MOMSMONEY.ID - Cek yuk, alasan desainer interior menyarankan beberapa aksesori ruang tamu tidak dibeli baru agar rumah terasa lebih hidup.
Banyak orang masih mengira ruang tamu akan terlihat menarik jika seluruh isinya serba baru. Padahal, rumah yang nyaman justru sering lahir dari pilihan yang tidak biasa dan tidak selalu mengikuti tren.
Melansir dari Real Simple, sejumlah desainer interior berpengalaman mengungkap bahwa ada beberapa aksesori ruang tamu yang sebaiknya tidak dibeli dalam kondisi baru.
Alasannya sederhana, barang bekas atau vintage dinilai lebih punya karakter, kualitas, dan cerita. “Aksesori lama membuat ruangan terasa lebih personal dan tidak kaku,” ujar Lauren Winsor, pendiri House of Winsor.
Baca Juga: Patina, Tekstur Kasar: 7 Tren Hardware Interior 2026 yang Bikin Rumah Mahal
Tembikar bekas tampil lebih hidup
Tembikar menjadi salah satu aksesori ruang tamu yang jarang dilirik desainer dalam kondisi baru. Produk keramik masa kini umumnya dibuat secara massal, sehingga bentuk dan detailnya cenderung mirip satu sama lain.
Berbeda dengan tembikar lama yang biasanya punya tekstur unik dan sentuhan buatan tangan. Kendi, mangkuk, atau pot bekas bisa langsung memberi kesan hangat tanpa perlu banyak tambahan dekorasi.
Dari pengalaman para desainer, tembikar seperti ini juga fleksibel karena bisa dipajang apa adanya atau dipadukan dengan tanaman hias.
Pernak-pernik kecil justru makin cantik seiring waktu
Aksesori kecil seperti vas, nampan, tempat lilin, hingga bingkai foto sering dianggap sekadar pelengkap. Padahal, elemen inilah yang membuat ruang tamu terasa lebih hidup.
Desainer interior cenderung memilih pernak-pernik bekas karena kualitas bahannya lebih solid dan detail pengerjaannya lebih terasa.
Material seperti kuningan atau kaca akan berubah seiring usia dan membentuk patina alami. Efek ini memberi kedalaman visual yang tidak bisa didapat dari barang baru yang masih terlihat terlalu mengilap dan kaku.
Karya seni kecil tidak perlu serba baru
Mengisi ruang tamu dengan karya seni tidak harus terburu-buru. Banyak desainer memilih mengoleksi karya seni kecil secara bertahap, terutama karya vintage atau orisinal.
Sketsa, lukisan cat minyak, atau foto lama sering membawa cerita yang membuat ruangan terasa lebih dekat dengan penghuninya.
Pendekatan ini juga membuat rumah tidak terasa seperti katalog. Setiap karya yang dipajang punya makna dan pengalaman tersendiri, sehingga ruang tamu terasa lebih manusiawi dan berkarakter.
Baca Juga: 10 Tren Desain Interior 2026 yang Diprediksi Membuka Gaya Baru Hunian Masa Depan
Karpet lama lebih awet dan menyatu dengan ruangan
Karpet punya peran penting dalam menentukan suasana ruang tamu. Karena itu, banyak desainer lebih percaya pada karpet antik atau vintage. Karpet jenis ini biasanya dibuat dengan bahan berkualitas tinggi dan teknik tradisional yang sudah teruji waktu.
Selain lebih tahan lama, motif dan warnanya cenderung kaya sehingga mudah menyatu dengan berbagai gaya interior. Karpet lama juga tidak mudah terlihat usang meski tren dekorasi terus berubah.
Tidak semua aksesori ruang tamu harus dibeli baru agar rumah terlihat menarik. Berdasarkan pengalaman para desainer interior, beberapa elemen justru lebih bernilai ketika dipilih dalam kondisi bekas atau vintage.
Selain lebih berkarakter, pilihan ini juga membuat ruang tamu terasa hangat dan tidak berlebihan. Seleksi yang tepat, rumah bisa tampil nyaman, autentik, dan punya cerita sendiri yang membedakannya dari hunian lain.
Selanjutnya: Terapkan Pola 50/30/20: Cara Simpel Buat Keuangan Moms Rapi dan Anti-Boros
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News