M O M S M O N E Y I D
Santai

Slow Jogging Jadi Tren Lari Korea lo, Simak Manfaat dan Tekniknya Ini

Slow Jogging Jadi Tren Lari Korea lo, Simak Manfaat dan Tekniknya Ini
Penulis: Christ Penthatesia  |  Editor: Christ Penthatesia


MOMSMONEY.ID - Penggemar olahraga lari pasti sudah mendengar tentang merebaknya aktivitas slow jogging yang mulai ramai di Korea Selatan. Penasaran, enggak sih, gimana manfaat slow jogging?

Dengan banyaknya para pelari yang berlomba-lomba meningkatkan kecepatan dengan mengurangi pace, di Korea malah sedang tren untuk berlari pelan.

Disebut dengan slow jogging, gagasan olahraga ini dibawa oleh Hiroaki Tanaka (1947–2018) seorang ahli fisiologi olahraga asal Jepang yang menginspirasi banyak orang di seluruh dunia melalui berbagai publikasinya mengenai topik tersebut.

Melansir Marathons, ia mendapati bahwa kecepatan pelan ini memungkinkan pembakaran lemak yang lebih cepat dibandingkan lari santai biasa, sembari tetap memberikan kepuasan yang sama terkait pelepasan endorfin.

Ada teknik lari khusus yang perlu diperhatikan untuk melakukan slow jogging.

Baca Juga: Bukan Hanya Latihan, Ini 8 Persiapan Sebelum Race agar Lari Nyaman dan Minim Cedera

Berbeda dengan lari konvensional yang diawali dengan tumit menyentuh tanah, pelari dengan teknik lari lambat mendarat menggunakan bagian depan telapak kaki (metatarsal) dan melakukan lebih banyak langkah.

Dalam metode lari lambat ala Hiroaki Tanaka, perhatian difokuskan pada postur tubuh yang baik dan bahu yang rileks.

"Fase melayang" berlangsung lebih singkat dibandingkan lari konvensional, namun upaya ini tetap melibatkan kerja tendon, tulang, dan otot.

Metode ini juga lebih ramah bagi tubuh karena menjaga kesehatan lutut, pinggul, dan punggung.

Anda bisa memulainya dengan berlari santai (joging) pada kecepatan yang disarankan, yaitu 180 langkah per menit, dan pastikan untuk tidak mendarat dengan tumit.

Manfaat lari dengan kecepatan rendah, menurut Cleveland Clinic, meliputi:

Baca Juga: Pace hingga Rute Terlacak, 5 Aplikasi Ini Bantu Olahraga Lari Lebih Nyaman

1. Membangun daya tahan tubuh.

2. Melakukan adaptasi pada sendi, ligamen, tendon, dan tulang terhadap tekanan saat berlari.

3. Menyempurnakan teknik lari Anda.

4. Memperkuat otot.

5. Memperkuat jantung dan paru-paru.

Dengan memasukkan lari santai ke dalam rutinitas latihan, Anda dapat meningkatkan stamina dan ketahanan terhadap kelelahan.

Baca Juga: Lomba Lari Kini Bergengsi, Ini Kategori Jaraknya dari Pemula hingga Elite

Meskipun lari lambat membantu meningkatkan daya tahan, lari ini juga membantu melatih kembali serat otot. Saat berlari jarak jauh, tubuh perlu mampu mempertahankan upaya tersebut.

Dengan memperkuat otot melalui lari lambat, Anda akan mampu mempertahankan kecepatan yang lebih cepat untuk waktu yang lebih lama.

"Membangun daya tahan dan efisiensi jantung adalah hal yang membantu Anda untuk perlahan-lahan berlari sedikit lebih cepat saat melakukan lari santai," ujar Dokter spesialis jantung Tamanna Singh, MD, kepada Cleveland Clinic.

Gagasan di balik slow jogging adalah bahwa dengan memperlambat kecepatan, Anda dapat menempuh jarak lari yang lebih jauh dan melatih tubuh dengan berbagai cara, seperti meningkatkan daya tahan serta memperkuat otot, jantung, dan paru-paru.

Secara keseluruhan, Anda membiarkan tubuh beradaptasi dengan beban fisik saat berlari dan mencegah cedera, yang pada akhirnya akan membantu Anda mencapai tujuan untuk berlari lebih cepat di kemudian hari.

Nah, itulah penjelasan tentang slow jogging dan beberapa manfaatnya untuk tubuh dan performa lari Anda. Tertarik coba?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Perguruan Tinggi Perlu Adaptasi dengan Perkembangan AI, Ini Alasannya

Perkembangan AI membuat perguruan tinggi perlu ikut beradaptasi dalam kegiatan akademik, termasuk perlu memperhatikan keamanan jaringan dan data.

Siap-Siap Promo J.CO Anniversary ke-21, Borong 2 Lusin Donat Murah Hanya Rp 118 Ribu

Rayakan ulang tahun J.CO dengan promo J.CO Anniversary mulai 31 Agustus hingga 4 September 2026. Dapatkan paket Dozen maupun J.Cool dan J.Coffee.

Band Tiket Perkenalkan Vokalis Baru di Jakarta Coffee Festival 2026

Formasi Band Tiket kini terdiri dari Brian Kresna Putro pada drum, Opet Alatas pada bass, Arden Wiebowo pada gitar, dan Rifqi FTR sebagai vokalis.

Simak 6 Rekomendasi Saham Pilihan BNI Sekuritas untuk Perdagangan Senin (24/8)

Simak rekomendasi saham dari BNI Sekuritas untuk Senin, 24 Agustus 2026 yang bisa dipertimbangkan investor dan trader.

Ingin Wajah Tetap Tampak Muda? Ini Tren Perawatan Regeneratif Kulit

Pendekatan regeneratif menjadi salah satu pilihan bagi pasien yang menginginkan perubahan pada kualitas kulit secara bertahap.

Ramalan 12 Zodiak Senin 24 Agustus 2026, Cek Karier dan Cinta Hari Ini yuk

Simak ramalan 12 zodiak Senin 24 Agustus 2026 berikut untuk cek karier, keuangan, cinta, kesehatan, dan keberuntungan hari ini.

Ramalan Shio Hari Ini Senin 24 Agustus 2026, Ada yang Paling Menguntungkan

Ramalan shio hari ini Senin 24 Agustus 2026 lengkap 12 shio, cek karier, keuangan, cinta, kesehatan, angka dan warna keberuntungan.​

Catat, BBCA Bagikan Dividen Interim Rp 25 per Saham, Cum Date 28 Agustus 2026

Investor masih memiliki kesempatan untuk mengoleksi saham BBCA hingga akhir pekan ini, Jumat (28/8) untuk mendapatkan dividen.

Saham Berkapitalisasi Pasar Jumbo Melemah, IHSG Berfluktuasi (24/8)

IHSG berfluktuasi pada perdagangan Senin pagi, 24 Agustus 2026. Pada pukul 09:08 WIB, IHSG tercatat naik 0,26% ke level 6.542,42. 

MNC Sekuritas Bagikan 4 Rekomendasi Saham untuk Perdagangan Senin (24/8)

​IHSG rawan mengalami koreksi pada perdagangan Senin (24/8/2026), berikut rekomendasi saham dari MNC Sekuritas untuk hari ini.