M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Simak Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas untuk ENRG, BBYB dan TINS Kamis (22/1)

Simak Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas untuk ENRG, BBYB dan TINS Kamis (22/1)
Reporter: RR Putri Werdiningsih  |  Editor: Putri Werdiningsih


MOMSMONEY.ID - Simak rekomendasi teknikal Mirae Sekuritas untuk saham ENRG, BBYB dan TINS, Kamis (22/1/2026), berikut ini. 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Rabu (21/1/2026). Pada pukul 09.14 wib, indeks naik 0,52% atau setara 46,45 poin ke level 9.056,78.

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Tasrul Tannar menyebutkan, secara teknikal, IHSG secara jangka pendek  masih bullish dengan risiko koreksi terbatas. Pada Kamis (22/1/2026), pergerakannya akan berada dalam rentang 8.900 - 9.150.

IHSG berada pada short term uptrend dengan periode 98, ditopang r-squared 0.929 yang menegaskan konsistensi tren dan slope 12.18 yang mencerminkan momentum kenaikan masih solid.

Baca Juga: IHSG Masih Rawan Koreksi, Berikut Rekomendasi Saham MNC Sekuritas Kamis (22/1)

Z-Score 1.81 menunjukkan harga relatif berada di atas rata-rata historis, namun belum ekstrem. Aktivitas transaksi mencapai 527,089,992, lebih tinggi dari avg. volume 417,892,028, mengindikasikan partisipasi pasar tetap sehat meski terjadi koreksi ringan.

Dari sisi momentum, MACD 7.20 masih berada di atas nol namun berada di bawah signal 13.92, mengindikasikan fase pendinginan jangka pendek setelah reli.

MFI 68.34 masih di zona kuat, sementara RSI 33.55 mendekati area oversold yang membuka peluang technical rebound. W%R -62.26 dan CMO -32.90 menunjukkan tekanan jual jangka pendek masih ada, namun belum cukup kuat untuk membatalkan struktur tren naik utama.

Selama indeks bertahan di atas critical level 8,875, bias tetap bullish terkendali dengan skenario pullback buy di area support dan potensi kelanjutan tren apabila berhasil menembus resistance secara valid.

Baca Juga: IHSG Berpotensi Koreksi, Cek Rekomendasi Saham BRI Danareksa Sekuritas Kamis (22/1)

Selain memberikan rekomendasi teknikal IHSG, Tasrul juga memberikan rekomendasi teknikal untuk beberapa saham. Berikut rinciannya : 

1.  PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG)

ENRG ditutup di 1,550, masih berada dalam ascending channel meski momentum jangka pendek melemah.

MACD -15.90 vs signal -13.80 menunjukkan momentum negatif yang mulai melandai, sementara MFI 16.93 dan RSI 29.54 berada di area oversold, membuka peluang technical rebound.

W%R -67.82 dan CMO -40.93 menegaskan tekanan jual masih dominan namun mulai kehilangan tenaga. Secara statistik, tren tetap solid dengan Period 58, r-squared 0.906, correlation 0.874, dan slope 17.50, mencerminkan arah tren naik yang masih kuat.

Beta 3.293 mengindikasikan volatilitas tinggi, sementara Z-Score -1.68 menandakan harga berada di bawah rata-rata jangka pendek. Aktivitas tetap aktif tercermin dari PVR 7.89 dan VVR 9.58.

Dari sisi level teknikal, volume 107,809,400 masih di bawah avg. volume 145,822,898, mengindikasikan fase konsolidasi.

Selama bertahan di atas support, koreksi bersifat pullback sehat, dengan cut loss di 1,445 untuk menjaga risiko.

Pada awal perdagangan Kamis (22/1/2026), saham ENRG dibuka di level Rp 1.575 per saham

  • Support: Rp 1.450 – Rp 1.500
  • Resistance: Rp 1.615 -  Rp 1.680
  • Rekomendasi: Buy on weakness
 

Baca Juga: IHSG Diproyeksi Rebound, Simak Rekomendasi Saham BNI Sekuritas Kamis (22/1)

2. PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB)

BBYB ditutup di 472, menunjukkan koreksi ringan dalam tren jangka pendek yang masih cenderung naik.

Beta 0.940 menandakan volatilitas moderat, sedangkan Z-Score -1.22 mencerminkan harga berada di bawah rata-rata jangka pendeknya, menandakan fase pullback konsolidatif dalam tren.

Dari sisi aktivitas pasar, volume 99,225,700 masih di bawah avg. volume 188,217,284, menunjukkan partisipasi perdagangan menurun.

Aktivitas asing relatif netral positif dengan Avg Foreign Buy 20,643,430 dan Avg Foreign Sell 19,971,440, menghasilkan Net Foreign Buy sebesar 671,990, yang mengindikasikan aliran modal asing tidak terlalu dominan tetapi tetap mendukung harga.

Momentum jangka pendek menunjukkan pelemahan: MACD -0.86 vs signal 0.53, sementara MFI 25.22 dan RSI 15.48 berada di area oversold, membuka peluang technical rebound.

