MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global tumbang ke bawah level US$ 4.700 per troi ons. Logam mulia melemah di tengah penolakan Presiden AS Donald Trump terhadap tawaran perdamaian terbaru Iran, yang memicu kekhawatiran inflasi.
Mengutip Bloomberg, Senin (11/5), harga emas spot diperdagangkan turun 1,17% menjadi US$ 4.660,05 per troi ons pada pukul 16.38 WIB.
Washington dan Teheran masih memiliki perbedaan pendapat yang jauh mengenai kerangka perdamaian, dengan Trump menyebut tanggapan terbaru Iran terhadap usulannya untuk mengakhiri konflik sebagai "sama sekali tidak dapat diterima.
Serangan-serangan akhir pekan di Timur Tengah juga menunjukkan kerapuhan gencatan senjata yang dimulai pada 8 April lalu. Sebuah serangan pesawat tak berawak pada Minggu sempat membakar sebuah kapal kargo di lepas pantai Qatar di Teluk Persia. Uni Emirat Arab dan Kuwait mengatakan mereka telah mencegat pesawat tak berawak musuh.
Dampak inflasi akibat perang telah meredupkan prospek penurunan suku bunga bank sentral, yang biasanya positif bagi logam mulia, yang tidak memberikan imbal hasil.
Baca Juga: Harga Emas Hari Ini Memantul Naik ke atas US$ 4.700, Cek Katalisnya!
Menurut Priyanka Sachdeva, analis di Phillip Nova Pte. Ltd., penolakan Trump terhadap proposal terbaru menunjukkan bahwa prioritasnya tampaknya adalah mengekang ambisi nuklir Iran, yang berarti entah peningkatan eskalasi lebih lanjut di Timur Tengah atau penundaan pembicaraan sebagai pilihan terbaik.
Harga emas terus mencerminkan konsolidasi mendatar yang luas, karena pasar terjebak antara kecemasan geopolitik dan kekhawatiran inflasi yang meningkat. "Kombinasi ini kemungkinan akan membuat harga emas tidak memiliki arah yang jelas, meskipun terjadi volatilitas ekstrem di seluruh pasar," kata Priyanka mengutip Bloomberg, hari ini.
Ke depan, data harga konsumen yang akan dirilis pada Selasa, kemungkinan akan menegaskan inflasi tetap menjadi ancaman di AS, menyusul kenaikan bulanan terbesar sejak 2022 pada Maret lalu.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Senin (11/5) Terpangkas Rp 20.000 Jadi Rp 2.819.000
Data yang dirilis pada Jumat menunjukkan tingkat pengangguran AS tetap stabil di 4,3%. Ini memberi ruang bagi The Fed untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah di masa mendatang, karena mereka fokus pada risiko inflasi akibat perang.
Di sisi lain, Perdana Menteri India Narendra Modi pada Minggu menyerukan kepada warga negara agar menghindari pembelian emas setidaknya selama satu tahun, guna menjaga cadangan devisa untuk biaya pengiriman bahan bakar yang mahal. India adalah importif emas batangan terbesar kedua di dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News