M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Simak Proyeksi IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini dari BNI Sekuritas (30/9)

Simak Proyeksi IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini dari BNI Sekuritas (30/9)
Reporter: Sanny Cicilia  |  Editor: Sanny Cicilia


MOMSMONEY.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih memiliki potensi menguat, tetapi sudah terbatas. Simak proyeksi IHSG dan rekomendasi saham hari ini, Selasa, 30 September 2025 dari BNI Sekuritas. 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup 0,3% ke level 8.123,24 kemarin Senin (29/9). Asing mencatatkan net buy Rp 191 miliar di pasar reguler. Saham yang paling banyak dibeli asing antara lain BRMS, BREN, BBCA, MBMA, dan ARCI. 

Baca Juga: Investor Asing Catatkan Net Buy Rp 190 Miliar, Saham BBCA Ikut Diserok (29/9)

Sementara itu, indeks-indeks saham Wall Street ditutup kompak menguat pada perdagangan Senin (29/9). Penguatan tersebut ditopang kenaikan saham teknologi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman memperkirakan, IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan terbatas hari ini. 

Level support IHSG di level 8.070-8.100. Resistance di 8.160-8.200. 

Baca Juga: IHSG Ditutup Menguat 0,3% (29/9), Saham Apa Saja Jadi Top Leaders?

Rekomendasi saham

1. NCKL Spec Buy dengan area beli di 1160-1170, cutloss di bawah 1150. Target dekat di 1185-1210. 

2. MLPL Spec Buy dengan area beli di 200-210, cutloss di bawah 190. Target dekat di 220-230. 

3. INET Spec Buy dengan area beli di 274-284, cutloss di bawah 264. Target dekat di 288-310. 

4. BUVA Buy if Break 530, dengan target dekat di 555-575. Cutloss di bawah 505. 

5. EMTK Buy on Weakness dengan area beli di 1260-1295, cutloss di bawah 1230. Target dekat di 1320-1370. 

6. MDKA Spec Buy dengan area beli di 2140-2200, cutloss di bawah 2110. Target dekat di 2230-2300. 

Baca Juga: IHSG Berpeluang Menguat Lagi, Cek Rekomendasi Saham dari Mirae Sekuritas (30/9)

Perlu diingat, rekomendasi saham teknikal ini bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Sesuaikan keputusan investasi dengan profil risiko masing-masing. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Ramalan Zodiak Besok Kamis 14 Mei 2026, Aries Panen Hasil hingga Pisces Emosional

Cek ramalan zodiak lengkap besok Kamis 14 Mei 2026, mulai Aries hingga Pisces soal cinta, karier, keuangan, dan kesehatan.​

Jaga Kualitas Udara Rumah, Ini Solusi Azko untuk Kesehatan Keluarga

Azko luncurkan Norium, air purifier unik dengan lampu LED dan fitur sterilizer. Teknologi ion plasma yang menjaga udara higienis.

Jangan Asal Praktis, Herbalife Ingatkan Pentingnya Sarapan Bergizi Seimbang

​Herbalife kembali mengingatkan pentingnya sarapan sehat sebagai langkah sederhana untuk menjaga energi dan produktivitas sehari-hari.

4 Bahaya Makan Mie Instan Terlalu Sering, Hipertensi dan Obesitas Mengintai

Kenikmatan mie instan bisa berujung bahaya. Berikut 4 bahaya makan mie instan terlalu sering yang wajib Anda ketahui.

Prakiraan Cuaca Besok (14/5) dan Lusa di DKI Jakarta, Hujan Turun di Daerah Ini

BMKG memperkirakan cuaca besok di wilayah DKI Jakarta akan didominasi cuaca cerah, sedangkan lusa akan didominasi hujan ringan.

Musim Pancaroba Bikin Tubuh Rentan Sakit, Ini Tips Jaga Imun dari Dokter

Perubahan cuaca ekstrem saat musim pancaroba membuat tubuh lebih rentan terserang penyakit.​ Simak tips menjaga imun dari dokter berikut ini!

Reli Pasar Terjegal, Ini Kripto yang Bertahan di 5 Kripto Top Gainers

Di pasar yang sedang terkoreksi, Injective (INJ) justru menanjak 21% dan menduduki puncak kripto top gainers 24 jam terakhir.

Prakiraan Cuaca Jawa Timur Besok Kamis (14/5), Hampir Semua Kota Berawan

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Timur besok, Kamis (14/5), hampir merata berawan dan sebagian  udara kabur.

Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Besok Kamis (14/5), Berawan hingga Hujan Ringan

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Tengah besok, Kamis (14/5), didominasi berawan dan sebagian wilayah hujan.

IHSG Tumbang Hampir 2% Pasca-Review MSCI, Investor Disarankan Lakukan Ini

Penghapusan sejumlah saham dari indeks MSCI lebih bersifat teknikal terkait metodologi bobot dan likuiditas, bukan kerusakan fundamental.