M O M S M O N E Y I D
Keluarga

Ruang Digital Jadi Ladang Promosi Rokok, Separuh Pelajar Jakarta Terpapar Iklan

Ruang Digital Jadi Ladang Promosi Rokok, Separuh Pelajar Jakarta Terpapar Iklan
Reporter: Muhammad Fatih  |  Editor: Muhammad Al Fatih


MOMSMONEY.ID - Lebih dari separuh pelajar SMP dan SMA di DKI Jakarta mengaku pernah melihat iklan atau promosi rokok dalam 30 hari terakhir, sebagian besar melalui internet dan media sosial.

Temuan ini terungkap dalam riset lembaga Tulodo terhadap 1.278 siswa yang dirilis Koalisi Free Net From Tobacco (FNFT) dalam siaran pers, Kamis (2/7).

Hal tersebut menegaskan, ruang digital masih menjadi jalur utama masuknya promosi produk tembakau ke kelompok usia yang seharusnya dilindungi.

Survei tersebut mencatat, 51,03 % responden mengaku melihat konten promosi rokok dalam sebulan terakhir, sementara 74,41 % di antaranya memiliki akses smartphone untuk berinternet dan bermedia sosial.

Data ini diperkuat oleh temuan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) yang menyebut Gen Z berusia 12–27 tahun sebagai kelompok pengguna internet terbesar dan paling aktif di Tanah Air.

Baca Juga: Riset PKJS-UI: Kenaikan Cukai Menekan Konsumsi Rokok sekaligus Memperkuat MBG

Sebagian besar masih berada pada usia anak dan remaja yang belum sepenuhnya dewasa secara kognitif maupun sosial.

Menanggapi temuan ini, FNFT mendorong agar Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024, yang mengatur pelarangan iklan, promosi, dan sponsor rokok termasuk di ruang digital, ditegakkan secara konsisten sebagai solusi untuk memutus paparan tersebut.

Koordinator FNFT Eka Erfiyanti Putri menegaskan, penegakan aturan harus dilakukan tanpa toleransi terhadap pelanggaran karena promosi rokok di ruang digital terus beradaptasi dengan format baru.

Ia menyebut "pengawasan tidak boleh berhenti di tahap awal" meski Kemenkes dan Komdigi sudah mulai menindak pelanggaran melalui mekanisme pemantauan dan rekomendasi penurunan konten yang diatur dalam beleid tersebut.

Sekretaris YLKI Rio Priambodo menambahkan, masyarakat membutuhkan kepastian penegakan aturan yang konsisten dan tanpa pengecualian agar hak konsumen di ruang digital benar-benar terlindungi.

Baca Juga: 74.000 Pelajar Semarang Terpapar Iklan Rokok, Paling Terdampak Siswa SD

"Ruang digital seharusnya menjadi tempat yang aman bagi pengguna," ujarnya.

Dokter Tan Shot Yen, pegiat kesehatan yang juga anggota FNFT, menjelaskan, anak-anak kerap tidak menyadari sedang menjadi sasaran pemasaran ketika promosi rokok disisipkan lewat konten kreator, komunitas, atau konser musik yang mereka gemari.

"Semakin sering anak terpapar promosi rokok, semakin besar risiko mereka menganggap rokok sebagai sesuatu yang normal," katanya.

FNFT menyatakan, akan terus memperkuat pemantauan independen dan melaporkan temuan pelanggaran secara berkala kepada Kementerian Kesehatan dan Komdigi sebagai bagian dari implementasi PP 28/2024.

Koalisi ini beranggotakan sembilan lembaga, di antaranya YLKI, GKIA, AIMI, Muhammadiyah Steps, SAFEnet, dan Tulodo, yang bersama-sama mendorong pelarangan iklan, promosi, dan sponsor rokok di internet demi melindungi anak dan perempuan dari paparan produk tembakau.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Tren Ubin 2026 yang Mulai Ditinggalkan, Ini 4 Gaya Klasik untuk Rumah Modern

Tren ubin 2026 mulai bergeser ke desain natural. Kenali motif yang terkesan murahan dan 4 pilihan klasik untuk rumah modern.

6 Tren Dekorasi Halloween Estetik Ini Bikin Suasana Rumah Lebih Berbeda

Halloween 2026 hadir dengan 6 tren dekorasi estetik, dari warna ungu gelap hingga ornamen alami yang unik. Berikut rekomendasi yang bisa dicoba.​

9 Cara Bertransaksi Digital, Waspadai Phishing dan Social Engineering yang Mengintai

Ini 9 cara aman bertransaksi digital untuk menghindari phishing dan social engineering, serta menjaga data pribadi tetap aman.

7 Aset Kelas Atas yang Jarang Dipahami Kelas Menengah, Bisa Jadi Peluang Finansial

Kenali 7 aset kelas atas yang jarang dipahami kelas menengah, dari properti hingga royalti untuk memahami strategi keuangan.

4 Penyebab Maskara Menggumpal yang Bikin Bulu Mata Terlihat Berantakan

Gumpalan pada maskara bukan hanya disebabkan oleh produk yang sudah kedaluwarsa. Berikut 4 penyebab maskara menggumpal yang wajib Anda ketahui.

Penting Pemanasan sebelum Olahraga, Ini 5 Manfaatnya untuk Otot, Sendi & Jantung Anda

Pahami pentingnya pemanasan sebelum olahraga untuk melancarkan sirkulasi oksigen, menjaga stabilitas detak jantung, serta merawat kesehatan sendi.  

Sebelum Coba Liposuction, Pahami Dulu 7 Efek Samping Sedot Lemak Ini Buat Tubuh Anda

Pahami berbagai bahaya dan efek samping sedot lemak mulai dari kontur kulit bergelombang hingga risiko emboli lemak.  

Ampuh & Aman, Ini Cara Mengatasi Keputihan Berlebihan Pakai 5 Bahan Alami di Rumah

Simak ragam cara mengatasi keputihan berlebihan yang memicu rasa tidak nyaman. Mulai dari konsumsi bawang putih hingga minyak kelapa murni.  

11 Provinsi Ini bakal Hujan Lebat, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (15/10)

BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca besok Kamis 15 Oktober dengan status Siaga hujan sangat lebat dan Waspada hujan lebat di provinsi ini.

Hasil Denmark Open 2026: 3 Tunggal RI ke 16 Besar, Pastikan 1 Tiket Perempatfinal

Hasil Denmark Open 2026 babak 32 besar, Rabu (14/10), tiga wakil Indonesia di sektor tunggal melaju ke 16 besar.