M O M S M O N E Y I D
HOME, Santai

Simak Cara Membuat NPWP di DJP Online bagi Pekerja, Wiraswasta, dan Wanita Kawin

Penulis: Virdita Rizki Ratriani  |  Editor: Virdita Ratriani


MOMSMONEY.ID - Syarat dan cara membuat NPWP di DJP Online dijelaskan dalam artikel ini. Cara membuat Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) bisa melalui DJP Online di laman ereg.pajak.go.id/daftar.  

Nomor Pokok Wajib Pajak adalah nomor yang digunakan sebagai tanda pengenal diri atau identitas Wajib Pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya.

Untuk mendapatkan NPWP di Direktorat Jenderal Pajak atau DJP Online, Wajib Pajak harus mengisi formulir pendaftaran [Unduh Formulir Pendaftaran - untuk pendaftaran secara tertulis] dan melengkapi dokumen pendaftaran. 

Cara mendaftar NPWP di DJP Online memiliki beberapa keuntungan daripada melakukannya secara offline.  

Mendaftar NPWP secara online sudah pasti dapat dilakukan dengan lebih mudah, cepat, dan sederhana. Anda tidak perlu lagi mendatangi Kantor Pelayanan Pajak untuk mengantri dan mendaftarkan diri.

Baca Juga: Alih-Alih Bilang Tidak, Begini Cara Tepat Menolak Permintaan Anak

Cara membuat NPWP di DJP Online 

Berikut cara membuat NPWP di DJP Online yang harus Anda perhatikan: 

1. Daftar akun di laman ereg.pajak.go.id daftar untuk mendaftar NPWP di DJP Online: 

  • Kunjungi laman e-registration Direktorat Jenderal Pajak atau DJP Online dengan link https://ereg.pajak.go.id/daftar atau ke laman ereg.pajak.go.id lalu klik "daftar" bagi Anda yang belum mempunyai akun.  
  • Masukkan alamat email. Pastikan email yang Anda masukkan aktif dan sering digunakan. Email ini sekaligus akan menjadi email yang akan digunakan di formulir pada proses pendaftaran NPWP.  
  • Masukkan kode Captcha.  
  • Login ke alamat email sesuai yang digunakan saat mendaftar NPWP online.  
  • Lalu klik link verifikasi maka akan terhubung kembali secara otomatis ke halaman e-registrasi NPWP online.
  • Isi jenis Wajib Pajak (WP) Anda, pribadi atau badan. 
  • Isi nama sesuai KTP menggunakan huruf kapital. 
  • Isi alamat email jika belum terisi. 
  • Masukkan password dan ulangi. 
  • Isi No.HP yang aktif. 
  • Pilih pertanyaan dan jawaban pengaman yang hanya Anda yang tahu jawabannya. 
  • Masukkan kode Captcha dan klik "Daftar".

Baca Juga: 4 Tips Mencegah Makanan Terbuang Sia-Sia, Jadi Lebih Hemat Biaya!

2. Cara mendaftar NPWP di DJP online setelah memiliki akun di ereg.pajak.go.id: 

  • Kembali cek email dan buka email e-registration akun dan klik link aktivasi. 
  • Kembali login ke halaman DJP dan masuk menggunakan email dan password yang sudah didaftarkan.  
  • Isi form sesuai dengan kategori Wajib Pajak yakni Orang Pribadi.
  • Kemudian pilih “pusat” jika Anda masih lajang, atau “cabang” jika Anda perempuan yang sudah menikah. 
  • Masukkan persyaratan seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Lalu isi form Identitas Wajib Pajak yang terdiri dari nama, gelar depan, tempat/tanggal lahir, status pernikahan, kebangsaan, nomor telepon, dan alamat email. 
  • Kemudian isi form Sumber Penghasilan Utama yang terdiri dari pekerjaan dalam hubungan kerja, kegiatan usaha, maupun pekerjaan bebas. 
  • Isi form Alamat Domisili (KTP). 
  • Isi form Alamat Usaha jika sumber penghasilan dari usaha. Jika tidak, maka form tersebut tidak perlu diisi.  
  • Isi form Info Tambahan yang berupa jumlah tanggungan dan kisaran penghasilan per bulan. 
  • Lalu, unggah KTP terbaru dengan jenis file image atau PDF dengan ukuran maksimal 2 MB per file.  
  • Isi form pernyataan. 
  • Lalu, status pendaftaran NPWP Anda akan muncul dan klik kirim token.  
  • Salin dan kopi nomor token ke menu dashboard yang dikirimkan ke alamat email Anda.  
  • Klik kirim permohonan. 
  • Selesai. Tunggu hingga kartu NPWP dikirim ke rumah Anda.

Jika ternyata kartu NPWP tidak dikirim dalam waktu yang lama setelah mendaftar di DJP Online, bisa jadi karena syarat-syarat belum dipenuhi sehingga dianggap tidak sah. Daftarkan diri Anda kembali di DJP Online melalui laman ereg.pajak.go.id/daftar.

Baca Juga: 493 Km For You, Drama Korea Baru Ceritakan Kisah Atlit Bulu Tangkis, Ini Sinopsisnya!

