M O M S M O N E Y I D
HOME, Keluarga

Saat Anak Remaja Anda Cemas, Hindari 4 Kesalahan Ini Ketika Berusaha Membantunya

Reporter: Ana Risma  |  Editor: Ana Risma


MOMSMONEY.ID - Pada masa remaja, suksesi perubahan fisik dan psikologis cenderung berlangsung dengan cepat. Jadi, tidak heran jika anak remaja cenderung cemas dan termenung dari waktu ke waktu.

Bagi sebagian remaja, kecemasan dapat berubah menjadi kronis dan bahkan melemahkan mereka. Jika anak remaja Anda termasuk salah satunya yang juga mengalami kecemasan, tentu Anda akan mengupayakan yang terbaik untuk menyingkirkan kecemasan yang mereka alami bukan?

Daripada mencoba menyembuhkan kecemasan anak secara total, alangkah baiknya Anda membantu anak untuk belajar mengendalikan kecemasannya dengan tidak menerapkan 4 kesalahan parenting yang dilansir dari Advanced Psychology ini. Catat baik-baik ya!

Baca Juga: 6 Cara Mudah Menjaga Bibir Tetap Lembab Selama Berpuasa, Yuk Praktikkan!

1. Bersikap terlalu akomodatif

Sebagai orang tua yang penuh kasih, Anda mungkin berkeinginan untuk melindungi anak Anda dari kecemasan dan berasumsi bahwa kecemasan anak akan berhenti saat Anda dapat menjauhkan situasi pemicunya. Misalnya, jika anak cemas untuk pergi ke sekolah, mungkin Anda akan mempertimbangkan untuk menyekolahkan anak di rumah saja.

Kendati pendekatan demikian dapat mengurangi kecemasan anak dalam jangka pendek, namun pendekatan tersebut cenderung akan memperburuk kecemasan dalam jangka panjang. Pasalnya, sikap orang tua yang terlalu akomodatif akan mengirimkan pesan kepada anak bahwa situasi yang mencemaskan memanglah menakutkan dan harus dihindari.

Sebagai gantinya, ciptakanlah keseimbangan dengan mengajarkan anak Anda bahwa tidak apa-apa untuk beristirahat dari situasi stres sekaligus mendorongnya untuk segera mengatasi situasi tersebut setelah mereka merasa mampu. Anda juga bisa bekerja sama dengan profesional kesehatan mental untuk membantu anak mengembangkan mekanisme koping yang dapat mereka gunakan untuk mengelola situasi stres.

2. Berusaha terlalu keras untuk memperbaiki masalah kecemasan anak

Beberapa orang tua sangat proaktif dalam memerangi kecemasan anak mereka. Jika Anda termasuk tipe orang tua yang demikian, mungkin Anda berpikir bahwa upaya yang proaktif akan menunjukkan kepedulian Anda kepada anak. Faktanya, anak justru akan tertekan dan cenderung mengembangkan rasa takut terhadap kegagalan.

Selain itu, anak juga bisa menjadi lebih lambat dalam mengadopsi strategi koping yang mereka butuhkan, mencoba menyembunyikan kecemasannya daripada menghadapinya, atau menjadi kewalahan dan menyerah sama sekali.

Alih-alih bertindak terlalu keras untuk memperbaiki masalah kecemasan yang anak alami, cobalah untuk mengambil peran yang suportif. Biarkan anak Anda menjadi lebih mandiri dan belajar bagaimana memberdayakan dirinya sendiri.

3. Salah membaca kecemasan

Jika Anda tidak menderita kecemasan selama remaja, maka sangat mungkin bagi Anda untuk salah memahami perjuangan anak yang sedang menghadapi masalah tersebut. Bukan tidak mungkin jika orang tua yang tidak pernah mengalami kecemasan saat remaja justru berpikir bahwa anak mereka hanya melebih-lebihkan keadaan agar tidak melakukan hal-hal yang tidak disukai.

Pada kenyataannya, kebanyakan anak merasa enggan untuk mengakui bahwa mereka sedang dilanda kecemasan. Jika suatu hari anak Anda berusaha bersikap terbuka kepada Anda dan mengakui bahwa mereka sedang dirundung kecemasan, lebih baik Anda mengasumsikan pengakuan anak yang demikian sebagai kebenaran dan segera tindak lanjuti guna mengatasi masalahnya dibandingkan membantah dan menganggap anak berlebihan.

