MOMSMONEY.ID - Selimut perca kembali populer pada tahun 2026. Simak alasan trennya dan cara menata quilt agar rumah terasa hangat, unik, dan personal.
Selimut perca kembali mencuri perhatian dalam tren dekorasi rumah pada tahun 2026. Selimut kain dengan warna, motif, dan tekstur yang beragam membuatnya mampu memberikan karakter pada ruangan tanpa perlu melakukan perubahan besar.
Melansir dari Better Homes & Gardens , kebangkitan selimut berkaitan dengan nostalgia, apresiasi terhadap kerajinan tangan, pemanfaatan bahan lama, serta keinginan menghadirkan benda yang mempunyai cerita.
Bagi Anda, tren ini cukup mudah diterapkan karena tekstil dapat digunakan untuk menyegarkan suasana rumah dengan cara yang praktis.
Selain berfungsi sebagai pelengkap ruangan, selimut perca juga dapat menghadirkan sentuhan personal yang membuat hunian terasa lebih hidup.
“Ada sesuatu yang istimewa tentang selimut yang memiliki nuansa turun temurun, meskipun masih baru,” ujar Shea McGee, pendiri Studio McGee di Amerika Serikat.
Baca Juga: Cara Hilangkan Noda Makeup di Meja Kamar Mandi yang Gak Bikin Rusak
Kenapa selimut perca kembali diminati?
Kembalinya selimut perca bukan sekadar karena gaya lama kembali populer. Adanya perubahan dalam cara masyarakat menata rumah, semakin banyak orang mencari ruangan yang nyaman, pribadi, dan tidak terlihat terlalu seragam.
Quilt memiliki karakter yang sulit ditemukan pada dekorasi dengan desain seragam. Perbedaan warna, pola, potongan kain, hingga detail jahitan justru menjadi daya tarik tersendiri.
Benda seperti ini juga memberikan kesan bahwa rumah memiliki perjalanan dan cerita. Oleh karena itu, selimut perca dapat menjadi pilihan bagi siapa saja yang ingin menghadirkan suasana lebih hangat tanpa mengikuti tren secara berlebihan.
Bisa dipadukan dengan interior modern
Selimut perca tidak harus ditempatkan di rumah bergaya klasik. Quilt dengan pola geometris atau warna yang lebih sederhana dapat dipadukan dengan furnitur modern.
Sofa berwarna netral, misalnya, bisa diberi selimut bermotif sebagai aksen. Begitu juga kamar dengan warna putih, krem, atau cokelat yang dapat terlihat lebih hidup dengan tambahan tekstil berwarna.
Kuncinya adalah menjaga keseimbangan. Jika ruangan sudah mempunyai banyak pola, pilih quilt dengan kombinasi warna yang lebih tenang agar tampilan tetap nyaman dilihat.
Cara menata selimut perca di rumah
Tidak perlu membeli banyak selimut untuk mengikuti tren ini. Satu quilt yang tepat sudah dapat memberikan perubahan pada tampilan ruangan. Beberapa cara yang bisa dicoba:
- Letakkan di ujung tempat tidur sebagai aksen.
- Gunakan sebagai pelengkap di atas sofa.
- Lipat dan simpan dalam keranjang terbuka.
- Selimut pajang dengan motif menarik di dinding.
- Padukan dengan bantal berwarna polos.
- Ganti quilt ketika ingin menghadirkan suasana berbeda.
Untuk kondisi Indonesia yang cenderung hangat, pilih bahan ringan jika quilt digunakan sebagai selimut. Bahan yang lebih tebal dapat dimanfaatkan sebagai dekorasi atau digunakan ketika udara sedang lebih dingin.
Baca Juga: 10 Cara Menata Dapur Kecil biar Rapi dan Nyaman Tanpa Renovasi Besar
Manfaatkan kain lama yang masih layak
Daya tarik tambal sulam juga terletak pada kemampuannya memberikan fungsi baru pada kain lama. Potongan yang masih dalam kondisi baik dapat diolah menjadi bagian dari karya tekstil baru.
Kain dari pakaian lama atau tekstil keluarga bahkan bisa membuat quilt mempunyai nilai sentimental. Setiap potongan dapat menyimpan kenangan yang berbeda dan kemudian menjadi bagian dari sebuah benda yang dapat digunakan kembali.
Namun, kondisi bahan tetap perlu diperhatikan. Kain yang sudah rapuh sebaiknya tidak terlalu sering digunakan karena transmisi dan pencucian dapat mempercepat kerusakan.
Quilt bisa menjadi bagian dari cerita rumah
Selimut perca mempunyai kelebihan karena tidak hanya menawarkan keindahan visual. Sebuah selimut buatan tangan dapat menyimpan cerita mengenai pembuatnya, keluarga, atau suatu periode dalam kehidupan pemiliknya.
Nilai tersebut membuat quilt terasa berbeda dari dekorasi biasa. Ada waktu, keterampilan, dan pengalaman manusia yang ikut melekat pada sebuah karya.
Anda juga dapat mengembangkan pendekatan serupa dengan menggunakan kain bermotif lokal atau tekstil keluarga yang masih layak. Hasilnya tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki hubungan dengan kehidupan pemilik rumah.
Tidak perlu berlebihan mengikuti tren
Popularitas selimut perca pada tahun 2026 menampilkan bahwa dekorasi rumah tidak selalu harus mengejar sesuatu yang baru. Barang lama yang masih layak dapat kembali terlihat menarik jika digunakan dengan cara yang tepat.
Tidak perlu memenuhi seluruh ruangan dengan patchwork . Pilih satu quilt yang disukai, sesuaikan warnanya dengan interior, lalu tempatkan sebagai aksen.
Pada akhirnya, daya tarik selimut perca terletak pada perpaduan fungsi, tekstur, kerajinan, dan cerita. Penataan sederhana, quilt dapat membuat rumah terasa lebih hangat, nyaman, dan memiliki karakter tanpa membuat interior terlihat berlebihan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News