Syarat daftar NPWP orang pribadi  

Dirangkum dari laman resmi DJP, dokumen yang disyaratkan untuk pengurusan NPWP bagi orang pribadi adalah sebagai berikut: 

1. Bagi karyawan, bagi WNI, fotokopi KTP 

2. Bagi WNA: 

  • Fotokopi paspor; 
  • dan Fotokopi KITAS; atau 
  • Fotokopi KITAP 

3. Apabila menjalankan usaha/pekerjaan bebas 

  • Dokumen identitas diri 
  • Dokumen yang menunjukkan tempat dan kegiatan usaha
  • Surat pernyataan bermaterai yang menyatakan jenis dan tempat/lokasi kegiatan usaha; atau
  • Keterangan tertulis atau elektronik dari penyedia jasa aplikasi online yang merupakan mitra usaha Wajib Pajak.

Baca Juga: Supaya Kesehatan Mental Anak Selalu Baik, Terapkan 5 Cara Ini Sedari Dini

4. Bagi wanita kawin yang hidup terpisah dari suami berdasarkan keputusan hakim, dibutuhkan persyaratan berikut: 

  • Dokumen identitas diri 
  • Jika melakukan kegiatan usaha/pekerjaan bebas maka dibutuhkan surat pernyataan bermaterai yang menyatakan jenis dan tempat/lokasi kegiatan usaha atau keterangan tertulis atau elektronik dari penyedia jasa aplikasi online yang merupakan mitra usaha Wajib Pajak. 

5. Apabila wanita kawin dikenai pajak secara terpisah karena menghendaki secara tertulis berdasarkan perjanjian pemisahan penghasilan dan harta atau memilih melaksanakan hak dan kewajiban perpajakan secara terpisah maka dibutuhkan: 

  • Identitas perpajakan suami 
  • Dokumen yang menyatakan hubungan perkawinan 
  • Dokumen yang menyatakan pelaksanaan hak dan kewajiban perpajakan istri dilakukan terpisah dari suami 
  • Jika melakukan kegiatan usaha/pekerjaan bebas maka dibutuhkan surat pernyataan bermaterai yang menyatakan jenis dan tempat/lokasi kegiatan usaha atau keterangan tertulis atau elektronik dari penyedia jasa aplikasi online yang merupakan mitra usaha Wajib Pajak. 

Namun, pada dasarnya pelaksanaan hak dan kewajiban perpajakan wanita kawin tergabung dengan suami, jadi Wajib Pajak wanita kawin tidak perlu mendaftakan NPWP lagi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Ramalan Zodiak Besok Senin 26 Oktober 2026, Waktunya Evaluasi Diri Secara Total

Simak ramalan 12 zodiak besok Senin 26 Oktober 2026 tentang asmara, karier, keuangan, dan kesehatan, lengkap dengan saran untukmu.  

Ramalan Shio Besok Senin 26 Oktober 2026, Naga Berpeluang Paling Hoki

Simak ramalan shio besok Senin 26 Oktober 2026, mulai dari karier, keuangan, cinta, hingga kesehatan untuk 12 shio lengkap di sini.

Fenomena Hunter’s Moon 26 Oktober 2026, Ini Waktu Terbaik Menyaksikannya

Ada fenomena Bulan Pemburu alias Hunter’s Moon yang akan berlangsung pada Senin malam, 26 Oktober 2026. Catat waktu terbaik menyaksikannya.

Promo Bakmi GM Khusus Pakai Mandiri, Bakmi Special Cuma Rp 15.000 Hari Ini

Dapatkan menu Bakmi Special GM hanya Rp 15.000 dari promo Bakmi GM setiap hari Sabtu dan Minggu khusus pengguna QRIS Movin by Mandiri Taspen.

4 Ciri-Ciri Stres Berat pada Wanita, Salah Satunya Haid Tidak Teratur

Stres berat pada wanita bisa memengaruhi sistem endokrin. Wajib tahu, ini 4 ciri-ciri stres berat pada wanita.

Pendapatan Kreator Spotify Melonjak 90% Lewat Fitur Membership Terbaru

Kreator kini bisa meraup 90% pendapatan dari langganan. Simak syarat lengkap dan cara kerjanya sebelum terlambat!,

Ada Brokoli, Ini 4 Sayuran yang Sebaiknya Tidak Dimasak Terlalu Matang

Beberapa jenis sayuran sangat sensitif terhadap suhu panas tinggi. Berikut 4 sayuran yang sebaiknya tidak dimasak terlalu matang ya.

7 Promo Payday Oktober 2026, Diskon Kuliner Seru dari Subway hingga Richeese

Sambut gajian dengan berburu kuliner favorit lewat promo Payday edisi Oktober 2026. Beli paket makan hemat di Subway, McD, A&W, hingga Richeese.

4 Orang yang Tidak Dianjurkan Minum Air Kelapa, Apakah Anda Termasuk?

Air kelapa ternyata tidak selalu aman untuk dikonsumsi oleh semua orang lo. Inilah 4 orang yang tidak dianjurkan minum air kelapa.

Trik Makan Mangga Tanpa Kambuh Asam Urat: Cek Batas Porsi Aman

Mangga tergolong rendah purin, namun kadar fruktosanya bisa memicu produksi asam urat di hati. Pelajari batas porsi aman agar tidak kambuh.