4. Mencoba menemukan alasan pasti di balik kecemasan anak

Orang-orang dengan kecemasan kronis sering kali mengembangkan ketakutan tanpa penyebab yang jelas. Oleh sebab itu, Anda sebagai orang tua dari anak yang mengalami kecemasan harus menghindari anggapan mutlak bahwa anak Anda sedang diintimidasi atau mengalami trauma yang tidak disadari.

Ketahuilah bahwa kecemasan dapat terjadi bukan hanya karena alasan lingkungan. Bisa jadi, penyebab kecemasan kronis yang dialami oleh seorang anak merupakan murni genetik dan mungkin berakar dari zat kimia yang unik pada otak mereka.

Moms, selain menghindari keempat kesalahan di atas dan mencari bantuan profesional, pastikan Anda juga menyediakan sumber daya seperti buku dan video self-help untuk anak, mengajarkan mereka strategi koping, dan senantiasa bertindak sebagai pendengar yang mendukung. Meskipun Anda tidak dapat melawan kecemasan anak, tetapi Anda bisa berada di sisi anak saat mereka menghadapi banyak tantangan. Dengan perhatian dan bimbingan yang cukup, anak akan belajar mengidentifikasi pemicu kecemasannya, mengatasinya dengan baik, serta menjadi lebih percaya diri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Prakiraan Cuaca Jawa Timur Besok Selasa (7/4) Hati-hati Kota Ini Hujan Ringan!

BMKG merilis prakiraan cuaca di Jawa Timur besok Selasa (7/4) yang didominasi oleh hujan ringan dan berawan

Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Besok (7/4), Hujan Guyur Semua Wilayah

Cuaca besok (7/4), BMKG memprakirakan hujan ringan hingga sedang mengguyur seluruh wilayah Jawa Tengah pada Selasa esok.

Pemkot Jogja Buka Pelatihan AI hingga Bahasa Jepang Gratis di 2026, Cek Syaratnya

Pelatihan gratis Jogja 2026 tawarkan beragam skill baru. Jangan lewatkan, kuota pendaftarannya terbatas dan bisa ditutup sewaktu-waktu!

Film Dokumenter The MINDJourney Ajak Penonton Melihat Realitas di Lapangan

Film dokumenter The MINDJourney tayangkan kisah perjalanan industri pertambangan secara realita.     

Simak 17 Wakil Indonesia di Ajang BAC 2026, Ubed dan Thalita Mulai dari Kualifikasi

Badminton Asia Championship atau BAC 2026 berlangsung pada 7-12 April 2026 di Gimnasium Pusat Olahraga Olimpiade Ningbao, China. 

Kaki Pecah-Pecah? 5 Langkah Rutin Ini Ubah Kaki Anda Jadi Mulus & Percaya Diri

Kulit kaki kering dan pecah-pecah membuat tidak nyaman? Hanya dengan 5 kebiasaan kecil ini, kaki Anda bisa kembali halus dan bebas masalah.

7% Wilayah Indonesia Ini Sudah Memasuki Musim Kemarau

Masuk April 2026, BMKG menyebutkan, sekitar 7% wilayah Indonesia sudah memasuki musim kemarau lo.   

IHSG Diproyeksi Lanjut Melemah, Cek Rekomendasi Saham BRI Sekuritas Senin (6/4)

IHSG diproyeksi melanjutkan pelemahan pada perdagangan Senin (6/4/2026).​ Cek rekomendasi saham BRI Danareksa Sekuritas untuk hari ini.

IHSG Ada Potensi Menguat, Simak Rekomendasi Saham BNI Sekuritas Senin (6/4)

IHSG berpotensi menguat pada perdagangan Senin (6/4/2026).​ Simak rekomendasi saham dari BNI Sekuritas untuk hari ini.

IHSG Melemah, Berikut Proyeksi dan Rekomendasi Saham MNC Sekuritas Senin (6/4)

IHSG masih rawan mengalami koreksi pada perdagangan Senin (6/4/2026).​ Berikut rekomendasi saham dari MNC Sekuritas untuk hari ini.