MOMSMONEY.ID - Simak ya, panduan menata rumah agar cepat laku dengan menyingkirkan barang yang membuat hunian terlihat sempit dan berantakan.
Menjual rumah di tengah kondisi pasar properti saat ini membutuhkan strategi yang lebih cermat dari sekadar menentukan harga.
Calon pembeli kini semakin kritis dan sangat mengandalkan kesan visual saat pertama kali melihat rumah, baik secara langsung maupun melalui foto.
Rumah yang rapi, netral, dan terasa lega akan jauh lebih mudah menarik perhatian dibandingkan hunian yang penuh barang pribadi.
Melansir dari Southern Living, penataan rumah sebelum dipasarkan menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi keputusan emosional pembeli.
Pendekatan ini banyak digunakan oleh penata rumah profesional karena terbukti membantu rumah terjual lebih cepat.
“Pembeli ingin melihat potensi ruang, bukan cerita hidup pemiliknya,” ujar Lynne Rhea, penata rumah bersertifikat dan pendiri Mombo Interiors.
Baca Juga: 6 Trik Cerdas Ini Bisa Maksimalkan Ruang, Rumah Moms Auto Rapi dan Nyaman
Alasan penataan rumah menentukan cepat atau lambatnya penjualan
Dalam perspektif profesional properti, rumah bukan hanya aset fisik, tetapi juga produk visual. Pembeli usia 18 tahun ke atas umumnya mencari hunian yang siap dihuni atau setidaknya mudah dibayangkan sebagai rumah masa depan mereka.
Jika rumah terlihat penuh, berantakan, atau terlalu personal, fokus pembeli akan teralihkan. Inilah alasan penataan rumah menjadi bagian penting dalam strategi penjualan modern yang telah terbukti efektif.
Barang dapur dan kamar mandi yang jarang dipakai
Area dapur dan kamar mandi sering menjadi pusat perhatian pembeli. Lemari yang penuh sesak memberi kesan rumah kekurangan ruang penyimpanan.
Idealnya, isi lemari terlihat rapi dan hanya terisi sekitar dua pertiga. Singkirkan peralatan yang jarang digunakan, wadah tanpa pasangan, serta produk perawatan lama. Ruang yang lega membuat pembeli lebih mudah menilai fungsi rumah secara objektif.
Pakaian dan dekorasi yang tidak sesuai musim
Barang musiman sering kali menjadi sumber kekacauan tanpa disadari. Jaket tebal di musim panas atau dekorasi hari besar yang menumpuk di lemari justru membuat rumah terasa sempit.
Menyimpan sementara barang musiman di luar rumah membantu ruangan terlihat lebih relevan dengan kondisi saat ini dan memaksimalkan kesan luas.
Barang pribadi yang terlalu mencolok
Foto keluarga, simbol politik, atau atribut kepercayaan sebaiknya tidak ditampilkan saat rumah dipasarkan. Tujuannya bukan menghilangkan identitas, melainkan menciptakan ruang netral.
Maka dengan begitu, pembeli dari latar belakang apa pun bisa membayangkan diri mereka tinggal di rumah tersebut tanpa rasa canggung.
Baca Juga: Aksesori Ruang Tamu Ini Jangan Dibeli Baru, Simak Kata Desainer Interior!
Barang anak yang menumpuk dan jarang digunakan
Rumah keluarga sering dipenuhi mainan dan perlengkapan anak. Namun, tidak semua perlu dipajang. Mainan lama, pakaian yang sudah tidak terpakai, atau barang yang jarang digunakan sebaiknya disortir.
Selain membuat ruangan lebih lega, langkah ini juga memberi kesan rumah yang terawat dan tertata.
Perabot berlebih yang menghalangi alur ruang
Terlalu banyak furnitur dapat membuat ruangan terasa sempit dan membingungkan. Pembeli sebenarnya ingin melihat seberapa luas ruangan dan bagaimana alurnya.
Mengurangi furnitur yang tidak penting membantu menonjolkan ukuran asli ruangan dan memudahkan pembeli membayangkan penataan versi mereka sendiri.
Area luar rumah yang terlihat berantakan
Bagian luar rumah adalah kesan pertama yang tidak bisa diulang. Alat kebun yang berserakan, tanaman mati, atau barang lama di teras bisa langsung menurunkan minat.
Membersihkan halaman, merapikan taman, dan memastikan area luar terlihat segar akan meningkatkan daya tarik rumah sejak pandangan pertama.
Barang yang tidak akan dibawa saat pindah
Jika suatu barang tidak memiliki nilai untuk dibawa ke rumah baru, sebaiknya disingkirkan sejak awal. Furnitur usang atau dekorasi yang tidak relevan justru dapat mengalihkan perhatian pembeli dari kelebihan rumah. Prinsipnya sederhana, jika pemilik tidak lagi melihat nilainya, pembeli pun akan berpikir sama.
Perlengkapan hewan peliharaan
Perlengkapan hewan seperti kandang besar atau kotak pasir sebaiknya dipindahkan sementara saat rumah dipamerkan.
Selain berpotensi menimbulkan bau, hal ini juga penting untuk pembeli yang sensitif terhadap alergi. Rumah yang bersih dan netral akan terasa lebih nyaman bagi semua calon pembeli.
Menyiapkan rumah untuk dijual bukan soal menyembunyikan kekurangan, melainkan menampilkan potensi terbaiknya. Menyingkirkan barang yang tidak perlu, rumah akan terasa lebih luas, bersih, dan mudah dibayangkan sebagai tempat tinggal baru.
Baca Juga: Sudut Belajar Minim Distraksi Jadi Fokus Utama Kamar Anak di Tahun 2026
Strategi ini didukung pengalaman para penata rumah profesional dan relevan dengan perilaku pembeli masa kini. Penataan yang tepat dapat menjadi pembeda utama di tengah persaingan pasar properti.
Rumah yang rapi bukan hanya enak dilihat, tetapi juga lebih cepat menemukan pemilik baru.
Selanjutnya: Real Madrid vs AS Monaco (21/1), Laga Penentuan Nasib Los Blancos di Liga Champions
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News