M O M S M O N E Y I D
AturUang

Simak Panduan Menghitung PPN 11% di Tahun 2025, Berikut Caranya

Simak Panduan Menghitung PPN 11% di Tahun 2025, Berikut Caranya
Penulis: Ramadhan Widiantoro  |  Editor: Ramadhan Widiantoro


MOMSMONEY.ID - Berikut cara menghitung PPN 11% agar Anda mampu mengelola keuangan jauh lebih efektif dan memastikan tetap membayar pajak tepat waktu.

Moms, sejak awal 2025 pemerintah resmi menetapkan kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12% untuk barang dan jasa mewah, sementara untuk transaksi umum sehari-hari tarif PPN tetap berlaku 11%. 

Melansir dari sahabat pegadaian, memahami cara menghitung PPN 11% masih sangat penting agar tidak salah dalam mencatat harga barang maupun jasa, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun usaha. 

Dengan mengetahui rumus hingga contoh perhitungannya, Moms bisa lebih teliti dalam mengelola keuangan sekaligus memastikan setiap transaksi sesuai dengan aturan perpajakan terbaru.

Baca Juga: Tips Mengelola Keuangan di Usia 20-an, Anak Muda Wajib Tahu

Rumus menghitung PPN 11%

Agar lebih mudah dipahami, mari mulai dari rumus dasarnya.
Rumus PPN adalah:

PPN = Tarif PPN x DPP (Dasar Pengenaan Pajak)

Tarif PPN untuk transaksi umum adalah 11%.

DPP merupakan nilai transaksi sebelum PPN ditambahkan, bisa berupa harga barang atau jasa.

Dengan memahami rumus ini, Moms bisa langsung menghitung berapa besar pajak yang perlu dibayar dari setiap transaksi.

Cara menghitung PPN 11%

Supaya lebih jelas, berikut langkah sederhana dalam menghitung PPN 11%:

1. Menentukan DPP
Lihat harga barang atau jasa sebelum ditambahkan PPN. Nilai ini menjadi dasar perhitungan.

2. Menghitung PPN terutang
Gunakan rumus: Tarif PPN x DPP. Hasilnya adalah pajak yang wajib dibayarkan.

3. Membuat faktur pajak
Dalam transaksi usaha, penting mencatat faktur pajak sebagai bukti sah perhitungan PPN.

4. Melakukan rekonsiliasi
Bandingkan pajak masukan (pajak yang dibayar) dan pajak keluaran (pajak yang ditagih). Langkah ini memastikan semua sesuai aturan.

5. Penyetoran dan pelaporan
PPN yang sudah dihitung harus disetorkan ke kas negara dan dilaporkan maksimal akhir bulan berikutnya.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Hari Ini, Selasa (19/8/2025): Intip Karier & Keuangan Para Bintang

Contoh perhitungan PPN 11%

Agar Moms makin paham, berikut contoh nyata perhitungan PPN 11% dalam kehidupan sehari-hari:

1. Pembelian barang
Dani membeli sepeda motor seharga Rp15.000.000 (belum termasuk PPN).

  • PPN = 11% x Rp15.000.000 = Rp1.650.000
  • Total harga = Rp15.000.000 + Rp1.650.000 = Rp16.650.000

2. Jasa desain grafis
Seorang desainer mendapat kontrak Rp25.000.000 (belum termasuk PPN).

  • PPN = 11% x Rp25.000.000 = Rp2.750.000
  • Total harga = Rp25.000.000 + Rp2.750.000 = Rp27.750.000

3. Harga sudah termasuk PPN
Rani membeli tas Rp500.000 (sudah termasuk PPN).

  • DPP = (100/111) x Rp500.000 = Rp450.450
  • PPN = Rp500.000 – Rp450.450 = Rp49.550

Baca Juga: 5 Cara Terbukti Mengubah Penghasilan Kelas Menengah Menjadi Jutawan

Perbedaan perhitungan PPN 11% dan 12%

Moms mungkin juga penasaran dengan tarif baru, yaitu PPN 12%. Bedanya, tarif ini berlaku khusus untuk barang dan jasa mewah. Rumusnya tetap sama, hanya tarif yang berubah dari 11 menjadi 12%. Misalnya:

  • Pak Abdul membeli TV seharga Rp3.000.000, maka PPN = 12% x Rp3.000.000 = Rp360.000.
  • Lani membeli komputer seharga Rp15.000.000, maka PPN = 12% x Rp15.000.000 = Rp1.800.000.

Setelah memahami cara menghitung PPN 11%, hal ini tentu sangat penting bagi Moms, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun usaha. 

Dengan mengetahui rumus dan contohnya, kita bisa lebih bijak dalam mengatur keuangan sekaligus patuh pada aturan perpajakan terbaru di 2025. 

Jadi, jangan lupa untuk selalu teliti ketika menemukan harga barang atau jasa, apakah sudah termasuk PPN atau belum.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Waspada! Ini Dia 7 Jenis Kanker yang Diam-Diam Sering Menyerang Anak Muda

Jangan abaikan gejala awal pada tubuh. Kenali jenis kanker yang rentan menyerang usia muda beserta tanda-tandanya agar bisa terdeteksi sejak dini.

5 Barang di Rumah yang Perlu Disingkirkan Sebelum Akhir Agustus biar Rapi

Rapikan rumah sebelum September dengan memilah barang lama yang sudah jarang digunakan agar ruangan lebih nyaman.​

Denah Rumah Konsep Terbuka Mulai Bergeser, Privasi Jadi Tren Kekinian

Tren desain rumah mulai berubah. Konsep terbuka kini disesuaikan dengan kebutuhan privasi, fungsi ruang, dan kenyamanan penghuni.  

Kamar Asrama Sempit Bisa Terlihat Luas dengan Trik Dekorasi Praktis Ini Lo

Trik dekorasi kamar asrama agar terasa lebih luas dengan karpet besar dan tirai panjang yang membuat ruangan nyaman.  

Modus Penipuan BCA Makin Canggih, Kenali Akun dan Nomor Palsu biar Aman

Kenali modus penipuan BCA melalui akun dan nomor palsu. Simak cara membedakan kanal resmi agar data pribadi tetap aman.​

7 Tanda Kelelahan Finansial Akibat Terlalu Ketat Mengatur Uang

Kenali tanda kelelahan finansial saat mengatur uang terlalu ketat dan cara membangun pola keuangan yang lebih sehat.

Cara Mengatasi Financial Anxiety Saat Quarter Life Crisis biar Hidup Tenang

Financial anxiety saat quarter life crisis membuat banyak anak muda cemas. Ini cara mengatur uang dan menjaga mental agar lebih stabil.

Rambut Bebas Ketombe seperti Cristiano Ronaldo, Ini Rahasianya

​CLEAR membagikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan kulit kepala agar tetap bebas ketombe dan nyaman bagiyang aktif berolahraga  

Event Tourism Makin Diminati, Traveloka Luncurkan Promo 8.8 Merdeka Sale

Traveloka mencatat event tourism mendorong lonjakan perjalanan wisatawan dan menghadirkan promo 8.8 Merdeka Sale dengan diskon hotel hingga 45%.

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (5/8), Hujan Lebat Masih Turun di Provinsi Berikut

BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca besok Rabu 5 Agustus 2026 dengan status Waspada hujan lebat di provinsi berikut ini.​