MOMSMONEY.ID - Botol minuman plastik yang sudah kosong biasanya berakhir di tempat sampah. Padahal, jika dikumpulkan dan dikelola dengan tepat, kemasan tersebut masih bisa memiliki kehidupan kedua sebagai bahan baku untuk membuat kemasan baru.
Hal inilah yang coba didorong melalui inisiatif “Recycle Me” yang diluncurkan Coca-Cola System di Indonesia bersama PT Global Retailindo Pratama, perusahaan ritel yang membawahi jaringan M Mart dan Big M.
Melalui program tersebut, 20 gerai M Mart di Bali kini dilengkapi fasilitas drop box untuk mengumpulkan botol PET pascakonsumsi dari masyarakat.
Inisiatif ini menjadi salah satu upaya untuk memperluas akses pengumpulan kemasan sekaligus mendorong masyarakat agar lebih terbiasa mengembalikan botol yang sudah digunakan ke jalur daur ulang.
Bali selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata favorit, tetapi di balik geliat pariwisatanya, pulau ini juga menghadapi tantangan pengelolaan sampah.
Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), Bali menghasilkan sekitar 1,25 juta ton sampah setiap tahun atau sekitar 3.436 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sampah plastik menyumbang lebih dari 17%.
Besarnya volume sampah membuat persoalan pengelolaan tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Peran pelaku usaha dan masyarakat juga menjadi penting, terutama untuk memastikan kemasan pascakonsumsi tidak langsung berakhir sebagai sampah.
Baca Juga: Yuk, Mulai Kebiasaan Memilah Sampah di Rumah dengan Inspirasi dari IKEA Ini
Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali I Made Dwi Arbani mengatakan, tantangan pengelolaan sampah di Bali membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
Menurutnya, inisiatif seperti “Recycle Me” dapat memberikan akses yang lebih mudah bagi masyarakat untuk mengembalikan kemasan pascakonsumsi agar selanjutnya dapat didaur ulang.
Dengan adanya fasilitas pengumpulan di lokasi yang dekat dengan aktivitas sehari-hari, kebiasaan sederhana seperti mengembalikan botol bekas diharapkan menjadi bagian dari perilaku masyarakat.
Yang menarik, perjalanan botol PET dalam program ini tidak berhenti ketika konsumen memasukkannya ke dalam drop box. Kemasan yang terkumpul akan masuk ke rantai nilai daur ulang dan diproses agar dapat digunakan kembali sebagai bahan baku kemasan baru.
Dalam proses tersebut, Mahija Parahita Nusantara berperan mengumpulkan dan mengelola botol PET pascakonsumsi dari pasar. Material yang terkumpul kemudian diproses oleh Amandina Bumi Nusantara, fasilitas daur ulang yang didirikan melalui joint venture antara Coca-Cola Europacific Partners Indonesia (CCEP Indonesia) dan Dynapack Asia.
Amandina Bumi Nusantara memproduksi recycled PET (rPET) food-grade yang dapat digunakan kembali sebagai material kemasan. Artinya, botol yang sebelumnya dianggap sudah tidak berguna bisa kembali masuk ke dalam rantai produksi.
Konsep tersebut merupakan bagian dari ekonomi sirkular, ketika material tidak langsung berakhir sebagai limbah setelah digunakan, tetapi dikembalikan ke sistem untuk dimanfaatkan kembali.
Baca Juga: Pilah Sampah dari Rumah, Gerakan Chandra Asri Kini Jangkau Lebih Banyak Masyarakat
Managing Director M Mart Ramesh Ram Khaerudin menambahkan, kedekatan gerai dengan konsumen menjadi peluang untuk menghadirkan solusi lingkungan yang mudah diakses.
Melalui “Recycle Me”, M Mart berharap semakin banyak konsumen yang terbiasa mengembalikan kemasan setelah digunakan sekaligus memahami bahwa mereka dapat menjadi bagian dari solusi persoalan sampah di Bali.
Dengan kata lain, upaya mengurangi sampah plastik tidak harus selalu dimulai dari langkah besar.
Membawa botol PET bekas ke drop box setelah berbelanja atau beraktivitas sehari-hari bisa menjadi langkah sederhana untuk memastikan kemasan tersebut masuk ke jalur yang tepat.
Disisi lain, Public Affairs, Communications, and Sustainability CCEP Indonesia Dhedy Adi Nugroho mengatakan, program ini diharapkan membuat proses pengembalian kemasan menjadi lebih mudah dan praktis bagi konsumen.
Melalui program Recycle Me juga, Dhedy ingin memastikan setiap botol yang terkumpul memiliki kehidupan kedua melalui proses daur ulang.
"Coca-Cola di Indonesia telah menggunakan recycled PET (rPET) dalam portofolio kemasannya sejak 2023 sebagai bagian dari upaya meningkatkan penggunaan material daur ulang dan mengurangi sampah kemasan," ucapnya dalam keterangan resmi Kamis (13/8).
Pada akhirnya, botol PET bekas tidak harus dipandang sebagai barang yang sudah selesai masa gunanya. Jika dikumpulkan dan diproses melalui sistem yang tepat, kemasan tersebut masih memiliki nilai dan bisa kembali digunakan sebagai sumber daya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News