MOMSMONEY.ID - Simak rekomendasi teknikal Mirae Sekuritas untuk saham AMRT, SMDR dan GOTO, Rabu (21/1/2026), berikut ini.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Rabu (21/1/2026). Pada pukul 09.14 wib, indeks turun 0,40% atau setara 40,55 poin ke level 9.094,15.
Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Tasrul Tannar menyebutkan, secara teknikal IHSG berada dalam fase uptrend. Pada Rabu (21/1/2026), pergerakannya akan berada dalam rentang 9.025 - 9.250.
Struktur tren tetap solid dengan r-squared 0.927 dan slope 12.14, menandakan arah naik yang konsisten.
Aktivitas transaksi menguat dengan volume 584,761,057, berada di atas avg. volume 416,766,275, mengindikasikan partisipasi pasar masih terjaga.
Baca Juga: IHSG Diproyeksi Melemah, Simak Rekomendasi Saham BNI Sekuritas Rabu (21/1)
Dari sisi momentum, MACD 18.95 dengan signal 16.61 masih berada di area positif, namun mulai melandai.
MFI 99.22 dan RSI 99.33 menunjukkan kondisi overbought ekstrem, sejalan dengan W%R -19.97 dan CMO 98.66 yang menegaskan dominasi buyer tetapi sekaligus meningkatkan risiko koreksi teknikal jangka pendek.
Selama IHSG mampu bertahan di atas critical level 9,000, potensi pelemahan dipandang sebagai pullback sehat dalam tren naik.
Namun, kegagalan bertahan di area support tersebut dapat memicu konsolidasi yang lebih dalam sebelum uptrend berlanjut.
Selain memberikan rekomendasi teknikal IHSG, Tasrul juga memberikan rekomendasi teknikal untuk beberapa saham. Berikut rinciannya:
1. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)
AMRT ditutup di 1,930, masih berada dalam short-term uptrend namun sedang mengalami koreksi teknikal. Dengan periode 39, tren menunjukkan r-squared 0.719 dan correlation 0.677, menandakan arah tren masih terbentuk meski melemah.
Beta 0.778 mencerminkan volatilitas lebih rendah dari pasar, sementara Z-Score -1.07 menunjukkan harga berada di bawah rata-rata jangka pendek. Slope 4.69 tetap positif, mengindikasikan tren naik yang melambat.
Dari sisi momentum, MACD -3.69 dengan signal -1.25 mengonfirmasi tekanan bearish. Namun osilator berada pada kondisi extreme oversold, tercermin dari MFI 5.50, RSI 7.49, W%R -92.08, dan CMO -85.01, sehingga peluang technical rebound mulai terbuka.
Selama harga bertahan di atas support tersebut, skenario rebound teknikal jangka pendek tetap terbuka meski volatilitas masih tinggi.
Pada awal perdagangan Rabu (21/1/2026), saham AMRT dibuka di level Rp 1.930 per saham
- Support : Rp 1.875 – Rp 1.905
- Resistance : Rp 1.960 - Rp 1.980
- Rekomendasi : Buy on weakness
Baca Juga: IHSG Rawan Koreksi Hari Ini, Berikut Rekomendasi Saham MNC Sekuritas Rabu (21/1/2026)
2. PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR)
SMDR ditutup di 412 dan masih berada dalam tren naik jangka pendek, meski momentum terlihat melemah. MACD -0.59 dengan signal 0.35 mengindikasikan fase konsolidasi, sementara MFI 37.04 dan RSI 7.39 mencerminkan tekanan beli yang rendah.
W%R -54.52 dan CMO -85.22 menegaskan momentum negatif jangka pendek, sehingga potensi kenaikan saat ini masih bersifat teknikal.
Dari sisi parameter, tren masih relatif terjaga dengan periode 40, r-squared 0.825, dan correlation 0.818. Beta 1.151 menunjukkan volatilitas di atas pasar, Z-Score -1.36 menandakan harga berada di bawah rata-rata statistik, dan slope 3.81 tetap positif meski melandai.
Selama harga bertahan di atas 406, struktur tren naik jangka pendek masih valid, namun penembusan ke bawah 400 akan meningkatkan risiko koreksi lanjutan. Cut loss ditempatkan di 398, dengan bias strategi wait and see menunggu penguatan momentum dan volume.
Pada awal perdagangan Rabu (21/1/2026), saham SMDR dibuka di level Rp 414 per saham
- Support : Rp 400- Rp 406
- Resistance : Rp 420 - Rp 428
- Rekomendasi : Trading buy
3. PTGoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO)
GOTO ditutup di 66 dan masih bergerak dalam ascending channel jangka pendek, namun momentum melemah.
Pada periode 79, r-squared 0.756 dan correlation 0.861 menunjukkan tren masih valid, meski kekuatannya menurun. Beta 0.887 menandakan volatilitas di bawah pasar, Z-Score -1.16 mengindikasikan harga di bawah rata-rata historis, sementara slope 0.20 mencerminkan kenaikan yang sangat landai.
Dari sisi aktivitas, volume 5,220,116,600 berada di atas avg. volume 4,930,208,282, menandakan partisipasi pasar tetap terjaga. PVR 3.87 dan VVR 6.62 menunjukkan distribusi volume aktif, namun belum cukup kuat untuk mendorong breakout berkelanjutan.
Peluang technical rebound masih terbuka selama harga bertahan di atas support, dengan cut loss di 61 sebagai batas risiko.
Pada awal perdagangan Rabu (21/1/2026), saham GOTO dibuka di level Rp 65 per saham
- Support : Rp 62 - Rp 64
- Resistance : Rp 68 - Rp 69
- Rekomendasi : Buy on weakness
Selanjutnya: Harga Minyak Turun, Risiko Penghentian Produksi Kazakhztan Mereda
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News