MOMSMONEY.ID - Mengembangkan bisnis pendidikan informal yang fokus pada pengembangan diri di Indonesia sangatlah tidak mudah.
Sebab, menurut Indayati Oetomo, Komisaris sekaligus International Director JRP, yang namanya informal itu didasarkan atas kemauan, bukan kewajiban. Karena itu, membentuk kemauan seseorang tidak bisa dilakukan dalam hitungan jam saja.
Untuk memenuhi kebutuhan pendidikan informal, John Robert Powers (JRP) membuka sekolah pengembangan kepribadian global yang menjangkau semua kalangan masyarakat.
Sebagai sekolah yang membentuk kepribadian seseorang asal Amerika Serikat, JRP Indonesia telah berhasil meluluskan hingga puluhan ribu alumnus dengan beragam latar belakang, mulai dari artis, penyanyi, pebisnis, akademisi, menteri, politisi, birokrat, hingga masih banyak lagi yang lainnya.
Giok Kinski Maharani Detri Ayusta yang bergabung ke JRP pada 2019, sekaligus peraih gelar Putri Indonesia Intelegensia 2023, mengaku sebelumnya ia bukan orang yang cukup percaya diri, bukan orang yang vokal, dan bukan orang yang paling tahu jalan hidupnya mau ke mana.
Tetapi, di JRP dirinya belajar hal penting yakni confident. "Setelah itu saya mengalami transformasi yang luar biasa hingga lolos ke ajang Putri Indonesia," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (17/4).
Baca Juga: Ternyata Ini Bekal Penting Agar Mahasiswa Siap Hadapi Dunia Kerja Global
Soedjianto Soegondo, pebisnis global di lebih dari 50 negara asal Surabaya, bahkan terus belajar di JRP Indonesia sejak 1992 hingga saat ini.
"Sebelum masuk JRP, saya ngomong di hadapan orang banyak itu sulit. Sebagai pebisnis yang harus menghadapi banyak orang, saya menyadari perlu berubah. Sekarang, setelah belajar di JRP, saya ngomong di depan 100, 1.000, bahkan 10.000 orang pun biasa," ujar Soedjianto Soegondo.
Indayati Oetomo melihat untuk seseorang yang mau mengembangkan diri harus memiliki hati yang luas. Ketika masuk sekolah pendidikan informal diakuinya hati peserta harus tergugah untuk menerima pelajaran.
"Tantangan terberatnya adalah saat terjadi pandemi pada 2020-2023. Saat itu, semua orang harus di rumah, dan belajar informal termasuk yang paling terimbas. Tetapi, kami masih ada sampai sekarang," sebut Indayanti.
Selama 40 tahun berdiri, JRP Indonesia, kata Indayati, mampu bertahan dengan segala macam tantangannya, bahkan berkembang dengan beberapa cabang. Antara lain di Menara Astra, Sudirman, Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta, BSD City, Serpong, Surabaya dan Denpasar.
Indayati menegaskan, kurikulum yang ditawarkan oleh JRP Indonesia berbeda dengan lembaga pelatihan pada umumnya. Kurikulum yang diajarkan JRP Indonesia telah berhasil membawa banyak orang semakin sukses dalam berkarier dan berbisnis.
Bahkan, berhasil menjadikan mental anak down syndrome berkembang lebih baik daripada sebelumnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News