M O M S M O N E Y I D
HOME, Keluarga

Simak Tanda-Tanda Anxiety Disorder yang Mungkin Terjadi pada Anak di Sini

Reporter: Ana Risma  |  Editor: Ana Risma


MOMSMONEY.ID - Setiap anak akan mengalami saat-saat di mana mereka menjadi khawatir atau takut. Namun, tak jarang perasaan tersebut berubah menjadi luar biasa. Perasaan intens itulah yang populer disebut dengan anxiety atau kecemasan.

Anxiety adalah reaksi normal terhadap stres dalam hidup. Ini adalah cara tubuh memberi tahu tentang bahaya atau kehati-hatian dalam situasi tertentu.

Ketika seorang anak mengalami kecemasan, kekhawatiran mereka bisa sangat parah sehingga menghalangi aktivitas di sekolah, rumah, atau lingkungan bermain. Untuk itu, memahami tanda-tanda gangguan kecemasan (anxiety disorder) pada anak merupakan langkah penting untuk membantu anak mengatasi emosi dan reaksi mereka terhadap stres.

Baca Juga: Ketika Anak Sedang Ketakutan, Stop Lakukan 5 Kebiasaan Ini Mulai dari Sekarang!

Jenis anxiety disorder yang umum terjadi pada anak

Terdapat lebih dari satu jenis gangguan kecemasan. Meskipun sebagian besar dapat dialami oleh orang-orang pada usia berapa pun, namun hanya beberapa yang sering terjadi pada anak-anak. Beberapa gangguan kecemasan yang umum terjadi pada anak antara lain:

1. Generalized Anxiety Disorder (GAD)

Anak-anak dengan GAD terlalu khawatir tentang berbagai hal seperti masalah keluarga, hubungan dengan teman sebaya, atau kinerja di sekolah.

2. Panic Disorder

Anak-anak mungkin mudah mengalami ketakutan tanpa alasan atau karena hal-hal kecil. Jika anak Anda sering mengalami panik atau cemas padahal tidak ada hal yang menakutkan atau membahayakan, kemungkinan mereka mengalami panic disorder atau gangguan panik.

Seseorang dengan panic disorder memiliki reaksi fisik yang kuat terhadap stres dan mereka akan melakukan semua yang mereka bisa untuk menghindari reaksi tersebut. Reaksi tersebut biasanya melibatkan gangguan yang terlihat seperti air mata, hiperventilasi (napas cepat dan dalam), dan kekhawatiran kronis yang bertahan lama.

3. Separation Anxiety Disorder

Antara usia 18 bulan sampai 3 tahun, sangat umum bagi anak-anak untuk merasakan kecemasan ketika orang tua meninggalkan ruangan atau menjauh dari pandangan mereka. Kendati demikian separation anxiety disorder atau gangguan kecemasan perpisahan dapat juga terjadi pada anak-anak dengan usia yang lebih tua.

Anak dengan gangguan kecemasan ini cenderung membutuhkan waktu lebih lama daripada kebanyakan anak untuk menenangkan diri. Memengaruhi 4% anak-anak, separation anxiety disorder akan menimbulkan kerinduan yang ekstrem dan perasaan sedih ketika anak tidak berada di dekat orang yang dicintainya.

4. Specific Phobia

Jika seorang anak memiliki fobia spesifik, mereka memiliki ketakutan yang intens dan irasional terhadap hal atau situasi tertentu. Adapun fobia yang umum terjadi pada anak-anak meliputi fobia terhadap hewan, badai, air, ketinggian, darah, kegelapan, dan prosedur medis.

5. Social Anxiety Disorder

Social anxiety disorder atau gangguan kecemasan sosial sering disebut juga dengan fobia sosial. Ini ditandai dengan ketakutan yang kuat terhadap situasi sosial dan kinerja. Tanpa pengobatan, gangguan kecemasan ini dapat mengganggu kinerja anak di sekolah serta kemampuan mereka untuk bersosialisasi dan menjalin atau mempertahankan hubungan dengan orang lain.

Gejala anxiety disorder pada anak

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyatakan bahwa 7,1% anak-anak antara usia 3-17 tahun memiliki kecemasan yang dapat didiagnosis. Adapun anak-anak dengan gejala kecemasan sejati kemungkinan besar akan mengalami gejala-gejala sebagai berikut:

  • Menghindari situasi tertentu
  • Mengompol
  • Perubahan nafsu makan
  • Kelelahan
  • Bermasalah di sekolah
  • Sakit kepala
  • Mudah marah
  • Otot tegang
  • Kebiasaan gugup seperti menggigit kuku
  • Bermimpi buruk
  • Menolak untuk bersekolah
  • Gelisah
  • Menarik diri dari lingkungan sosial
  • Sakit perut
  • Sulit berkonsentrasi
  • Sulit tidur (insomnia)

Frekuensi dan munculnya gejala dapat bervariasi tergantung sifat kecemasannya. Beberapa ketakutan seperti kecemasan sosial dan fobia kemungkinan dipicu oleh situasi, objek, atau pengaturan tertentu. Sementara itu, generalized anxiety disorder atau panic disorder dapat menyebabkan gejala yang terjadi dengan frekuensi lebih besar.