W%R -92.51 dan CMO -69.05 juga mengonfirmasi tekanan jual masih berlaku, namun berada di kondisi ekstrem yang sering diikuti pantulan teknikal.

Selama BBYB bertahan di atas support utama, koreksi dipandang sebagai pullback sehat dalam tren naik, dengan strategi selective buy on weakness sambil menunggu konfirmasi volume dan momentum rebound menjadi lebih jelas.

Pada awal perdagangan Kamis (22/1/2026), saham BBYB dibuka di level Rp 472 per saham

  • Support: Rp 446 - Rp 464
  • Resistance: Rp 492 -  Rp 505
  • Rekomendasi: Buy on weakness

 

3.  PT Timah Tbk (TINS)

Pada time frame short term (period 100), TINS ditutup di 3,590 dan masih berada dalam struktur uptrend, meskipun saat ini mengalami pullback teknikal.

Kualitas tren relatif solid dengan r-squared 0.832 dan correlation 0.861, sementara beta 1.158 menunjukkan volatilitas di atas pasar. Slope 27.89 menegaskan arah tren masih positif, namun Z-Score -1.38 mengindikasikan harga berada di bawah rata-rata jangka pendek dan memasuki area diskon teknikal.

Dari sisi likuiditas, volume 70,109,500 berada di bawah avg. volume 86,010,219, mencerminkan penurunan partisipasi saat koreksi.

Namun, aktivitas asing masih konstruktif, dengan avg. foreign buy 11,620,279 lebih tinggi dibanding avg. foreign sell 8,747,082, menghasilkan net foreign buy 2,873,197. Hal ini mengindikasikan adanya akumulasi selektif asing di fase pelemahan, yang berpotensi menjadi penyangga harga dalam jangka pendek.

Secara keseluruhan, TINS berada dalam fase pullback sehat dengan dukungan akumulasi asing, membuka ruang technical rebound terbatas, namun tetap disertai risiko volatilitas tinggi

Pada awal perdagangan Kamis (22/1/2026), saham TINS dibuka di level Rp 3.650 per saham

  • Support : Rp 3.400-  Rp 3.500
  • Resistance : Rp 3.710 - Rp 3.830
  • Rekomendasi : Buy on Weakness

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Garmin Run 2026 Jadi Ruang Pelari Bertumbuh, dari 5K hingga Half Marathon

​Garmin Run Indonesia 2026 mengajak 8.000 pelari menikmati proses berkembang, dari langkah pertama hingga menuntaskan half marathon.

Mahasiswa Ternyata Bisa Jadi Peneliti Sebelum Lulus, Ini Contohnya

​Belum lulus kuliah, mahasiswi i3L University Bianca Haidi sudah mengembangkan riset di sejumlah negara.

Roemah Koffie Luncurkan Kopi Bercitarasa Fruity dan Juicy Bertajuk Cing Cangkeling

Roemah Koffie meluncurkan premium roasted coffee beans terbaru yang bertajuk Cing Cangkeling, kopi single origin yang berasal dari Mandalagiri. 

Spotify Rilis Pengaturan Baru biar Musik Anak Tak Pengaruhi Rekomendasi Orang Tua

Fitur baru Spotify memungkinkan orang tua menjaga musik anak dan keluarga agar tidak memengaruhi rekomendasi personal mereka.

Promo Alfamidi Ngartis 16-30 September 2026, Beli 1 Gratis 1 Pepsodent Aneka Varian

Cek promo Alfamidi Ngartis periode 16-30 September 2026 untuk belanja Beli 1 Gratis 1 dan Beli 2 Gratis 1.

Vitamin B Complex Punya Efek Luar Biasa: Risiko Gula Darah Turun 11%

Asupan vitamin Complex, khususnya B6 mampu menekan risiko diabetes hingga 11%. Simak aturan konsumsi vitamin B complex yang tepat agar tak keliru.

Pakai Softlens Jangan Asal, Ini Tips dari Pinkrabbit Lens​

Cara merawat dan menggunakan softlens menjadi faktor penting agar tetap nyaman saat dipakai beraktivitas.​

Bahaya Kolesterol Tinggi saat Hamil Picu Preeklamsia, Bumil Wajib Waspada

Pengelolaan kolesterol saat hamil tidak boleh sembarangan. Intip langkah aman dari dokter untuk cegah komplikasi persalinan.

Cukupi Kebutuhan Air Minum, Dehidrasi Berdampak Buruk pada Penyakit Asam Urat

Ginjal menyaring 70% asam urat tubuh, tetapi butuh cukup cairan. Simak jenis minuman terbaik untuk cegah serangan nyeri asam urat Anda.

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Rp 2.628.000 per Gram, Buyback Melonjak Rp 25.000

Harga emas Antam naik Rp 5.000 menjadi Rp 2.628.000 per gram, sementara buyback melonjak Rp25.000 per gram.