MOMSMONEY.ID - Masuk April 2026, BMKG menyebutkan, sekitar 7% wilayah Indonesia sudah memasuki musim kemarau lo.
BMKG memprediksikan, sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki musim kemarau tahun 2026 lebih awal dibanding rerata klimatologinya.
Kondisi ini dipicu oleh berakhirnya fenomena La Niña Lemah pada Februari 2026, yang kini telah bergeser ke fase Netral dan berpotensi menuju El Niño pada pertengahan tahun.
Wilayah yang sedang mengalami musim kemarau saat ini, mengutip akun Instagram BMKG, Senin (6/3):
- Sebagian kecil wilayah Aceh
- Sebagian kecil wilayah Sumatra Utara
- Sebagian kecil Riau
- Sebagian Sulawesi Tengah
- Sebagian Sulawesi Selatan
- Sebagian Sulawesi Tenggara
- Sebagian kecil Nusa Tenggara Barat
- Sebagian kecil Nusa Tenggara Timur
- Sebagian kecil Maluku
- Sebagian kecil Papua Barat
Baca Juga: Hujan Lebat Turun di Mana-Mana, Daerah Ini Tidak Hujan Lebih dari 1 Bulan
Wilayah yang akan memasuki musim kemarau akan bertambah. BMKG mencatat, sebanyak 114 zona musim (ZOM) atau 16,3% wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau pada April 2026, mencakup:
- Pesisir utara Jawa bagian barat
- Sebagian besar Jawa Tengah hingga Jawa Timur
- Sebagian besar Nusa Tenggara Barat
- Sebagian besar Nusa Tenggara Timur
- Sebagian kecil Kalimantan
- Sebagian kecil Sulawesi
Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan merinci, 26,3% wilayah menyusul masuk musim kemarau pada Mei 2026, dan 23,3% wilayah pada Juni 2026.
Berdasarkan data tersebut, Ardhasena menegaskan, awal kemarau di 325 ZOM (46,5%) akan maju atau terjadi lebih cepat dari biasanya.
“Wilayah yang diprediksi mengalami awal kemarau lebih maju meliputi sebagian besar Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan bagian selatan dan timur, sebagian besar Sulawesi, Maluku, hingga sebagian wilayah Papua,” ujarnya, dilansir dari situs BMKG.
Berdasarkan hasil analisis BMKG, puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia bakal terjadi pada Agustus 2026, yang mencakup 429 ZOM atau sekitar 61,4% wilayah Indonesia.
Baca Juga: Cara Mengatur Keuangan dengan Metode SMART biar Finansial Lebih Tertata
Wilayah lain akan mengalami puncak kemarau pada Juli (12,6%) dan September (14,3%). Wilayah yang memasuki puncak musim kemarau pada Juli meliputi:
- Sebagian wilayah Sumatra
- Kalimantan bagian tengah dan utara
- Sebagian kecil Jawa
- Sebagian kecil Nusa Tenggara
- Sebagian kecil Sulawesi
- Sebagian kecil Maluku
- Barat Papua
Memasuki Agustus, cakupan wilayah yang mengalami puncak kemarau semakin meluas secara signifikan. Kondisi kering ini akan mendominasi wilayah:
- Sumatra bagian tengah dan selatan
- Jawa Tengah hingga Jawa Timur
- Sebagian besar Kalimantan
- Sebahian besar Sulawesi
- Seluruh wilayah Bali
- Seluruh wilayah Nusa Tenggara
- Sebagian Maluku
- Sebagian Papua
Pada periode September, puncak musim kemarau masih dialami di sebagian Lampung, sebagian kecil Jawa, dan sebagian besar NTT. Selain itu, puncaknya juga akan dirasakan di wilayah Sulawesi bagian utara dan timur, sebagian besar Maluku Utara, sebagian Maluku, serta sebagian kecil Pulau Papua.
Lebih lanjut, BMKG memproyeksikan sifat musim kemarau 2026 secara umum akan bersifat Bawah Normal atau lebih kering dari biasanya di 451 ZOM (64,5%) dan Normal di 245 ZOM (35,1%).
Sebaliknya, hanya terdapat 3 ZOM (0,4%) di wilayah Gorontalo dan Sulawesi Tenggara yang berpotensi mengalami kemarau Atas Normal atau lebih basah.
“Dengan kondisi ini, durasi musim kemarau di 57,2% wilayah Indonesia diprediksi lebih panjang dari normalnya,” ungkap Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News