi pokok akan meningkat dan bunga menurun.
Sebagai ilustrasi, pinjaman Rp100.000.000 dengan bunga 15% per tahun dan tenor 12 bulan menghasilkan cicilan sekitar Rp9.583.333 per bulan.
Model ini banyak digunakan karena memudahkan pengaturan anggaran bulanan. Meski begitu, penting untuk memahami bahwa total bunga tetap menjadi bagian besar di awal pinjaman.
Tips memilih bunga pinjaman agar keuangan tetap sehat
Sebelum mengajukan pinjaman, pastikan untuk menanyakan jenis bunga yang digunakan dan melakukan simulasi cicilan. Jangan hanya fokus pada cicilan bulanan, tetapi perhatikan juga total pembayaran hingga akhir tenor.
Sesuaikan pilihan pinjaman dengan penghasilan dan kebutuhan jangka panjang. Dengan perencanaan yang matang, pinjaman dapat menjadi alat bantu finansial, bukan sumber tekanan.
Baca Juga: Kesalahan Finansial Ini Bikin Tabungan Rp50 Juta Anda Mustahil Tercapai
Memahami cara menghitung bunga pinjaman bank adalah langkah penting untuk menjaga kestabilan keuangan pribadi. Setiap jenis bunga memiliki dampak yang berbeda terhadap cicilan dan total pembayaran.
Literasi finansial yang baik, masyarakat dapat mengambil keputusan kredit secara lebih bijak dan bertanggung jawab. Di tengah tantangan ekonomi saat ini, pemahaman ini menjadi kunci agar pinjaman benar-benar menjadi solusi, bukan masalah.
Selanjutnya: Uang Moms Cepat Habis? Pahami Perbedaan Debit dan Kredit Agar Saldo Tetap Aman
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News