Cara mengatasi anxiety disorder pada anak

Untuk mengatasi gangguan kecemasan pada anak, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan oleh para orang tua di antaranya sebagai berikut:

1. Jangan menghindari apa yang ditakuti anak

Meskipun menghindari apa yang ditakuti anak mampu menawarkan bantuan jangka pendek, namun menggunakan metode penghindaran sebagai mekanisme mengatasi kecemasan justru dapat memperkuat kecemasan dan memperburuknya dari waktu ke waktu.

2. Tawarkan kenyamanan dan contohkan respons positif

Dengarkanlah kekhawatiran anak Anda dengan tetap berhati-hati supaya tidak memperkuat ketakutan mereka. Anda bisa mempraktikkan teknik relaksasi sembari memodelkan respons yang sesuai dan tidak menakutkan terhadap sumber kecemasan anak.

3. Bantu anak belajar menoleransi ketakutan mereka

Membiarkan anak Anda terpapar sumber ketakutan mereka secara bertahap sambil menggunakan teknik relaksasi  untuk menenangkan respons ketakutan mereka dapat membantu anak belajar menoleransi kesulitan yang sedang mereka hadapi. Pada akhirnya, anak akan belajar bahwa tidak ada yang perlu mereka takuti.

4. Mengonsumsi antidepresan

Sama seperti orang dewasa, dokter mungkin akan meresepkan obat antidepresan untuk anak Anda ketika Anda mengajak mereka berobat ke sana dikarenakan antidepresan sering dijadikan pilihan pertama sebelum terapi. Obat ini akan membantu meringankan gejala kecemasan pada anak Anda.

5. Terapi

Selain antidepresan, terapi termasuk Cognitive Behavioral Therapy (CBT) juga sering direkomendasikan untuk mengatasi anxiety disorder pada anak. Ini adalah jenis terapi bicara di mana seorang anak akan memberi tahu terapis tentang perasaan dan pengalaman mereka. CBT dapat membantu anak-anak dengan kecemasan untuk melupakan perilaku penghindaran.

Selain itu, CBT juga akan membantu anak untuk mempelajari pola berpikir yang lebih bermanfaat.

Pilihan lain selain CBT adalah Exposure Therapy yang bertujuan untuk membantu anak secara sistematis menghadapi ketakutan mereka. Pada terapi jenis ini, anak Anda akan melihat ketakutan mereka atau menghidupkan kembali momen yang membuat mereka cemas. Seiring berjalannya waktu, anak yang berhasil menggunakan teknik yang mereka pelajari dari Exposure Therapy akan lebih nyaman dengan ketakutan atau kekhawatiran mereka dan mampu bekerja lebih baik untuk melalui saat-saat serupa di masa depan.

Selanjutnya: Inspirasi Dekorasi Rumah Gaya Rustic yang Estetik dan Bikin Rileks

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Prakiraan Cuaca Jawa Timur Besok Selasa (7/4) Hati-hati Kota Ini Hujan Ringan!

BMKG merilis prakiraan cuaca di Jawa Timur besok Selasa (7/4) yang didominasi oleh hujan ringan dan berawan

Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Besok (7/4), Hujan Guyur Semua Wilayah

Cuaca besok (7/4), BMKG memprakirakan hujan ringan hingga sedang mengguyur seluruh wilayah Jawa Tengah pada Selasa esok.

Pemkot Jogja Buka Pelatihan AI hingga Bahasa Jepang Gratis di 2026, Cek Syaratnya

Pelatihan gratis Jogja 2026 tawarkan beragam skill baru. Jangan lewatkan, kuota pendaftarannya terbatas dan bisa ditutup sewaktu-waktu!

Film Dokumenter The MINDJourney Ajak Penonton Melihat Realitas di Lapangan

Film dokumenter The MINDJourney tayangkan kisah perjalanan industri pertambangan secara realita.     

Simak 17 Wakil Indonesia di Ajang BAC 2026, Ubed dan Thalita Mulai dari Kualifikasi

Badminton Asia Championship atau BAC 2026 berlangsung pada 7-12 April 2026 di Gimnasium Pusat Olahraga Olimpiade Ningbao, China. 

Kaki Pecah-Pecah? 5 Langkah Rutin Ini Ubah Kaki Anda Jadi Mulus & Percaya Diri

Kulit kaki kering dan pecah-pecah membuat tidak nyaman? Hanya dengan 5 kebiasaan kecil ini, kaki Anda bisa kembali halus dan bebas masalah.

7% Wilayah Indonesia Ini Sudah Memasuki Musim Kemarau

Masuk April 2026, BMKG menyebutkan, sekitar 7% wilayah Indonesia sudah memasuki musim kemarau lo.   

IHSG Diproyeksi Lanjut Melemah, Cek Rekomendasi Saham BRI Sekuritas Senin (6/4)

IHSG diproyeksi melanjutkan pelemahan pada perdagangan Senin (6/4/2026).​ Cek rekomendasi saham BRI Danareksa Sekuritas untuk hari ini.

IHSG Ada Potensi Menguat, Simak Rekomendasi Saham BNI Sekuritas Senin (6/4)

IHSG berpotensi menguat pada perdagangan Senin (6/4/2026).​ Simak rekomendasi saham dari BNI Sekuritas untuk hari ini.

IHSG Melemah, Berikut Proyeksi dan Rekomendasi Saham MNC Sekuritas Senin (6/4)

IHSG masih rawan mengalami koreksi pada perdagangan Senin (6/4/2026).​ Berikut rekomendasi saham dari MNC Sekuritas untuk hari ini.